PURWOKERTO.SUARA.COM – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mendukung upaya konversi energi serta berbagai inovasi yang lahir dari masyarakat akar rumput.
Hal tersebut dikemukakan Kepala Organisasi Riset Energi dan Manufaktur (OR-EM) Haznan Abimanyu saat diskusi dan sosialisasi pengembangan inovasi bahan bakar minyak dasar limbah plastik pada Rabu 30 Agustus 2023 diruang vicon Baperlitbang Banjarnegara.
“Hal itu sebagai komitmen pemerintah dalam mewujudkan Net Zero Emmision (NZE) tahun 2060,” ujarnya.
Lebih jauh Haznan menjelaskan, kebutuhan energi di Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun dan di sisi lain, ketersediaan energi fosil semakin menurun serta tuntutan pengendalian climate change.
“Sehingga trend ke depan adalah mengurangi porsi energi fosil dengan menaikkan penggunaan Energi Baru Terbarukan (EBT),” lanjutnya.
Tekait kondisi tersebut, BRIN saat ini telah menjalin kerja sama dengan pemerintah Kabupaten Banjarnegara mengenai penelitian berkelanjutan, mutu, serta kinerja penggunaan bahan bakar berbahan dasar sampah plastik.
“Kami berharap melalui kegiatan ini dapat menjadikan riset sebagai dasar dalam menentukan kebijakan pemerintah kabupaten Banjarnegara,” tegasnya.
Selain itu pihaknya juga berharap, kegiatan ini menjadikan kolaborasi pemerintah pusat dan daerah dalam menjawab permasalahan pada unit struktur pemerintahan yang paling rendah yakni desa.
Sementara itu Kepala Baperlitbang Banjarnegara Yusuf Agung Prabowo menjelaskan, beberapa hasil kegiatan dan kajian telah diperoleh dan menjadikan catatan penting bagi penerintah daerah.
Baca Juga: Siswa Nekat Tanya Mengapa Kabupatennya Termiskin di Jawa Tengah, Jawaban Bupati Ini tak Terduga
“Adapun hasilnya antara lain analisis ekonomi terkait produksi minyak, metodologi dalam uji mutu dan uji kinerja mesin, hasil uji mutu minyak serta uji kinerja mesin dan emisi yang dihasilkan pada penggunaan bahan bakar berbahan dasar sampah plastik,” ujarnya.
Pihaknya menjelaskan, selain pemaparan dan diskusi yang dilaksanakan juga dilakukan kunjungan ke lokus kegiatan di Bank Sampah Banjarnegara (BSB) yang ada di Desa Kasilib Kecamatan Wanadadi yang memproduksi bahan bakar berbahan dasar sampah plastik.
Sosialisasi tersebut juga dihadiri oleh Kepala PR Sistem Produksi Berkelanjutan dan Penialaian Daur Hidup (PR SPBPDH), dan para Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Banjarnegara..
Selain sosiaisasi dan diskusi, pada kesempatan tersebut, tim riset yang hadir mengkonfirmasi cara kerja mesin dalam menghasilkan bahan bakar berbahan dasar sampah plastik dan perlakuan lanjut bahan bakar sehingga dapat dimanfaatkan pada alat mesin pertanian bahkan mesin kendaraan bermotor.
Hasil kajian ekonomi diketahui total biaya produksi bahan bakar berbahan dasar sampah plastik di BSB dalam satu tahun sebesar Rp. 248.265.025 rupiah.
Data empiris hasil kajian mutu produk dan kinerja mesin juga memberikan hasil yang baik sehingga pemerintah kabupaten dapat mempertimbangkan untuk memberikan izin berusaha kepada BSB. UU No. 22 Tahun 2008 Tentang Sampah.**Alw