Beasiswa Full di Korea Selatan Bisa Sambil Kerja, Begini Ceritanya

Purwokerto | Suara.com

Rabu, 23 November 2022 | 10:34 WIB
Beasiswa Full di Korea Selatan Bisa Sambil Kerja, Begini Ceritanya
Perpustakaan digital di Daegu Catholic University (DCU), Korea Selatan. (istimewa)

PURWOKERTO.SUARA.COM - Pemerintah Korea Selatan menyediakan beasiswa untuk pelajar internasional, termasuk Indonesia. Apa saja keseruan kuliah di Korea, ini ceritanya. 

Pemerintah Korea Selatan memberikan kesempatan kepada mahasiswa internasional, termasuk Indonesia, untuk melanjutkan pendidikan melalui program beasiswa Global Korea Scholarship (GKS). Beasiswa GKS dikelola oleh NIED (National Institute for International Education), lembaga eksekutif di bawah Kementerian Pendidikan Korea Selatan.

GKS menyediakan beasiswa yang dimulai dari jenjang D3, S1, S2, dan S3. Beasiswa ini meliputi tanggungan penuh biaya perkuliahan, tiket pesawat PP Indobesia - Korea pada awal dan akhir masa penerimaan beasiswa, tunjangan bulanan, tunjangan penelitian, biaya belajar bahasa Korea, dan juga asuransi kesehatan.

Pemberian beasiswa tersebut bertujuan untuk meningkatkan pertukaran pendidikan internasional dan mempererat hubungan persahabatan antar negara.

Dari bincang-bincang dengan alumni Fakultas Biologi Unsoed angkatan tahun 1983 Dr Susanto MSc yang selama satu minggu di Korea Selatan, dari tanggal 22 -28 Oktober 2022, berikut keseruan di Negeri Gingseng:

1. Musim Gugur

Alumni S2 Ryukyus of University in Japan Dr.rer.nat., AB., Susanto, MSc. mengatakan musim gugur adalah salah satu fase dari musim yang ada di negara empat musim. Fase musim gugur ini ditandai dengan perubahan suhu tentunya dan perubahan warna daun yang tumbuh di daerah yang mengalami hal itu.

Suhu pada saat musim gugur berkisar 5 - 15C dan suhu di siang hari cenderung lebih hangat namun pada malam hingga pagi hari cenderung lebih dingin. Namun karakter musim gugur yang sangat menarik adalah pada saat terjadi perubahan warna daun pepohonan yang ada.

Daun berubah menguning sebagian besar atau ada tumbuhan khusus yang berwarna merah marum. Namun ada juga daun malah berwarna hijau pupus atau hijau cerah. Suasana inilah yang sangat menarik bagi orang yang hidup di daerah tropis.

Oleh karena itu Susanto yang berasal dari Semarang yang merupakan bagian dari negara tropis, sangat menikmati suasananya musim gugur di kota Daegu Korea Selatan.

2. DCU

Kota Daegu menurut alumni S3 Bremen Universitaet Germany Susanto adalah kota terbesar ketiga di negara Korea Selatan. Kota Daegu cenderung berada di selatan kota Seoul.

Ketika berkunjung dan menikmati kota Daegu, suasananya benar-benar sangat menarik dan dingin suhunya. Beruntung sekali pada saat berkunjung ke kota Daegu tanggal 25 Oktober 2022, tidak ada angin, sehingga atmosfernya tidak dingin sekali.

Pada saat ke kota Daegu Susanto juga berkunjung ke salah satu universitas swasta terbaik di Korea, yaitu Daegu Catholic University (DCU). Universitas ini mempunyai jumlah mahasiswa sebanyak 14.101 orang, merupakan jumlah mahasiswa dalam jumlah yang besar juga.

Kemudian jumlah mahasiswa internasional sebanyak 383 orang. Hal ini berarti jumlah mahasiswa asing setara dengan 2,8 % dari jumlah mahasiswa keseluruhannya.

DCU adalah univeritas swasta di Daegu yang didirikan pada tahun 1914 dan dalam perkembangannya mempunyai lebih dari 5 bidang kajian/fakultas yang terdiri Humanities/Sociology, Natural Science, Engineering, Fine Arts/Physical Arts, dan Medice.

Sedangkan program studi yang dimiliki ada hampir 80 baik untuk jenjang pendidikan S1 sampai S3. Dalam kapasitasnya sekarang, DCU merupakan universitas yang berrangking nasional Korea Selatan pada 48 dari 200-an perguruan tinggi yang ada.

Sebuah program yang menarik yang di selenggarakan oleh DCU terkait pengelolaan kehadiran mahasiswa internasional di DCU adalah program berpola 3 + 2. Program 3 + 2 artinya mahasiswa selesai kuliah Diploma D3 dan melanjutkan kuliah 2 tahun (4 semester) di DCU Korea sehabis itu wisuda. Setelah wisuda maka peserta program ini berhak mendapatkan visa jenis F2. Visa F2 bisa digunakan untuk bekerja di Korea dengan bergaji berkisar 3.000.000 sampai dengan 5.000.000 Won (1 Won x Rp 12,56).

Kesempatan ini belum banyak diketahui anak-anak muda dari Indonesia. Dr.rer.nat., AB.,Susanto, MSc. sudah melakukan pengiriman 3 orang sebagai mahasiswa di program ini dan sekarang sedang belajar di DCU Korea. Namun ketiga mahasiswa tersebut merupakan alumni D3 dan S1 perguruan tinggi di China.

3. Kerja di Korea

Susanto menjelaskan untuk mendapatkan jenis Visa F2 dan tempat bekerja atau lowongan bekerja pihak DCU akan membantu. Hal ini dengan kata lain asal syarat dasar kemampuan bahasa Korea minimal Topic 4 atau Topic 5 bisa dipenuhi, maka kesempatan untuk bekerja di Korea akan sangat besar.

Bila dibandingkan dengan kembali ke Indonesia untuk bekerja di Indonesia. Maka kesempatan  bekerja visa jenis F2 di Korea ini lebih menantang dan sangat menarik bagi peserta dari Indonesia. Standart biaya hidup yang paling rendah di Korea berkisar 1.000.000 sampai dengan 1.500.000 won/bulan asal pola sederhana.

4. Kuliah Gratis

Selama menjalankan kuliah pola 3+2 di DCU Korea, sebenarnya mahasiswa bila mampu dengan cepat menguasai bahasa Korea. Pada bulan ke 2 - 3 setelah kedatangan di Korea, maka mahasiswa boleh bekerja paruh waktu dengan gaji sebesar 10.000 won/jam atau setara 800.000 sampai dengan 1.300.000 won/bulan.

Uang saku ini cukup untuk membayar biaya SPP, bulanan biaya hidup, dan pengeluaran lainnya. Bahkan bila sangat berhemat, masih bisa menabung untuk membayar SPP di semester berikutnya.

Kuncinya dari program ini, asal mahasiswa mau bekerja keras dan cerdas mengatur waktu belajar dan bekerja, maka kuliah di Korea bisa dikatakan “gratis”. Untuk itu bila mau mencoba dan paham situasi di korea silakan intip LINK ini yaitu s.id/SanHakKorea, jelas Dr.rer.nat.AB Susanto,MSc.

5. Lanjut S3

Setelah wisuda dari S2 bila peserta ingin melanjutkan sudi ke jenjang degree Doktoral (S3) akan besar sekali kesempatannya. Kalau peserta mampu berbahasa Inggris yang bagus sekali (misal IELTS sebesar 6.5) memudahkan mengikuti program beasiswa BK 21 atau Brain Korea 21.

Program BK 21 itu adalah model beasiswa dari professor di Korea yang mempunyai projek-projek penelitian berkualitas yang membutuhkan mahasiswa S2/S3. Besaran beasiswa termasuk biaya hidup dan SPP seperti itu sudah lumayan menarik sekali. 

6. ATDIKBUD di Seoul

Susanto mengatakan bila akan menentukan mau kuliah dan bekerja di Korea adalah sebuah keputusan tepat untuk mendesain masa depan ceria. Langkah ini merupakan strategis sekali untuk mensikapi tantangan global di masa mendatang.

Menurut informasi dari ATDIKBUD Seoul, jumlah mahasiswa Indonesia di Korea sekarang berjumlah 2.000-an orang. DIibandingkan dengan mahasiswa dari Vietnam kalah jauh. Mahasiswa Vietnam sekarang ada 25.000 orang.

Hal ini berarti industri atau pelaku bisnis Korea sudah memutuskan untuk masuk ke Industri dan segera menguasai produk-produk Korea di setiap rumah tangga di Indonesia. Target mereka setiap rumah tangga di Indonesia wajib mempunyai minimal satu produk buatan Korea.

Hal ini berarti akan berbanding lurus dengan kebutuhan SDM Indonesia yang menguasai bahasa Korea dan berbanding lurus dengan kenaikan jumlah mahasiswa Indonesia yang belajar di Korea. Lebih detail Gambar 3 foto Dr.rer.nat.AB Susanto,MSc. dengan Dr.Gogot selaku ATDIKBUD di KBRI Seoul.

7. Perpustakaan dan Praktikum di DCU

Susanto menjelaskan DCU merupakan salah satu perguruan tinggi swasta yang bagus di Daegu. Dalam menyikapi kemajuan teknologi sekarang ini, maka DCU mengembangkan Perpustakaan digital.

Pada saat penulis berkunjung ke DCU Korea pada tanggal 25 Oktober 2022, sistem perpustakaan DCU sudah menerapkan perpustakaan digital berbasiswa IoT (Internet of Think). Sehingga mahasiswa dalam berselancar mencari pustaka yang terbaru cukup dengan menekan tombol-tombol bersinar di atas sebuah meja.

Di samping itu dalam praktikum teknik otomatif juga DCU tidak tanggung tanggung. Hal ini di tunjukkan dan komitmennya untuk sarana praktikum mahasiswa di bidang tersebut disediakan mobil BMW dari Jerman dibelah dua (Gambar 5). Oleh karena itu dengan sarana dan fasilitas tersebut, maka belajar di DCU Korea sangat layak sekali dan hampir dapat dikatakan murah.

8. Hubungi email [email protected]

Susanto yang juga Dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UNDIP Semarang menambahkan yang harus disiapkan bagi calon mahasiswa dari Indonesia yang akan kuliah dengan beasiswa dan kerja di Korea Selatan di antaranya yakni passport, mental belajar di luar negeri, kemampuan berbahasa Korea, dan biaya diawal untuk belajar bahasa Korea. Selanjutnya bagi yang tertarik studi ke Korea silahkan hubungi email Susanto yaitu ke [email protected]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

7 WNA Korsel yang Ditahan Imigrasi Ternyata Tim Kreatif TV, Cari Bakat di Indonesia?

7 WNA Korsel yang Ditahan Imigrasi Ternyata Tim Kreatif TV, Cari Bakat di Indonesia?

Bisnis | Rabu, 23 November 2022 | 09:18 WIB

Beredar Video Petugas Imigrasi Ciduk Paksa WNA Korsel Saat Ajang Pencarian Bakat, Ini Fakta Sebenarnya

Beredar Video Petugas Imigrasi Ciduk Paksa WNA Korsel Saat Ajang Pencarian Bakat, Ini Fakta Sebenarnya

News | Rabu, 23 November 2022 | 08:40 WIB

Sempat Viral, 7 WNA Korea Selatan Diamankan Petugas Karena Menyalahgunakan VoA

Sempat Viral, 7 WNA Korea Selatan Diamankan Petugas Karena Menyalahgunakan VoA

Bisnis | Rabu, 23 November 2022 | 08:37 WIB

Tersandung Kasus Penggelapan Dana, CEO Hook Entertainment Angkat Suara: Saya Menyesal, Tindakan Saya Tidak Bermoral

Tersandung Kasus Penggelapan Dana, CEO Hook Entertainment Angkat Suara: Saya Menyesal, Tindakan Saya Tidak Bermoral

Your Say | Selasa, 22 November 2022 | 20:06 WIB

Terkini

Demi Tiket Piala Dunia 2026, Gennaro Gattuso: Pemain Dilarang Lembek, Berjuang Mati-matian

Demi Tiket Piala Dunia 2026, Gennaro Gattuso: Pemain Dilarang Lembek, Berjuang Mati-matian

Bola | Senin, 23 Maret 2026 | 22:12 WIB

Penumpang Ungkap Momen Mencekam Tabrakan Pesawat Air Canada, Pilot Selamatkan Banyak Nyawa

Penumpang Ungkap Momen Mencekam Tabrakan Pesawat Air Canada, Pilot Selamatkan Banyak Nyawa

News | Senin, 23 Maret 2026 | 22:05 WIB

Kim Jong Un Terpilih Lagi Jadi Presiden Korut, Sang Adik Hilang Misterius

Kim Jong Un Terpilih Lagi Jadi Presiden Korut, Sang Adik Hilang Misterius

News | Senin, 23 Maret 2026 | 22:04 WIB

Viral Polisi Ditantang Duel Remaja di Blitar saat Sita Petasan Siap Meledak, Ini Kronologinya

Viral Polisi Ditantang Duel Remaja di Blitar saat Sita Petasan Siap Meledak, Ini Kronologinya

Jatim | Senin, 23 Maret 2026 | 22:01 WIB

Sinopsis Project Hail Mary, Misi Ryan Gosling Selamatkan Bumi dari Kepunahan

Sinopsis Project Hail Mary, Misi Ryan Gosling Selamatkan Bumi dari Kepunahan

Entertainment | Senin, 23 Maret 2026 | 22:00 WIB

Momen Idulfitri, Prabowo Hubungi Presiden Palestina Mahmoud Abbas Bahas Solidaritas Bangsa

Momen Idulfitri, Prabowo Hubungi Presiden Palestina Mahmoud Abbas Bahas Solidaritas Bangsa

News | Senin, 23 Maret 2026 | 21:55 WIB

Menlu Israel Klaim 40 Negara Labeli Garda Revolusi Iran sebagai Teroris, Ada Indonesia?

Menlu Israel Klaim 40 Negara Labeli Garda Revolusi Iran sebagai Teroris, Ada Indonesia?

News | Senin, 23 Maret 2026 | 21:55 WIB

Kabar Duka, Legislator 3 Periode NasDem Tamanuri Meninggal Dunia

Kabar Duka, Legislator 3 Periode NasDem Tamanuri Meninggal Dunia

News | Senin, 23 Maret 2026 | 21:53 WIB

Arus Balik Lebaran: Contraflow Tol Japek KM 70 Sampai KM 36 Arah Jakarta Berlaku Malam Ini

Arus Balik Lebaran: Contraflow Tol Japek KM 70 Sampai KM 36 Arah Jakarta Berlaku Malam Ini

News | Senin, 23 Maret 2026 | 21:48 WIB

Trump Ungkap Nego Perang Berjalan Mulus, Iran Bantah: Awas 'Manipulasi' Pasar!

Trump Ungkap Nego Perang Berjalan Mulus, Iran Bantah: Awas 'Manipulasi' Pasar!

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 21:44 WIB