PURWOKERTO.SUARA.COM – Pembelian Manchester United dari keluarga Glazer terus bergulir, Sheikh Jassim Bin Hamad Al Thani Emir Qatar bahkan telah resmi mengajukan penawaran untuk membeli klub tersebut.
Keluarga Glazer diketahui memang telah memulai proses untuk menjual klub Liga Premier Inggris tersebut sejak tahun lalu.
Mereka memiliki saham mayoritas Manchester United dan dilaporkan siap melepas kepemilikan klub dengan nilai enam poundsterling atau sekitar Rp109 triliun.
“Sheikh Jassim Bin Hamad Al Thani hari ini mengonfirmasi bahwa dia telah mengajukan penawaran untuk membeli 100 persen (saham) Manchester United Football Club,” kata Sheik Jassim dikutip Antara Sabtu, (18/2/2023).
Sheikh Jassim menyebut tawaran tersebut berencana mengembalikan klub ke masa kejayaannya baik di dalam dan luar lapangan. Dan yang terpenting, akan berusaha menempatkan para penggemar di sepak bola Manchester United lagi.
Ia mengajukan tawaran melalui Nine Two Foundation miliknya dan akan benar-benar bebas utang. Bila dia menjadi pemilik baru, Manchester United akan berinvestasi ke tim sepak bola, fasilitas latihan, stadion dan infrastruktur yang lebih luas.
Untuk diketahui, Sheikh Jassim adalah putra dari mantan Perdana Menteri Qatar, Sheikh Hamad bin Jassim bin Jaber Al Thani yang merupakan salah satu orang terkaya di Qatar.
Bila terjadi, maka ini akan melampaui kesepakatan olahraga terbesar saat pengusaha Amerika Serikat Todd Boehly membeli Chelsea dari Roman Abramovic.
Keluarga Glazer membeli Manchester United dengan nilai 790 juta poundsterling pada 2005. Sementara itu, pelatih Manchester United menegaskan bahwa proses pembelian klub saat ini tidak akan mengganggu konsentrasi bagi dia dan para pemain.
Baca Juga: Mengenal Tradisi Nyadran Menjelang Ramadhan, Bagaimana Asal Usulnya?
“Kami mengikutinya dan Ini adalah klub kita, tetapi kami fokus ke sepak bola, di latihan dan gaya bermain kami,” terangnya.
Menurut pelatih asal Belanda itu, pihaknya sedang berfokus di sepak bola dan cara permainannya. Semantara keluarga Glazer dan para petinggi klub nantinya memiliki fokus di bagian lain.
“Bagaimana menjalankan semuanya, termasuk soal finansial itu urusan mereka,” pungkasnya.***