PURWOKERTO.SUARA.COM SEMARANG- Program Studi Pendidikan Profesi Insinyur (PSPPI) Fakultas Teknik Universitas Diponegoro (Undip) Semarang menggelar Pengambilan Sumpah Profesi Insinyur ke 8 Program Profesi Insinyur, Selasa (31/1/2023).
Sebanyak 131 wisudawan PSPPI diambil sumpah dan janjinya sebelum kembali terjun di tengah masyarakat.
Berdasarkan Undang-undang No. 11 Tahun 2014 tentang Keinsinyuran, Program Profesi Insinyur adalah program pendidikan tinggi setelah Program Sarjana untuk membentuk Kompetensi Keinsinyuran. Penguasaan Kompetensi Keinsinyuran ditandai dengan Sertifikat Kompetensi Insinyur.
Mahasiswa yang telah lulus Pendidikan Profesi Insinyur (PPI) bakal mendapatkan Ijazah dari Universitas Diponegoro serta berhak menyandang sebutan profesi “Insinyur” dengan gelar Ir. melekat pada nama tanpa menghilangkan gelar Sarjana sebelumnya.
Undip menjadi salah satu universitas di Indonesia yang mendapat mandat dari Kemenristek dan Dikti untuk menyelenggarakan PSPPI.
"Total sampai saat ini ada 488 lulusan insinyur Undip," kata Ketua PSPPI Fakultas Teknik Undip Prof. Dr. Ir. Widayat, ST., MT., IPM., ASEAN.Eng, Selasa (31/1/2023)
Di PSPPI Undip, masa studi Program Profesi Insinyur untuk Program Regular berlangsung satu tahun atau dua semester. Adapun masa studi untuk Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) berjalan minimal 1 semester.
Widayat menyampaikan, salah satu keunggulan PSPPI Undip adalah adanya kewajiban membuat laporan studi bagi setiap calon insinyur.
Alhasil, profesi insinyur jebolan Undip bukan sekadar untuk pengakuan. Tetapi ada bukti karya keinsinyuran yang dilaporkan ke Undip dalam bentuk laporan studi kasus.
Baca Juga: Link Streaming dan Prediksi Newcastle United vs Southampton di Semifinal Piala Liga Inggris
"Bahkan ada beberapa karya yang dipublikasikan dalam jurnal internasional maupun nasional, " katanya
Dekan Fakultas Teknik Undip Prof. Ir. M. Agung Wibowo, M.M., M.Sc., Ph.D. mengucapkan selamat kepada insinyur yang dilantik dan diambil sumpahnya hari ini.
Agung mengatakan, secara profesi, insinyur sangat dibutuhkan, khususnya di Indonesia saat ini.
Terlebih, anggaran belanja infrastruktur melalui APBN meningkat pada tahun 2023 ini, yakni sebesar Rp 392 triliun.
Besarnya anggaran belanja infrastruktur ini tentunya membutuhkan banyak tenaga insinyur untuk menyukseskan pembangunan di segala bidang.
"Butuh banyak insinyur yang profesional, " katanya