PURWOKERTO.SUARA.COM – Berkunjung ke Kota Jakarta pasti pandangan kita akan tersita dengan adanya bangunan yang mencolok di Jalan MT Haryono, Kecamatan Pancoran, Kota Jakarta Selatan berjarak 5,7 Km dari Bandara Halim Perdana Kusuma.
Di sana ada sebuah bangunan yang menjulang tinggi dengan desain yang klasik namun mencolok berdiri kokoh di tengah Kota Jakarta. Bangunan ini telah menyimpan berbagai cerita sejak didirikan pada tahun 1995.
Apalagi dengan Gaya arsitektur klasik Romawi yang diusung oleh bangunan ini telah menjadikannya sebagai landmark yang unik di tengah gemerlapnya gedung-gedung modern di sekitarnya Jakarta Selatan.
Dikutip dari Kanal YouTube JOEL KRIWIL TV pada Kamis 31 Agustus 2023, bangunan ini Bernama Menara Saidah. Sejarah panjang bangunan ini dimulai pada tahun 1995, ketika konstruksi bangunan ini dimulai.
Tidak kurang dari tiga tahun diperlukan untuk menyelesaikan proyek ambisius ini hingga akhirnya layak ditempati. Namun karena krisis, peresmiannya baru dilakukan pada tahun 2001, menandai awal dari peran pentingnya sebagai pusat aktivitas bisnis dan komersial di daerah tersebut.
Bangunan setinggi 24 lantai ini memancarkan keanggunan dalam desainnya yang terinspirasi oleh gaya arsitektur Romawi klasik. Bahkan dengan tiang-tiang tegak, lengkungan yang megah, dan detail-detail artistik, Menara Saidah benar-benar berdiri sebagai monumen yang mengesankan.
Keberaniannya untuk tampil berbeda dari arsitektur modern sekitarnya menjadikannya lebih dari sekadar bangunan ia adalah karya seni yang memukau di jantung Kota Jakarta Selatan. Puncak popularitas Menara Saidah terjadi pada masa awal operasinya.
Hingga saat itu, sekitar 34 perusahaan telah menjadikan bangunan ini sebagai rumah bagi kantor-kantor mereka. Namun, kesuksesan ini tidak bertahan lama karena seiring berjalannya waktu perusahaan yang menempati bangunan itu secara berangsur memilih untuk pindah.
Salah satu alasan yang paling terlihat adalah biaya sewa yang semakin melambung tinggi seiring berjalannya waktu. Hal itu membuat perusahaan-perusahaan tersebut mulai mencari alternatif lain yang lebih terjangkau.
Baca Juga: Breaking News, Bukit Sipandu di Batur Banjarnegara Terbakar
Perlahan namun pasti, ruang-ruang kantor di Menara Saidah menjadi kosong. Puncaknya pada tahun 2007, bangunan yang pernah ramai dengan aktivitas pekerjaan menjadi sunyi, senyap dan sepi. Gedung yang kosong dan sepi menghadirkan nuansa berbeda apalagi itu berlangsung lama.
Namun, cerita tentang Menara Saidah tidak berhenti di sini. Setelah ditinggalkan oleh para penyewa, bangunan ini mulai dikelilingi oleh berbagai cerita kurang sedap. Salah satunya adalah rumor mengenai kondisi konstruksi bangunan yang miring.
Meskipun tidak ada konfirmasi resmi mengenai hal ini, cerita tersebut telah memberikan tambahan nuansa misteri pada bangunan yang telah ditinggalkan. Tidak hanya itu, Menara Saidah juga menjadi subjek berbagai cerita mistis dan urban legend.
Kisah-kisah mengenai penampakan makhluk halus, suara-suara aneh, dan pengalaman gaib mulai mewarnai pandangan masyarakat terhadap bangunan ini. Beberapa orang bahkan menganggap bangunan ini sebagai tempat yang angker dan penuh dengan energi negatif.
Sebagai suatu monumen bersejarah, Menara Saidah telah menciptakan jejak yang mendalam dalam kisah perkotaan Jakarta Timur. Sebab dari kejayaannya sebagai pusat bisnis hingga sunyi dan kini dikelilingi oleh misteri.
Bangunan ini seperti simbol kompleks dari perubahan waktu dan pergeseran arus kehidupan. Mungkin, di balik kesunyian dan cerita mistisnya, Menara Saidah masih menyimpan banyak rahasia yang belum terungkap. Mau mencoba berkunjung ? ***