Transmisi HIV pada Anak Melalui ASI dari Ibu dengan ODHA Jauh Lebih Berisiko Tinggi

Purwokerto | Suara.com

Jum'at, 02 Desember 2022 | 21:12 WIB
Transmisi HIV pada Anak Melalui ASI dari Ibu dengan ODHA Jauh Lebih Berisiko Tinggi
Ilustrasi Menyusu Bayi. (Foto. Antaranews.com)

PURWOKERTO.SUARA.COM – Data Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur (Dinkes Jatim) yang mencatat ada 6.145 pasien HIV baru per bulan Oktober 2022, dengan kasus kumulatif sebanyak 84.959 di seluruh Jatim tenyata menjadi perhatian berbagai pihak.

Sebab setelah dilakuan berbagai uji klinis, ternyata penularan HIV tidak hanya melalui hubungan seksual yang sembrono. Pada ibu hamil dengan HIV AIDS penularannya ke anak melalui cairan ASI diperkirakan memiliki risiko lebih tinggi dibanding cara penularan melalui kehamilan dan persalinan.

Hal tersebut diungkapkan Dwinanda Aidina, dokter spesialis anak dari RSAB Harapan Kita Jakarta. Ia menyebut jika data penularan HIV melalui ASI itu ternyata paling tinggi risikonya. Jika mengacu pada data, dari kehamilan itu sekitar 5-10 persen, dari melahirkan 10-15 persen.

“Namun kalau dari menyusui ini malah bisa mencapai  15 hingga 20 persen,” kata Dwinanda dikutip Antara. Jumat, (02/12/2022).

Dia menambahkan risiko penularan semakin meningkat menjadi 30-40 persen apabila ibu dengan virus perusak sistem kekebalan tubuh atau HIV tidak menjalani pengobatan ARV selama kehamilan, ditambah melahirkan melalui pervaginam, serta rutin memberikan ASI kepada bayi terutama dalam jangka panjang.

Mengingat hal tersebut, Dwinanda mengatakan ibu dengan HIV disarankan untuk tidak memberikan ASI dan sebagai gantinya dapat memberikan PASI (pengganti air susu ibu) dalam bentuk susu formula. Hal tersebut dilakukan sebagai upaya zero risk transmission atau nol infeksi baru.

Pada kasus tertentu, pemberian ASI masih dibolehkan tetapi harus memenuhi syarat seperti ibu harus dalam kondisi virus yang sudah tidak terdeteksi dalam darah dan yakin bisa memberikan ASI secara eksklusif dan tidak diperkenankan mix feeding.

Meski begitu, dia mengingatkan meskipun virus HIV pada ibu sudah tak terdeteksi dalam darah, kondisi tersebut juga tidak menjamin bahwa virus HIV tidak ada di dalam ASI.

Oleh sebab itu, ibu dengan HIV diminta untuk mempertimbangkannya dengan baik. Pertimbangkan pula risiko transmisi seandainya terjadi perlukaan saat menyusui dan mengeluarkan darah.

“Memang, sih, ASI yang terbaik, ya. Tapi kita juga melihat pada masing-masing individu. Lihat risikonya, baik buruknya, atau benefit and risk-nya antara ASI dan susu formula. Jadi harus didiskusikan lagi sama ibunya,” ujar Dwianda.

Dia memastikan bahwa pemberian PASI atau susu formula tidak akan mengganggu tumbuh kembang anak selama pemberiannya disesuaikan dengan indikasi, perkembangan, dan berat badan pada anak.

Meski begitu, terdapat sejumlah kekurangan pada PASI karena tidak seratus persen sama seperti ASI seperti anak kemungkinan tidak memiliki antibodi dari ibunya.

“Kekurangannya mungkin di susu formula agak harus benar-benar menyiapkannya dengan steril karena harus diseduh air panas, botolnya harus steril, itu mungkin yang agak membuat repot. Jadi harus diperhatikan juga penyiapannya,” imbuh dia.

Untuk meningkatkan upaya pencegahan transmisi dari ibu dengan HIV, Dwianda menambahkan bahwa bayi yang baru lahir akan diberikan obat antiretroviral (ARV) jenis zidovudin atau kombinasi dengan ARV lain seperti nevirapine apabila ibu tetap memilih untuk memberikan ASI.

Dia menjelaskan obat pencegahan tersebut diberikan selama 6 minggu, kemudian setelahnya diganti dengan pemberian profilaksis kotrimoksazol. Dalam perjalanan pemberian obat, bayi harus terus dievaluasi tumbuh-kembangnya serta tetap dilakukan skrining atau tes HIV.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kasus Kumulatif HIV di Jawa Timur Sentuh 84 ribu Kasus, Bulan Oktober Penambahannya Cukup Drastis

Kasus Kumulatif HIV di Jawa Timur Sentuh 84 ribu Kasus, Bulan Oktober Penambahannya Cukup Drastis

| Jum'at, 02 Desember 2022 | 16:59 WIB

Klarifikasi Lengkap Heidy Sunan, Bantah Suaminya Kena HIV dan Selingkuh dengan Denise Chariesta

Klarifikasi Lengkap Heidy Sunan, Bantah Suaminya Kena HIV dan Selingkuh dengan Denise Chariesta

| Jum'at, 18 November 2022 | 11:18 WIB

Hindari Penggunaan Popok Saat Anak Demam, Deteksi Dini Gagal Ginjal Akut

Hindari Penggunaan Popok Saat Anak Demam, Deteksi Dini Gagal Ginjal Akut

| Selasa, 25 Oktober 2022 | 21:30 WIB

Tega! Bayi Baru Lahir Ditelantarkan di Teras Rumah Warga Kebumen

Tega! Bayi Baru Lahir Ditelantarkan di Teras Rumah Warga Kebumen

| Jum'at, 23 September 2022 | 13:20 WIB

Terkini

Diprotes Keras, Gubernur Kaltim Akhirnya Beli Kursi Pijat Pakai Duit Sendiri

Diprotes Keras, Gubernur Kaltim Akhirnya Beli Kursi Pijat Pakai Duit Sendiri

Kaltim | Selasa, 28 April 2026 | 09:34 WIB

Bahrain Cabut Kewarganegaraan 69 Orang karena Dukung Iran

Bahrain Cabut Kewarganegaraan 69 Orang karena Dukung Iran

News | Selasa, 28 April 2026 | 09:31 WIB

Kecelakaan KRL Bekasi, Media Asing Sorot RI Banyak Pakai Armada Transportasi Umum Kurang Terawat

Kecelakaan KRL Bekasi, Media Asing Sorot RI Banyak Pakai Armada Transportasi Umum Kurang Terawat

News | Selasa, 28 April 2026 | 09:30 WIB

KAI Pastikan Tanggung Biaya Pengobatan hingga Pemakaman Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

KAI Pastikan Tanggung Biaya Pengobatan hingga Pemakaman Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

News | Selasa, 28 April 2026 | 09:29 WIB

IHSG Bergerak Dua Arah Selasa Pagi, Tapi Kecenderungan Melemah

IHSG Bergerak Dua Arah Selasa Pagi, Tapi Kecenderungan Melemah

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 09:20 WIB

Harga Pangan Hari Ini 28 April: Cabai Rawit Merah Meroket Rp165 Ribu Per Kilogram

Harga Pangan Hari Ini 28 April: Cabai Rawit Merah Meroket Rp165 Ribu Per Kilogram

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 09:17 WIB

Blokade AS di Selat Hormuz, Jutaan Nyawa di Afrika dan Asia Terancam Kelaparan

Blokade AS di Selat Hormuz, Jutaan Nyawa di Afrika dan Asia Terancam Kelaparan

News | Selasa, 28 April 2026 | 09:17 WIB

Imbas Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur, 9 Perjalanan KA Daop 6 Yogyakarta Resmi Dibatalkan

Imbas Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur, 9 Perjalanan KA Daop 6 Yogyakarta Resmi Dibatalkan

Jogja | Selasa, 28 April 2026 | 09:15 WIB

Tabrakan Maut Bekasi Timur Disorot MTI: Efek Domino hingga Dugaan Kelalaian Masinis

Tabrakan Maut Bekasi Timur Disorot MTI: Efek Domino hingga Dugaan Kelalaian Masinis

News | Selasa, 28 April 2026 | 09:15 WIB

Perbedaan Dewy Finish dan Matte Finish Apa? Ini Rekomendasi Cushion Terbaik Sesuai Jenis Kulit

Perbedaan Dewy Finish dan Matte Finish Apa? Ini Rekomendasi Cushion Terbaik Sesuai Jenis Kulit

Lifestyle | Selasa, 28 April 2026 | 09:11 WIB