Mengenal Glenmore, Kecamatan di Ujung Timur Pulau Jawa yang Seperti Eropa

Purwokerto

Sabtu, 12 November 2022 | 08:19 WIB
Mengenal Glenmore, Kecamatan di Ujung Timur Pulau Jawa yang Seperti Eropa
Jembatan Kudung dibangun oleh perusahaan swasta Belanda yang bernama Landbouw Maatschappij Onderneming David Bernie 1914 ((Instagram @wonderfulglenmore))

PURWOKERTO.SUARA.COM – Wilayah Jawa Timur yang menyimpan sejarah panjang masa silam tidak hanya Pasuruan. Di kabupaten ujung timur Jawa Banyuwangi juga memiliki hal yang sama.

Bumi Blambangan yang kini dikanal dengan Kabupaten Banyuwangi juga memiliki catatan panjang. Tidak hanya dalam masa kerajaan namun juga saat masa kolonial ketika Belanda menduduki Indonesia.

Salah satu peninggalan itu ialah Kecamatan Glenmore Banyuwangi, saat pertama kali mendengar nama Glenmore kalian pasti akan merasa asing dengan nama dan penyebutan wilayah ini.

Maklum sebagai orang yang baru mendengar nama wilayah ini bakal tidak familiar dengan aksen pengucapan tempat ini. Hal tersebutlah yang membuat banyak pendatang terpantik untuk mengetahui lebih dalam asal muasal hingga sejarah nama kecamatan ini. 

Sebab sebagai orang Jawa yang suka nonton liga eropa ketika dewasa, tulisan Glenmore ini serasa tidak asing di sebagian pecinta sepak bola di benua biru.

Dikutip dari Buku milik Arif Firmansyah dan M Iqbal Ferdian yang berjudul Sepetak Eropa di Tanah Jawa. Kecamatan Glenmore di Banyuwangi memiliki sejarah panjang dalam masa kolonialisme. 

Di masa Kolonial Belanda itulah sejarah Glenmore dimulai. Semua bermula pada tahun 1906 saat pemerintah Belanda mengeluarkan kebijakan mengundang sejumlah investor Eropa untuk membuka perkebunan di wilayah Banyuwangi.

Pengusaha Eropa pun datang ke Banyuwangi kala itu, salah satunya adalah Ros Taylor dari Skotlandia. Dia membeli lahan di sebelah selatan lereng Gunung Raung seluas 163.800 hektare dari pemerintah Belanda. 

Sejurus kemudian pada 02 Februari 1910, Ros Taylor memulai kegiatan usaha perkebunannya. Untuk menunjang kegiatan bisnisnya dia juga membangun, Glenmore Estate yang tempatnya kini berada di Desa Margomulyo.

baca juga

Tahun itulah awal mula kawasan ini disebut dengan Glenmore hingga bertahan sampai sekarang. Secara etimologi kata Glenmore berasal dari bahasa Gaelik, bahasa asli Skotlandia yang sudah digunakan sejak abad-12. 

Sementara secara harfiah, Glenmore berarti bukit besar (great glen) dengan arti luas suatu kawasan atau daerah di dataran tinggi dengan hamparan tanah luas perbukitan serta berhawa sejuk.

Secara geografis Kecamatan Glenmore berada di ujung barat Kabupaten Banyuwangi yang berbatasan dengan Kecamatan Kalibaru wilayah paling ujung di Barat Banyuwangi.

Kecamatan Glenmore memiliki luas wilayah 368,89 Kilometer yang dibagi ke dalam tujuh desa dengan potensi pertanian dan perkebunan besar mendominasi didalamnya. 

Pun setelah 112 tahun kedatangan Ros Taylor kewilayah ini, kalian yang datang ke Banyuwangi dan menyempatkan ke Glenmore akan tetap bisa meraskan nuansa eropa yang tetap bertahan hingga kini. Berikut lokasi yang bisa kalian tuju untuk menikmati suasana itu.

1. PT. Perkebunan Glenmore

Berada diwilayah Desa Margomulyo, perusahaan ini merupakan embrio munculnya Glenmore dikawasan Banyuwangi.

Jika ditelusuri pada masa lampau, tempat ini merupakan pabrik yang dulu saat awal dibangun oleh Ros Taylor. Hingga aturan nasionalisasi pasca kemerdekaan membuat nama Glenmore Estate diganti.

Saat kalian datang ke sini, di halaman pabrik sudah berdiri kokoh Lokomotif Uap yang pada bagian mesin lokomotif, tertulis Ruston Proctor & CL Lincoln England, sebuah perusahaan yang memproduksi mesin teknologi pertanian tenaga uap terbesar sejak 1857. 

Tidak berhenti di situ, di bangunan utama yang digunakan untuk tempat tinggal Sinder tetap mempertahankan arsitektur bangunan dengan gaya eropa. Sinder secara etimologi berasal dari bahasa Belanda “Opziener” atau “Opzichter. Ini digunakan untuk menyebut pengawas pekerja di area Perkebunan.

2. Pipa Sarengan

Tidak dipungkiri jika masa kolonial Belanda beragam infrastruktur dibangun untuk mendukung kegiatan ekonomi.

Tidak hanya jalur kereta api hingga ramalan Jaya Baya, jawa berkalung besi terbukti, atau pembukaan jalur Anyer Panarukan hingga memudahkan mobilitas jalur ekonomi di pantura Jawa. 

Lebih dari itu sisi lain yang masih bisa dinikmati di Glenmore Banyuwangi dengan nuansa eropa ialah masih berfungsinya Pipa Sarengan.

Pipa kuno peninggalan Belanda ini berdiameter 50 cm dan mempunyai panjang 500 meter dan hingga kini mampu menjadi media mengalirnya air untuk memenuhi kebutuhan warga di Desa Margomulyo.

Selain mengairi berhektar-hektar lahan persawahan dan air minum warga, Pipa Sarengan ini juga memenuhi kebutuhan air di Pabrik Perkebunan Glenmore. Bahkan tidak jarang saat berkunjung ke lokasi ini kita akan bareng dengan wisatawan asal Belanda yang juga menuju ke sini. 

Sebab tidak sedikit hotel di Kecamatan Glenmore dan Kalibaru yang membuka trip wisata ke bangunan-bangunan bernuansa eropa yang masih tersisa.

3. Jembatan Kudung Kendeng Lembu

Jika Surabaya memiliki Jembatan Merah yang memiliki cerita panjang sejarah masa kolonial. Di Glenmore juga tidak kalah, warga sekitar menyebutnya Jembatan Kudung Kendeng Lembu.

Istilah kudung berasal dari bahasa Indonesia yang berarti penutup kepala. Itu muncul lantaran jembatan tersebut memiliki atap sehingga diberi nama oleh masyarakat setempat Jembatan Kudung. 

Berada di jalur masuk Perkebunan Kendenglembu di Desa Karangharjo Kecamatan Glenmore, lokasi ini berjarak 10 kilometer dari jalur nasional. Jembatan yang saat ini masih tetap di gunakan oleh masyarakat sekitar sudah ada sejak tahun 1914.

Jembatan Kudung dibangun oleh perusahaan swasta Belanda yang bernama Landbouw Maatschappij Onderneming David Bernie (NV Rubber Cultur Mij Kendenglembu).

Matrial yang digunakan untuk pembuatan jembatan ini didominasi dengan kayu berdiameter besar yang tetap kokoh. Mari berkunjung ke Banyuwangi sambil menikmati sepetak Eropa di Tanah Jawa yang ada di kecamatan ini. Selamat Berkunjung.*(ANIK AS)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pasca Kunjungan Gubernur Jatim, Puluhan Warga Terdampak Banjir Kalibaru Akan Direlokasi

Pasca Kunjungan Gubernur Jatim, Puluhan Warga Terdampak Banjir Kalibaru Akan Direlokasi

Purwokerto | Kamis, 10 November 2022 | 10:40 WIB

Kunjungi Warga Terdampak Banjir di Kalibaru, Gubernur Jatim Tinjau Posko Darurat

Kunjungi Warga Terdampak Banjir di Kalibaru, Gubernur Jatim Tinjau Posko Darurat

Purwokerto | Rabu, 09 November 2022 | 19:22 WIB

Lintasan Rel Tergenang Air, Perjalanan KA Probowangi Tujuan Surabaya Tertunda

Lintasan Rel Tergenang Air, Perjalanan KA Probowangi Tujuan Surabaya Tertunda

Purwokerto | Rabu, 09 November 2022 | 09:20 WIB

Terkini

Gabung Floor Inc, Cecil Yang Kawinkan Musik, Fashion dan Kecantikan Jadi Satu

Gabung Floor Inc, Cecil Yang Kawinkan Musik, Fashion dan Kecantikan Jadi Satu

Entertainment | Jum'at, 11 September 2026 | 20:52 WIB

Dipicu Angin Kencang, Titik Api Baru Kembali Membakar TPA Galuga Bogor

Dipicu Angin Kencang, Titik Api Baru Kembali Membakar TPA Galuga Bogor

Bogor | Jum'at, 11 September 2026 | 20:48 WIB

Kajian KPK: Biaya Pilgub Tembus Rp100 Miliar, 65 Persen Kepala Daerah Siap 'Layani' Donatur

Kajian KPK: Biaya Pilgub Tembus Rp100 Miliar, 65 Persen Kepala Daerah Siap 'Layani' Donatur

News | Jum'at, 11 September 2026 | 20:45 WIB

Pengasuh Pesantren di Pati Jadi Tersangka Kekerasan Seksual Anak

Pengasuh Pesantren di Pati Jadi Tersangka Kekerasan Seksual Anak

News | Jum'at, 11 September 2026 | 20:39 WIB

70 Tahun Asuransi Astra, Inovasi myGarda Sampai Derek Hydraulic Flatbed Jaga Kepercayaan Pelanggan

70 Tahun Asuransi Astra, Inovasi myGarda Sampai Derek Hydraulic Flatbed Jaga Kepercayaan Pelanggan

Bisnis | Jum'at, 11 September 2026 | 20:35 WIB

Shin Tae-yong Janjikan 3 Poin untuk The Jakmania, Persija Siap Jegal Persib di GBK

Shin Tae-yong Janjikan 3 Poin untuk The Jakmania, Persija Siap Jegal Persib di GBK

Bola | Jum'at, 11 September 2026 | 20:30 WIB

Makin Glow Up, Ini 5 Serum Eksfoliasi Lokal untuk Regenerasi Kulit

Makin Glow Up, Ini 5 Serum Eksfoliasi Lokal untuk Regenerasi Kulit

Your Say | Jum'at, 11 September 2026 | 20:30 WIB

IDAI Usul MBG di Kantin Sekolah, Utamakan Anak di Wilayah 3T

IDAI Usul MBG di Kantin Sekolah, Utamakan Anak di Wilayah 3T

News | Jum'at, 11 September 2026 | 20:14 WIB

Bastian Steel Ngaku 'Tersiksa' Syuting Bareng Oki Rengga Gara-Gara Kebanyakan Ketawa

Bastian Steel Ngaku 'Tersiksa' Syuting Bareng Oki Rengga Gara-Gara Kebanyakan Ketawa

Entertainment | Jum'at, 11 September 2026 | 20:11 WIB

Persija vs Persib Kembali ke SUGBK Setelah 7 Tahun, Pramono: Tunjukkan Jakarta Tuan Rumah yang Baik

Persija vs Persib Kembali ke SUGBK Setelah 7 Tahun, Pramono: Tunjukkan Jakarta Tuan Rumah yang Baik

News | Jum'at, 11 September 2026 | 20:03 WIB

×