PURWOKERTO.SUARA.COM, BANYUMAS - Kisah sukses pengusaha kopi merek Kopi Mukidi di Kabupaten Temanggung menarik dikaji. Kajian di antaranya dilakukan Dosen Magister Ilmu Komunikasi Unsoed, Dr Adhi Iman Sulaiman SIP MSi bersama mahasiswanya.
Kepada tim peneliti Unsoed ini, Mukidi (49) menceritakan banyak hal, mulai dari sejarah tanaman kopi di Temanggung, cara menanam kopi sampai petik hingga menyajikannya dalam secangkir kopi dengan berbagai teknik.
Adhi juga memaparkan manajemen hitung-hitungan bisnis hingga bagaimana cara memberdayakan petani untuk meningkatkan kesejahteraannya dari bertanam kopi.
Mukidi bersama dengan istrinya mulai memproduksi kopi olahan yang diberi nama Kopi Jawa. Kopi Jawa berbahan baku kopi arabika asal Temannggung.
Selanjutnya usaha berkembang hingga beberapa merek dihasilkan. Pada tahun 2013, Mukidi membangun merek Kopi Mukidi yang terdiri dari berbagai jenis kopi, mulai dari arabika hingga robusta.
Dengan tatanan rumah ala desa, pembeli bisa menikmati secangkir kopi dengan sajian aneka gorengan, seperti pisang goreng chrispy, stik tahu, kentang goreng maupun roti gulung.
Kini Mukidi menjual beraneka kopi, mulai kopi tubruk, V60, Vietnam drip, French Press, Mokapot, Espresso, Aero Press, Latte Coffe, White Cofee, Brown Cofee, Kopi Susu, Chocolate Cofee, Coklat dan Fresh Milk. Harganya kisaran Rp 5 ribu hingga Rp 17 ribu per cangkir.
Di Rumah Kopi Mukidi, pengunjung juga bisa membeli kopi Mukidi kemasan bubuk untuk oleh-oleh dalam lima pilihan. Yakni kopi Lanang, Arabika, Robusta, Arabusta dan Spesial Blend. Harganya dibandrol mulai dari Rp25 ribu - Rp 35 ribu per 100 gram. Juga dijual berbagai ukuran di atas 100 gram, dengan harga bervariasi.
Periset dan dosen Unsoed Adhi Iman Sulaiman mengkaji kesuksesan Kopi Mukidi di Dusun Jambon, Desa Gandurejo, Kecamatan Bulu Kabupaten Temanggung selama dua hari. Bersama 20 mahasiswa, terdiri 10 mahasiwa Progran Studi Magister Ilmu Komunikasi (MIK) Unsoed angkatan 2022, 10 Mahasiswa S1 Ilmu Komunikasi angkatan 2017 dan 2022 dan alumni.
Baca Juga: 4 Jenis Tanaman Hias yang Bikin Interior Rumah Makin Cantik, Apa Saja?
Selain di Kopi Mukidi, ia juga pernah melakukan riset di UKM Kopi Potorono di Desa Sambak, Kecamatan Kajoran, Kabupaten Magelang.
"Para mahasiswa ini belajar secara langsung kepada para pelaku UKM untuk berinteraksi, merekontruksi dan menganalisis kesuksesaan pelaku UKM Kopi ini," kata Adhi Iman Sulaiman.***