Fenomena Langit Jelang Lebaran 2023, Ini Sederet Fakta Gerhana Matahari Hybrid

Purwokerto

Jum'at, 07 April 2023 | 20:27 WIB
Fenomena Langit Jelang Lebaran 2023, Ini Sederet Fakta Gerhana Matahari Hybrid
Ilustrasi Gerhana ((istockphoto))

PURWOKERTO.SUARA.COM Pada April 2023 akan terjadi fenomena langit yang cukup langka. Menjelang Lebaran nanti akan terjadi fenomena alam gerhana Matahari tepatnya pada 20 April 2023. Berikut sederet fakta gerhana Matahari menjelang Lebaran 1444 H.

Gerhana Matahari terjadi saat Matahari, Bulan, dan Bumi berada pada satu garis lurus. Penampakan Matahari akan terhalang oleh Bulan, dan fenomena ini dapat diamati dari Bumi yang menjadi tempat jatuhnya sinar matahari.

Menariknya, gerhana matahari 20 April 2023 ini terjadi hanya beberapa hari saja sebelum lebaran 2023 atau Hari Raya Idul Fitri 1444 H.

1. Gerhana Matahari Hybrid

Gerhana Matahari pertama di tahun ini disebut hybrid. Hal ini lantaran gerhana matahari ini akan dapat diamati dalam dua bentuk fenomena yang berbeda. Gerhana Matahari Hybrid akan tampak sebagai gerhana Matahari cincin di beberapa area, dan gerhana matahari total di beberapa area lain.

Biasanya, kedua jenis gerhana Matahari ini tidak terjadi bersamaan. Namun karena posisi dinamis Matahari, Bulan, dan Bumi, maka gerhana hybrid tersebut akan dapat dinikmati. Indonesia menjadi salah satu negara yang dapat melihat keduanya di tempat berbeda.

2. 3 Macam Bayangan Bulan

Pada gerhana matahari biasanya bayangan Bulan yang muncul adalah umbra dan penumbra saja. Gerhana Matahari Hybrid setidaknya ada tiga jenis bayangan bulan yang akan muncul. Pertama antumbra, penumbra, dan umbra.

Antumbra adalah bayangan yang tercipta pada gerhana Matahari cincin, kemudian penumbra adalah bayangan yang tercipta dari gerhana Matahari sebagian, dan umbra adalah bayangan yang terjadi karena gerhana Matahari total ketika semua piringan Matahari tertutup oleh bulan.

baca juga

3. Gerhana Pertama di Tahun 2023

Pada 2023 diprediksi akan terjadi sedikitnya empat kali gerhana. Dua diantaranya adalah gerhana Matahari, dan dua sisanya adalah gerhana Bulan.

Gerhana pada 20 April 2023 menjadi gerhana matahari 2023 pertama yang bisa diamati di Indonesia. Untuk dapat mneikmati fenomena langit ini, perlu menempatkan diri pada tempat dan waktu yang tepat.

Selanjutnya akan ada gerhana Bulan penumbra yang diprediksi akan terjadi pada tanggal 5 hingga 6 Mei 2023, yang dapat diamati dari wilayah Indonesia.

Gerhana berikutnya adalah gerhana Matahari, yang diperkirakan terjadi pada tanggal 14 Oktober 2023. Namun gerhana Matahari kedua ini tidak tampak dari Indonesia.

Gerhana terakhir adalah gerhana Bulan yang akan terjadi pada tanggal 29 Oktober 2023 mendatang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Mulai Bulan April Ini, Fenomena Astronomi Akan Terlihat di Langit Indonesia : Ada Gerhana Matahari Hibrida Juga

Mulai Bulan April Ini, Fenomena Astronomi Akan Terlihat di Langit Indonesia : Ada Gerhana Matahari Hibrida Juga

Purwokerto | Minggu, 02 April 2023 | 21:59 WIB

Apa Itu Gerhana Matahari Hibrida, Warnai Ramadhan Tahun Ini

Apa Itu Gerhana Matahari Hibrida, Warnai Ramadhan Tahun Ini

Purwokerto | Sabtu, 25 Maret 2023 | 11:13 WIB

Terkini

Pameran Foto "Perisai Tunas" Soroti Perlindungan Anak di Ruang Digital

Pameran Foto "Perisai Tunas" Soroti Perlindungan Anak di Ruang Digital

Foto | Jum'at, 26 Juni 2026 | 06:00 WIB

Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB

Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB

Sumsel | Kamis, 25 Juni 2026 | 23:52 WIB

BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026

BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026

Sumsel | Kamis, 25 Juni 2026 | 23:32 WIB

AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?

AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?

Bola | Kamis, 25 Juni 2026 | 23:03 WIB

Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela

Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela

Bola | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:51 WIB

Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel

Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel

Sumsel | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:46 WIB

3  Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan

3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:42 WIB

Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km

Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:41 WIB

Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2

Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2

Banten | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:30 WIB

Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel

Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel

Sumsel | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:21 WIB