PURWOKERTO.SUARA.COM – Berbagai proyek tidak selalu berjalan mulus, termasuk di Jalan Cisuba, Kelurahan Taman Sari, Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat berjarak 92,4 Km dari Bandara Halim Perdana Kusuma Jakarta.
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan industri di era 4.0, muncul harapan baru dalam bentuk proyek di perbukitan Kabupaten Sukabumi. Proyek ini diharapkan dapat menjadi pusat pengembangan industri dan teknologi, sejenis dengan ikonik Silicon Valley di Amerika Serikat.
Namun, setelah dua tahun berjalan sejak groundbreaking pada 9 Juni 2021, proyek ini terhenti dan dibiarkan dalam keadaan mangkrak hingga saat ini. Berbagai peninggalan bangunannya tampak dibiarkan begitu saja tanpa ada kejelasan.
Dikutip dari Kanal YouTube Potagoya Channel pada Jumat 25 Agustus 2023, tempat ini disebut Bukit Algoritma. Lokasi ini awalnya dipandang sebagai peluang besar dalam memajukan industri dan teknologi di Indonesia.
Sebab dengan sumber daya manusia yang handal dan potensi alam yang memadai, proyek ini diharapkan bisa menjadi pusat inovasi dan kolaborasi di bidang teknologi dan industri. Namun, dalam perjalanannya, proyek ini menghadapi berbagai tantangan dan kendala.
Perkembangan proyek yang lambat dan minimnya transparansi dari pihak pengelola membuat masyarakat dan pemerhati proyek semakin skeptis terhadap kelanjutan proyek ini hingga menyisakan bangunan yang terbengkalai.
Meskipun telah berjalan selama dua tahun sejak groundbreaking, progres nyata proyek ini belum terlihat. Tahap pertama pengerjaan yang direncanakan berlangsung selama tiga tahun pun belum menunjukkan hasil yang memuaskan.
Hal inilah yang membuat masyarakat bertanya-tanya mengenai kemungkinan kelanjutan proyek ini di masa mendatang. Mangkraknya proyek Bukit Algoritma juga berdampak pada masyarakat sekitar dan ekonomi lokal.
Harapan untuk lapangan pekerjaan dan perkembangan ekonomi daerah yang semakin terhenti tentu menjadi hal yang memprihatinkan. Bukit Algoritma merupakan contoh nyata bahwa proyek teknologi dan industri, meskipun memiliki potensi besar, tetap menghadapi tantangan besar dalam hal keberlanjutan dan pengelolaan.
Baca Juga: Program Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng, Cegah Kematian Ibu dan Bayi
Perlu adanya komitmen, transparansi, serta kolaborasi yang kuat untuk memastikan proyek semacam ini bisa berjalan dengan baik dan tidak terbengkalai. Meskipun proyek Bukit Algoritma sempat diharapkan sebagai pusat inovasi dan pengembangan industri 4.0 di Indonesia.
Ironisnya kini malah menjadi contoh proyek mangkrak yang meninggalkan tanda tanya besar. Keberlanjutan dan masa depan proyek ini menjadi perbincangan masyarakat, sementara tantangan dalam pengelolaan dan pelaksanaan proyek semacam ini menjadi pelajaran berharga bagi pengembangan teknologi dan industri di tanah air.***