Satu Keluarga di Kalideres Ditemukan Meninggal Dalam Kondisi Mengenaskan, Ini Kata Ahli Forensik

Purwokerto | Suara.com

Minggu, 13 November 2022 | 15:48 WIB
Satu Keluarga di Kalideres Ditemukan Meninggal Dalam Kondisi Mengenaskan, Ini Kata Ahli Forensik
Ris Astuti dan suaminya Handoyo, adik dari K. Margaretha Gunawan (58) jasad yang ditemukan meninggal satu keluarga ((Suara.com))

PURWOKERTO.SUARA.COM Publik dihebohkan dengan penemuan empat jasad satu keluarga di Kalideres, Jakarta Barat. Keempat jenazah ditemukan dalam kondisi mengenaskan di rumahnya di Perumahan Citra Garden I Extention, Kalideres.

Satu keluarga tersebut dikabarkan tidak terlihat selama dua bulan lamanya. Beberapa tetangga mengira keluarga tersebut sudah pindah rumah.

Pihak kepolisian mengungkapkan dugaan sementarak korban meninggal dunia akibat tidak mengonsumsi makanan apapun atau kelaparan. Namun penyebab pasti meninggalnya keempat jenazah tersebut masih dalam pemeriksaan lebih lanjut.

Kondisi tubuh yang mengering dan otot mengecil menguatkan korban meninggal karena kelaparan. Untuk mengetahui penyebab lebih lanjut, korban akan  korban  dilakukan autopsi.

Ketua Umum Perhimpunan Dokter Forensik Indonesia, Dr. Ade Firmansyah Sugiharto, Sp.FM menanggapi kondisi korban yang ditemukan dalam keadaan mengenaskan.

Dr. Ade menjelaskan jarang terjadi seseorang yang meninggal karena kelaparan.

Kondisi mengenaskan korban menurutnya  dapat terjadi lantara berbagai kondisi,  dari keracunan, hingga proses mumifikasi.

“Kalau secara patologi forensik suatu kematian karena kelaparan itu suatu hal yang jarang. Kita investigasi apakah ada kemungkinan keracunan ataupun hal-hal lainnya. Kondisi mengering itu juga bisa karena kondisi kelaparan atau memang karena kondisi mumifikasi, secara perubahan lanjut karena kematian,” ungkap Dr. Ade saat di wawancarai di acara Peringatan Hari Patologi Internasional di Gelora Bung Karno, Minggu (13/11/2022).

Menurutnya, autopsi menjadi langkah penting untuk mengetahui secara pasti penyebab kematian.

Dr. Ade juga mengatakan, kondisi otot korban yang mengecil dan mengering, memamh dapat terjadi karena kelaparan. Akan tetapi, perlu melakukan penelitian lebih lanjut.

“Kita lihat kondisi mengecilnya karena apa. Apakah karena memang perubahan lanjut kematian karena mumifikasi karena pasti akan mengecil akan mengering. Namun, bisa juga itu karena kondisi kelaparan,” ucap Dr. Ade.

“Ini penting juga untuk diperiksa dengan secara autopsi patologi forensik maupun kita juga bekerja sama dengan patologi anatomi untuk melihat kelainan gambaran organnya tadi seperti apa,” pungkasnya. (Iruma cezza)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Selain Diduga Pesugihan, Kasus Satu Keluarga Tewas di Kalideres Disamakan dengan Burari Death

Selain Diduga Pesugihan, Kasus Satu Keluarga Tewas di Kalideres Disamakan dengan Burari Death

| Minggu, 13 November 2022 | 15:40 WIB

Kejanggalan Kematian Satu Keluarga di Kalideres: Mobil Menghilang hingga Barang Sudah Dikemas Rapi

Kejanggalan Kematian Satu Keluarga di Kalideres: Mobil Menghilang hingga Barang Sudah Dikemas Rapi

News | Minggu, 13 November 2022 | 15:39 WIB

Fakta Terbaru Kematian Satu Keluarga Di Kalideres, Kemungkinan Tidak Meninggal di Waktu yang Sama

Fakta Terbaru Kematian Satu Keluarga Di Kalideres, Kemungkinan Tidak Meninggal di Waktu yang Sama

| Minggu, 13 November 2022 | 14:05 WIB

Terkini

Ngaku 'Allah Kedua' dan Ancaman Hamil Gaib, Dukun Cabul di Magetan Diringkus Polisi

Ngaku 'Allah Kedua' dan Ancaman Hamil Gaib, Dukun Cabul di Magetan Diringkus Polisi

News | Kamis, 02 April 2026 | 12:25 WIB

CEK FAKTA: Benarkah Pemprov Sulsel Habiskan Rp2 Miliar untuk Sewa Helikopter?

CEK FAKTA: Benarkah Pemprov Sulsel Habiskan Rp2 Miliar untuk Sewa Helikopter?

Sulsel | Kamis, 02 April 2026 | 12:23 WIB

Santai Saja! Nilai Rupiah Menyentuh Rp17.000 per Dolar AS, Bukan Alasan untuk Panik

Santai Saja! Nilai Rupiah Menyentuh Rp17.000 per Dolar AS, Bukan Alasan untuk Panik

Your Say | Kamis, 02 April 2026 | 12:20 WIB

Jadwal Misa Kamis Putih 2026 di Katedral Jakarta, Lengkap dengan Tata Tertib dan Lokasi Parkir

Jadwal Misa Kamis Putih 2026 di Katedral Jakarta, Lengkap dengan Tata Tertib dan Lokasi Parkir

Sumut | Kamis, 02 April 2026 | 12:19 WIB

4 Negara Debutan di Piala Dunia 2026, Ada yang Pernah Dikalahkan Timnas Indonesia

4 Negara Debutan di Piala Dunia 2026, Ada yang Pernah Dikalahkan Timnas Indonesia

Bola | Kamis, 02 April 2026 | 12:19 WIB

Nuklir Iran Jadi Incaran Trump Lewat Operasi Militer Rahasia Pentagon

Nuklir Iran Jadi Incaran Trump Lewat Operasi Militer Rahasia Pentagon

News | Kamis, 02 April 2026 | 12:18 WIB

Harga dan Spesifikasi Chery Tiggo Cross CSH Pasca Viral Insiden Kebakaran di Tol Cikampek

Harga dan Spesifikasi Chery Tiggo Cross CSH Pasca Viral Insiden Kebakaran di Tol Cikampek

Otomotif | Kamis, 02 April 2026 | 12:17 WIB

Harga CPO Melonjak, Harga Kakao Anjlok Tajam

Harga CPO Melonjak, Harga Kakao Anjlok Tajam

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 12:17 WIB

Harga Motor Listrik United April 2026: Jarak Tempuh Jauh, Harga Miring, Tampang Sekece Scoopy!

Harga Motor Listrik United April 2026: Jarak Tempuh Jauh, Harga Miring, Tampang Sekece Scoopy!

Otomotif | Kamis, 02 April 2026 | 12:16 WIB

WALHI Temukan 1.351 Titik Api Karhutla Terdeteksi di Konsesi Perusahaan: Mengapa Terjadi?

WALHI Temukan 1.351 Titik Api Karhutla Terdeteksi di Konsesi Perusahaan: Mengapa Terjadi?

News | Kamis, 02 April 2026 | 12:15 WIB