PURWOKERTO.SUARA.COM, BANJARNEGARA- Kabupaten Banjarnegara terkenal dengan daerah rawan bencana longsor. Bahkan, beberapa dusun atau kampung dalam sejarahnya pernah lenyap tersapu longsor.
Ratusan jiwa melayang akibat insiden mengerikan tersebut.
Salah satu tragedi mengerikan di Banjarnegara dalag peristiwa longsor yang menimpa Dusun Gunungraja Desa Sijeruk Kecamatan Banjarmangu, 2006 lalu.
Kampung itu memang berada persis di kaki gunung Pawinihan. Berpuluh-puluh tahun hidup aman dan nyaman di tempat itu, tiba-tiba bencana besar melanda. Bukit di atas perumahan itu ambrol sehingga materialnya mengubur rumah dan seisinya.
Karena peristiwa terjadi sekitar subuh, banyak warga yang masih berada di dalam rumah. Sebagian masih tidur lelap. Sehingga banyak korban berjatuhan karena tak mampu menyelamatkan diri. Apalagi peristiwa longsor datang begitu cepat.
Seratusan warga tewas atau hilang tak ditemukan jasadnya. Ini menjadi salah satu tragedi paling mengerikan di Banjarnegara sepanjang sejarah.
Sebagian warga yang selamat langsung diungsikan ke tempat yang lebih aman. Dalam perjalanannya, warga yang selamat dibuatkan hunian tetap atau direlokasi ke tempat yang lebih aman.
Saat ini, setelah puluhan tahun insiden berlalu, mereka masih menempati hunian tetap di Dusun Gunungraja.
Sementara lokasi bekas pemukiman yang terkubur kini sudah berubah bentuk. Nyaris tidak terlihat bekas bencana.
Lahan bekas pemukiman yang terkubur tanah longsor itu kini berubah menjadi kebun belantara.
Kebun itu rata-rata ditanami tanaman salak yang menjadi matapencaharian warga.