PURWOKERTO.SUARA.COM – Bagi warga di Kabupaten Pemalang di Jawa Tengah tentu nama PT Texmaco Jaya merupakan perusahaan yang tidak asing. Apalagi sepak terjangnya di saat masa jayanya hingga menjadi tumpuan warganya.
Pabrik ini beralamat di Komplek Texmaco, Blok G8, Kelurahan Pelutan, Kecamatan Taman berjarak 4,9 Km dari Alun-alun Kabupaten Pemalang. Di sana ada bekas bangunan perusahaan tekstil yang memiliki sejarah yang cukup panjang di Indonesia.
Dikutip dari Kanal YouTube Wong Cilik studio pada Minggu 10 September 2023, pabrik ini mengalami perjalanan yang berliku dan akhirnya berujung pada kondisi terbengkalai. PT Texmaco Jaya didirikan pada tahun 1970 di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah.
Pabrik tekstil ini memproduksi berbagai jenis produk tekstil seperti kain, pakaian jadi, dan produk-produk tekstil lainnya. Pada awalnya, PT Texmaco Jaya adalah salah satu perusahaan tekstil terkemuka di Indonesia.
Produksinya berkualitas dan banyak dipasarkan baik di dalam negeri maupun di pasar internasional. Perusahaan ini juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian dan lapangan kerja di daerah setempat.
Seperti banyak perusahaan lainnya, PT Texmaco Jaya juga terdampak oleh krisis ekonomi yang melanda Indonesia pada tahun 1998. Krisis tersebut menyebabkan penurunan permintaan, kesulitan finansial, dan berbagai tantangan lain bagi perusahaan.
Akibat tekanan ekonomi yang berkepanjangan, PT Texmaco Jaya mengalami penurunan kinerja yang signifikan. Beberapa faktor seperti biaya produksi, persaingan global, dan perubahan dalam tata niaga tekstil juga berkontribusi terhadap kondisi perusahaan yang semakin sulit.
Perusahaan yang mengalami kesulitan finansial seringkali mengalami dampak terhadap aset fisiknya, termasuk fasilitas pabrik. Dalam kasus PT Texmaco Jaya, kompleks pabrik yang dahulu aktif dan produktif kini dibiarkan terbengkalai.
Selain itu, ada kemungkinan dampak terhadap lingkungan sekitar akibat kurangnya pemeliharaan dan pengelolaan. Kondisi pabrik yang terbengkalai dapat berdampak pada masyarakat di sekitarnya, baik dari segi ekonomi maupun lingkungan.
Pemerintah setempat mungkin juga terlibat dalam upaya mencari solusi, seperti revitalisasi atau penggunaan kembali lahan. Terlepas dari kondisi terbengkalai, ada potensi untuk melakukan revitalisasi terhadap area pabrik.
Pemerintah atau pihak swasta dapat mempertimbangkan berbagai opsi, seperti mengubah area tersebut menjadi kawasan industri lain, ruang komersial, atau proyek revitalisasi yang lain agar tidak mengkrak dan terbengkalai.***