PURWOKERTO.SUARA.COM, JAKARTA - Misteri kematian empat orang anggota keluarga di Kalideres perlahan terkuak. Saksi karyawan koperasi yang masuk ke rumah itu menyatakan mencium bau busuk yang ternyata berasal dari mayat satu di antara anggota keluarga, yaitu Rini, pada 13 Mei 2022.
Dari keterangan saksi, Budianto yang juga ditemukan meninggal di rumah Kalideres, berencana menjual rumah itu seharga Rp 1,2 miliar.
Ia menawarkan rumah Kalideres melalui perantara. Namun meski sertifikat asli telah diserahkan ke perentara, rumah itu tak kunjung laku.
Budianto akhirnya menjual kepada koperasi simpan pinjam. Koperasi ini kemudian mengutus pegawainya untuk mensurvei rumah tersebut.
Ketika masuk gerbang, saksi sudah mencium aroma tak sedap. Budianto menyatakan bau itu berasal dari got yang belum dibersihkan.
Ketika mengecek sertifikat rumah, tertulis atas nama Rini. Saksi kemudian meminta bertemu dengan Rini.
Diajaklah dia ke dalam kamar. Begitu pintu kamar dibuka, aroma busuk makin menyengat. Kondisi kamar juga gelap.
Maka saksi kemudian menyalakan lampu flash di HP. Begitu dinyalakan, ia baru menyadari Rini, istri Budianto, telah mati dan mulai mengering.
"Allahu Akbar, ini sudah mayat," kata saksi diucapkan Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Hengki Hariyadi.
Baca Juga: Kepala BMKG Masuk Kolong Meja, Wakil Ketua DPR Malah Cengengesan Senayan Diguncang Gempa
"Begitu membuka gerbang, itu langsung bau busuk pada 13 Mei, dijawab karena got yang lupa dibersihkan, masuk dalam rumah kemudian diperlihatkan sertifikat rumah dengan atas nama almarhum Reni, ditanyakan ibu Reni di mana, sedang tidur di dalam, kemudian karyawan kooperasi minta diantar ke dalam begitu masuk baunya langsung menyeruak, begitu menghidupkan flash HP si pegawai koperasi berteriak "Allahu Akbar, ini sudah mayat" akhirnya tidak dilanjutkan proses pinjam uang ini," kata Hengki Hariyadi saat konpers di Jakarta, Senin (21/11/2022).