Benteng Van Der Wijck, Peninggalan Kolonial yang Sempat Digunakan untuk Latihan Perang

Purwokerto

Minggu, 13 November 2022 | 14:15 WIB
Benteng Van Der Wijck, Peninggalan Kolonial yang Sempat Digunakan untuk Latihan Perang
Benteng Van Der Wijck yang ada di Kebumen Jawa Tengah ((Instagram @vanderwijck_gombong))

PURWOKERTO.SUARA.COM – Di Jawa Tengah tidak hanya Megelang saja yang menyimpan jejak peninggalan Kolonial Belanda. Jauh di pesisir selatan Jawa Tengah memiliki banyak peninggalan kolonial yang beberapa tempat masih bisa dijumpai utamanya di Kabupaten Kebumen.

Meski diakui beragam literatur menuliskan jika Kota-kota Jawa bagian selatan memang memiliki kontradiksi perkembangan jika dibandingkan Kota di utara Jawa. Namun bukan berarti di sana tanpa ada peninggalan yang digunakan oleh pihak kolonial Belanda. Sebab pada masa itu, tanaman-tanaman yang memiliki nilai jual tinggi.

Sebut saja tembakau, tebu, dan kelapa menjadi incaran Bangsa Kolonial banyak dipusatkan di pesisir utara Jawa dan tengah Kota Jawa macam Temanggung, Kota Semarang dan Kendal.

Pun hal itu tidak membuat di sisi selatan tanpa peninggalan, sebab jika kalian berkunjung ke Kabupaten Kebumen beberapa peninggala sejarah kolonial bakal kalian temui dan bisa kalian nikmati. 

Perlu diketahui Kabupaten Kebumen merupakan wilayah di Provinsi Jawa Tengah yang di sisi utara berbatasan dengan Kabupaten Banjarnegara. Sementara di sebelah timur berbatasan dengan Kabupaten Wonosobo dan Kabupaten Purworejo.

Di sisi selatan wilayah ini memiliki garis pantai panjang yang menghadap ke Samudra Hindia. Sedangkan di sebelah barat wilayah ini berbatasan dengan Kabupaten Cilacap dan Kabupaten Banyumas. 

Pada masa Hindia Belanda wilayah Kebumen masuk dalam Keresidenan Kedoo (Baca. Kedu)  yang mencakup Kota Magelang, Kabupaten Magelang, Kabupaten Temanggung, Kabupaten Kebumen, Kabupaten Purworejo dan Kabupaten Wonosobo.

Sehingga jangan heran jika dbeberapa wilayah ini menyimpan jejak kolonial Belanda. Bahkan di Kabupaten Kebumen peninggalan kolonial hingga saat ini menjadi jujukan wisata sejarah.

Lokasi ini beralamat di Desa Sidayu, Kecamatan Gombong, dimana peninggalannya berupa Benteng. Benteng ini memiliki sejarah panjang jika dikaitkan dengan jejak Belanda yang kala itu menduduki wilayah Jawa.  

baca juga

Di Kebumen bangunan ini bernama Benteng Van Der Wijck, tidak sedikit juga warga yang menyebut Benteng Merah lantaran memiliki ke khas-an warna merah yang mencolok yang berasal dari bahan batu bata merah yang digunakan.

Dilihat dari arsitekturnya bangunan ini memiliki ciri paling khas dengan delapan segi oktagonal dengan luas mencapai 7.168 meter persegi. Dilansir dari laman Pemkab Kebumen, bangunan Benteng  yang memiliki dua lantai itu masing-masing terdiri dari 16 ruangan berukuran besar.

Sementara ruang kecil di lantai satu berbagai dengan bermacam ukuran total terdapat 27 ruangan, sementara di lantai dua terdapat 25 ruangan. Pun pada lantai satu terdapat juga empat pintu gerbang, 72 jendela, 63 pintu antar ruangan maupun pintu keluar benteng, 8 anak tangga ke lantai dua serta dua anak tangga darurat.

Sedangkan di lantai dua, terdapat 84 jendela, 70 pintu penghubung dan empat anak tangga ke bagian atap. Atap Benteng itu pun terbuat dari batu bata merah yang sangat kuat dan kokoh. 

Jika dilihat dari sisi sejarah, awal mula pendirian bangunan ini merupakan benteng pertahanan Hindia-Belanda yang dibangun sekitar abad ke 19 atau tahun 1818, atas prakarsa Jenderal Van den Bosch.

Seperti tulisanya, Nama Van Der Wijck sendiri diambil dari nama komandan pada saat itu yang karirnya cukup cemerlang seperti halnya nama Kapal yang yang sempat tenggelam di pesisir utara Jawa yang sempat diabadikan dalam novel Buya Hamka.

Meski pada saat didirikan, benteng ini sempat diberi nama Fort Cochius (Benteng Cochius) dari nama salah seorang Jenderal Belanda Frans David Cochius (1787-1876) yang pernah ditugaskan di daerah Bagelen yang kala itu merupakan ibu kota wilayah karesidenan Kedu.

Van der Wijck menggantikan nama benteng itu lantaran kemampuannya memimpin dan memenangkan berbagai peperangan di Indonesia. Benteng Van der Wicjk merupakan barak militer yang awalnya digunakan untuk meredam kekuatan pasukan Pangeran Diponegoro.

Mengingat kehebatan beliau yang juga didukung pemimpin-pemimpin lokal di selatan Jawa harus membuat Belanda menerapkan taktik benteng stelsel yaitu pembangunan benteng di lokasi yang sudah dikuasainya. 

Tujuannya pembangunan itu sangat jelas, yakni untuk memperkuat pertahanan sekaligus mempersempit ruang gerak musuh, terutama di karesidenan Kedu Selatan.

Meski demikian, ada sejumlah ahli yang yakin kalau benteng itu bukan merupakan benteng pertahanan, melainkan sebagai benteng logistik dan Puppilen School atau sekolah calon militer.

Hingga saat ini  Benteng Van Der Wijck masih utuh dan jadi jujukan wisata sejarah di Kebumen. So, ketika kalian sempat mengunjungi wilayah pesisir selatan ini bisa dicoba untuk menengok sisa kolonial yang tetap utuh tersimpan.*(ANIK AS)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Muntilan, Kecamatan di Magelang yang Menyimpan Sejarah Kolonial

Muntilan, Kecamatan di Magelang yang Menyimpan Sejarah Kolonial

Purwokerto | Sabtu, 12 November 2022 | 21:43 WIB

Mengenal Glenmore, Kecamatan di Ujung Timur Pulau Jawa yang Seperti Eropa

Mengenal Glenmore, Kecamatan di Ujung Timur Pulau Jawa yang Seperti Eropa

Purwokerto | Sabtu, 12 November 2022 | 08:19 WIB

Memilukan, Anak 11 Tahun di Kebumen Tewas Tenggelam Saat Mencuci Baju di Sungai

Memilukan, Anak 11 Tahun di Kebumen Tewas Tenggelam Saat Mencuci Baju di Sungai

Purwokerto | Kamis, 10 November 2022 | 20:03 WIB

Terkini

Jatuh dari Tongkang di Sungai Baung OKI, Dua Korban Ditemukan Meninggal

Jatuh dari Tongkang di Sungai Baung OKI, Dua Korban Ditemukan Meninggal

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Karhutla Dekati Runway Bandara Atung Bungsu, Penerbangan Pagar Alam Masih Normal?

Karhutla Dekati Runway Bandara Atung Bungsu, Penerbangan Pagar Alam Masih Normal?

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 22:56 WIB

Baru 2 Hari Direhab, Anak Mantan DPRD Muratara Kabur Usai Dobrak Pintu Yayasan

Baru 2 Hari Direhab, Anak Mantan DPRD Muratara Kabur Usai Dobrak Pintu Yayasan

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 22:38 WIB

Program Cetak Sawah Berhadapan dengan Karhutla, Api Membakar Lahan di Muara Enim

Program Cetak Sawah Berhadapan dengan Karhutla, Api Membakar Lahan di Muara Enim

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 22:16 WIB

Kebakaran Bromo Meluas hingga 520 Hektare, Destinasi Wisata Probolinggo Disebut Masih Aman

Kebakaran Bromo Meluas hingga 520 Hektare, Destinasi Wisata Probolinggo Disebut Masih Aman

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 22:06 WIB

Pernah Jadi Anak Buah Nadiem, Pakar Minta Kejagung Ganti Jaksa Chatarina di Kasus Eks Jampidsus

Pernah Jadi Anak Buah Nadiem, Pakar Minta Kejagung Ganti Jaksa Chatarina di Kasus Eks Jampidsus

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:43 WIB

Puluhan Kios di Bawah Jembatan Babat Terbakar, Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran Sampah

Puluhan Kios di Bawah Jembatan Babat Terbakar, Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran Sampah

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:39 WIB

30 Ribu Kopdes Merah Putih Dikebut Sebelum 17 Agustus, Siapa yang Akan Mengelola?

30 Ribu Kopdes Merah Putih Dikebut Sebelum 17 Agustus, Siapa yang Akan Mengelola?

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:11 WIB

Bangga! Prestasi Apik Ditorehkan Kevin Diks di Awal Musim Bundesliga 2026/2027

Bangga! Prestasi Apik Ditorehkan Kevin Diks di Awal Musim Bundesliga 2026/2027

Bola | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:05 WIB

Prabowo Puji Sepatu Inovasi BRIN Berbahan Limbah Sawit, Harganya Cuma 60 Ribuan!

Prabowo Puji Sepatu Inovasi BRIN Berbahan Limbah Sawit, Harganya Cuma 60 Ribuan!

Video | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:05 WIB

×