PURWOKERTO.SUARA.COM- Berapa kali dalam sebulan kalian mengganti seprei? Sekali? Dua kali? Atau tiga kali?
Tidan cuman diganti, tapi seprai harus dicuci secara rutin. Sehingga, bakteri, kuman dan jamur tidak tumbuh dan menyebabkan penyakit.
Sayangnya, banyak orang yang menyepelekan kebersihan seprai. Pada akhirnya, mereka jarang mengganti seprei.
Salah satu pakar tidur di Bed Kingdom, menyarankan agar seseorang mencuci dan mengganti seprei secara rutin seminggu sekali, atau paling banyak dua minggu sekali.
Hal ini bertujuan untuk menghindari pertumbuhan bakteri atau kuman dan kotoran atau debu yang menumpuk.
Sementara itu, saat manusia tidur mereka kehilangan banyak cairan dan minyak tubuh setiap malam ketika berkeringat ditambah pelepasan ribuan sel kulit mati setiap jam.
Kotoran sisa metabolisme tubuh seperti keringat dan minyak menumpuk di seprei. Karena tempat yang kotor dan jarang dibersihkan seprei menjadi sarang empuk untuk pertumbuhan bakteri dan jamur. Pada akhirnya, seprei menjadi bau.
Membiarkan kulit bersentuhan dengan kondisi seprai kotor setiap malam dapat menyebabkan penyakit seperti infeksi jamur.
Tak hanya itu, masih ada satu masalah lagi yaitu tungau debu. Tungau debu memakan sel-sel kulit mati yang berlimpah di dalam tempat tidur terutama seprei.
Meskipun tidak terlihat, tungau debut mudah berkembang biak Walaupun, kebanyakan orang tidak memiliki masalah berbeda bagi mereka yang memiliki alergi dan asma.
Baca Juga: Cara Simpan Video di Status WhatsApp Orang Lain
Bahkan beberapa kasus yang ditemukan, mencuci seprai seminggu sekali tidak cukup bagi penderita asma dan alergi.
Pertumbuhan yang cepat, kotoran dan tungau debu dapat menyebabkan reaksi alergi yang parah pada beberapa orang.
Mereka akan mengalami batuk, bersin, ruam kulit, mata gatal hingga hidung meler saat terkena reaksi alergi.
Oleh karena itu, sangat disarankan untuk mencuci seprai dan menggantinya setiap 2-3 hari sekali. (citra safitra)