PURWOKERTO.SUARA.COM – Bagi umat Islam tentunya sangat mengenal serta memahami serta mengerti tentang puasa Arafah.
Puasa Arafah adalah puasa sunah yang dilaksanakan pada tanggal 9 Dzulhijah dimana pada waktu ini bertepatan dengan pelaksanaan ibadah wukuf di Arafah yang dilakukan oleh jamaah haji.
Berbekal dari sejarah serta perstiwa tersebut maka puasa sunnah tersebut dinamakan sebagai puasa Arafah.
Bagi umat Islam yang mengerjakan puasa Arafah, maka dijanjikannya ampunan dosa setahun yang telah lalu dan setahun lagi yang akan datang oleh Allah SWT.
Adapun penamaan Arafah sendiri ternyata ada hubungannya dengan peristiwa nabi Ibrahim yang mendapatkan wahyu untuk menyembelih putranya melalui mimpi.
Diketahui dari berbagai sumber dan hadist nabi, pada hari kesembilan pada bulan Dzulhijjah itulah nabi Ibrahim yakin bahwa mimpinya benar.
Maka untuk mengabadikan peristiwa tersebut, yakni kejadian di saat hati nabi Ibrahim yakin atas mimpinya, maka hari kesembilan bulan Dzulhijjah dinamai dengan hari keyakinan atau hari Arafah.
Berikut beberapa makna puasa Arafah yang dilansir dari berbagai sumber :
- Puasa Arafah hukumnya sunah muakkadah, sangat dianjurkan bagi umat Islam yang mampu, kecuali bagi jemaah haji yang sedang wukuf.
[[
- Adapun bagi jemaah haji yang sedang di Arafah tidak disunahkan untuk puasa di Arafah.
Baca Juga: SMAN 1 Karangkobar Berjaya di Gladi Widya Banjarnegara 2023
- Nabi Muhammad SAW menegaskan keutamaan puasa Arafah, yaitu dapat menghapus dosa.***Alwan