PURWOKERTO.SUARA.COM – Berkunjung ke Kota Bandung tidak hanya menyimpan beragam destinasi wisata dengan bangunan megah nan mewah.
Ada beberapa Mall yang kembang kempis bertahan untuk bisa terus bertahan di Kota Kembang berjarak 95,2 Km dari Bandara Internasional Kertajati.
Termasuk pusat perbelanjaan di Jalan Jenderal Ibrahim Adjie Nomor 47, Kota Bandung, Jawa Barat. Di sana ada salah satu pusat perbelanjaan yang memiliki sejarah panjang di Kota Bandung.
Namun, saat ini kondisinya sangat memprihatinkan karena persaingan dalam industri retail di Kota Bandung semakin meningkat.
Dikutip dari Kanal YouTube Ramza TV pada Selasa 22 Agustus 2023, Pusat perbelanjaan ini bernama Bandung Trade Mall (BTM).
Kini Mall ini mengalami perubahan yang memprihatinkan, mencerminkan perubahan tren dan dinamika dalam dunia perbelanjaan.
BTM pada masa lalu pernah menjadi destinasi favorit bagi warga Kota Bandung dan pengunjung dari luar kota untuk berbelanja, bersosialisasi, dan menikmati hiburan.
Kehadiran berbagai toko, restoran, dan fasilitas hiburan menjadikan BTM sebagai tempat yang ramai dan bersemangat.
Sayangnya, dengan perkembangan teknologi dan munculnya saingan baru, seperti belanja online dan pusat perbelanjaan modern lainnya, tren kunjungan ke BTM dan mall lainnya berubah.
Fenomena ini tidak hanya terjadi di BTM tetapi juga di banyak pusat perbelanjaan tradisional lainnya di seluruh dunia.
Kondisi BTM yang sepi dan lantai yang kosong, terutama di lantai 3, mencerminkan perubahan perilaku konsumen dan tantangan ekonomi.
Perubahan ini menjadi tantangan bagi para pemilik pusat perbelanjaan untuk beradaptasi dengan perubahan tren dan mengembangkan strategi baru agar tetap relevan dan menarik bagi pengunjung.
Namun, meskipun mengalami perubahan kondisi, sejarah dan nilai BTM tetap berharga dalam komunitas Bandung.
BTM yang ada di Kota Bandung ini memiliki tempat khusus dalam ingatan warga Bandung yang telah mengunjunginya pada masa lalu.
Apalagi dengan inovasi dan upaya yang tepat, BTM masih memiliki potensi untuk bertransformasi dan menemukan kembali tempatnya dalam dunia perbelanjaan modern. ***