Ruwatan Sumber Mata Air Owabong di Purbalingga, Ikhtiar Menjaga Kelestarian Alam Dalam Balutan Budaya

Purwokerto

Minggu, 19 Maret 2023 | 18:45 WIB
Ruwatan Sumber Mata Air Owabong di Purbalingga, Ikhtiar Menjaga Kelestarian Alam Dalam Balutan Budaya
Warga antre mendapat sesiwur mata air Owabong yang telah dibacakan doa untuk mendapat keberkahan, padaprosesi ruwatan sumber mata air Owabong, Minggu 19 Maret 2023. (Foto: Afgan)

PURWOKERTO.SUARA.COM, PURBALINGGA - Objek Wisata Air Bojongsari atau populer dengan nama Owabong kini genap berusia 18 tahun. Ibarat manusia, usia 18 tahun adalah usia remaja, usia ketika anak manusia berada pada masa penuh gejolak. Masa pencarian jati diri yang rentan terhadap ketersesatan jalan hidup.

Pada masa ini visi hidup sangat penting sebagai fondasi. Pun ketika membincang Owabong.

Pada usianya yang ke-18, Owabong harus mengenal jati dirinya agar tak lupa pada visi yang menjadi tujuan utamanya. 

Sejatinya, Owabong adalah objek wisata air yang menjadi model bagi wisata air lain, baik di Purbalingga maupun di daerah lain. Namun Owabong unik karena bersumber dari mata air alami.

Walhasil, airnya sejuk. Tidak seperti di destinasi wisata air lain yang kadang beraroma kaporit dan airnya tak sejuk.

Ini tentu terlepas dari berbagai wahana khas yang melengkapi Owabong. Karena Owabong kini memiliki beragam wahana yang membuat pengunjungnya punya banyak pilihan untuk bersenang-senang.

Berangkat dari jati dirinya ini, maka Owabong sangat bergantung pada kelestarian sumber mata airnya. Dengan kata lain, kelestarian lingkungan adalah nyawa dari Owabong.

Sadar dengan realitas ini, Owabong rutin menggelar ruwatan untuk membersihkan sumber mata air Owabong. Prosesi ruwatan digelar setahun sekali menjelang bulan Ramadan.

"Ini juga bermakna pembersihan diri menyambut bulan suci," kata Eko Susilo, Plt Direktur Owabong, Minggu 19 Maret 2023.

baca juga

Ada tiga mata air utama yang menyokong keberadaan Owabong. Tiga sumber mata air atau tuk dalam bahasa Banyumasan itu antara lain Tuk Cikupel, Tuk Wadon dan Tuk Cipawon.

Tuk Cikupel merupakan sumber mata air terbesar di antara tuk lain. Otomatis tuk ini punya sumbangsih paling besar untuk mengairi Owabong.

Tuk Wadon merupakan sumber mata air yang dahulu kala kerap dipakai untuk mandi kaum perempuan. Sementara Tuk Cipawon merupakan sumber mata air yang digunakan untuk mandi kaum lelaki.

Menurut cerita Anom Narmo Purbocarito, tetua adat setempat, tradisi ruwatan sumber mata air dimulai oleh Jaka Saputra, putra Adipati kerajaan Alang-alang Bundel.

Jaka Saputra membabad atau membuka hutan menjadi perkampungan. Karena di perkampungan itu ada sumber mata air besar, maka perkampungan itu diberi nama Banyumudal yang kini jadi nama dusun lokasi Owabong.

Tradisi ruwatan dilakukan menjelang bulan Ramadan. Orang Jawa biasa menyebut Nyadran.

"Ini bermakna pembersihan diri menjelang bulan suci," kata dia.

Tradisi ruwatan ini berjalan turun-temurun dari generasi ke generasi hingga hari ini. Owabong mengemasnya dalam kerangka pertunjukan untuk menghibur pengunjung.

Pada perayaan HUT ke-18 Owabong, diselenggarakan pawai budaya. Ada pertunjukan tari, peragaan kostum unik dan narasi sejarah Owabong yang dimulai dari lapangan Desa Bojongsari hingga ke Owabong.

Sesampainya di Owabong, prosesi ruwatan dimulai. Tiga gadis yang masih lajang sebagai simbol dari tiga mata air didaulat mengambil mata air di Sendang Tirta Panguripan, yaitu kolam mata air kehidupan.

Mata air ini lalu ditampung menjadi sstu dalam kendi warna emas di panggung utama. Tetua adat setempat kemudian merapalkan mantra-mantra di atas kendi tersebut.

Mereka yang percaya keberkahan mata air yang dirapali mantra ini mengantre untuk mendapatkan sesiwur air untuk membasuh muka dan kepala. Antrean pun dimulai dari Plt Direktur Owabong diikuti staf dan warga setempat.

"Ini bukan amalan agama, ini hanya tradisi," ujar Ki Anom.

Selain menjadi upacara tradisi, momen ruwatan ini juga memberi suguhan berbeda bagi pengunjung Owabong yang membeludak hari itu. Sebab, tak setiap saat pengunjung bisa menikmati sajian kearifan lokal seperti ini.***

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Polres Purbalingga Berburu Pelanggar Lalu Lintas di Malam Minggu, Pelanggar Lalu Lintas Kocar-kacir

Polres Purbalingga Berburu Pelanggar Lalu Lintas di Malam Minggu, Pelanggar Lalu Lintas Kocar-kacir

Purwokerto | Minggu, 19 Maret 2023 | 15:06 WIB

Pengumuman, KPU Purbalingga Umumkan Hasil Penataan Dapil untuk Pemilu 2024

Pengumuman, KPU Purbalingga Umumkan Hasil Penataan Dapil untuk Pemilu 2024

Purwokerto | Sabtu, 18 Maret 2023 | 20:13 WIB

Tips Sukses Kuliah Versi Lulusan Terbaik Unsoed Purwokerto 2023

Tips Sukses Kuliah Versi Lulusan Terbaik Unsoed Purwokerto 2023

Purwokerto | Jum'at, 17 Maret 2023 | 15:30 WIB

Kasus Cek Palsu di Purbalingga, Warga Ciamis Tersangka Kedua Untung Rp 1,2 Miliar

Kasus Cek Palsu di Purbalingga, Warga Ciamis Tersangka Kedua Untung Rp 1,2 Miliar

Purwokerto | Jum'at, 17 Maret 2023 | 14:58 WIB

Terkini

3 Pilihan Tablet Samsung 5G Terbaik, Koneksi Kencang Tanpa Bergantung WiFi

3 Pilihan Tablet Samsung 5G Terbaik, Koneksi Kencang Tanpa Bergantung WiFi

Tekno | Sabtu, 27 Juni 2026 | 17:15 WIB

Ulasan Film Jangan Buang Ibu: Menggugat Stigma Panti Jompo dan Makna Berbakti

Ulasan Film Jangan Buang Ibu: Menggugat Stigma Panti Jompo dan Makna Berbakti

Your Say | Sabtu, 27 Juni 2026 | 17:05 WIB

Tunda Nyicil Scoopy Baru, Yamaha Grand Filano Bekas Lebih Murah, Mending Mana?

Tunda Nyicil Scoopy Baru, Yamaha Grand Filano Bekas Lebih Murah, Mending Mana?

Otomotif | Sabtu, 27 Juni 2026 | 17:03 WIB

Rumah Warga di Benhil Jakpus Hancur Gegara Tanah Longsor, Begini Penampakannya

Rumah Warga di Benhil Jakpus Hancur Gegara Tanah Longsor, Begini Penampakannya

Video | Sabtu, 27 Juni 2026 | 17:00 WIB

Comeback Sensasional Afrika Selatan: Resmi Lolos 32 Besar Pertama Kalinya

Comeback Sensasional Afrika Selatan: Resmi Lolos 32 Besar Pertama Kalinya

Your Say | Sabtu, 27 Juni 2026 | 16:55 WIB

5 Peserta SPPI Tewas, TB Hasanuddin Desak Latihan Militer Calon Manajer Koperasi Dihentikan

5 Peserta SPPI Tewas, TB Hasanuddin Desak Latihan Militer Calon Manajer Koperasi Dihentikan

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 16:42 WIB

Rekomendasi Ombre Lip Cream OMG yang Tahan Lama dan Tidak Kering, Lengkap dengan Review Pengguna

Rekomendasi Ombre Lip Cream OMG yang Tahan Lama dan Tidak Kering, Lengkap dengan Review Pengguna

Lifestyle | Sabtu, 27 Juni 2026 | 16:40 WIB

Misi Mustahil: Saat Negara Kecil Berpenduduk 500 Ribu Jiwa Siap Guncang Argentina di Piala Dunia

Misi Mustahil: Saat Negara Kecil Berpenduduk 500 Ribu Jiwa Siap Guncang Argentina di Piala Dunia

Your Say | Sabtu, 27 Juni 2026 | 16:35 WIB

5 Serum Lokal di Bawah Rp50 Ribu untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun, Lengkap dengan Review

5 Serum Lokal di Bawah Rp50 Ribu untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun, Lengkap dengan Review

Lifestyle | Sabtu, 27 Juni 2026 | 16:35 WIB

Koneksi dan Loyalitas Jadi Jalan Pintas, Apa Kabar Meritokrasi?

Koneksi dan Loyalitas Jadi Jalan Pintas, Apa Kabar Meritokrasi?

Your Say | Sabtu, 27 Juni 2026 | 16:35 WIB

×