PURWOKERTO.SUARA.COM, Gunung Sipandu Dieng terbakar setidaknya dua kali dalam sepekan di musim kemarau baru-baru ini.
Kebakaran di hutan gunung itu sempat membuat warga heboh. Kejadian itu bisa disaksikan jelas dari pemukiman, khususnya dari Desa Karangtengah Kecamatan Batur Banjarnegara.
Api nampak berkobar di hutan dengan asap membumbung ke langit. Karena lokasi jauh dari pemukiman, pemadaman cukup sulit dipadamkan.
Beruntungnya api bisa padam kemudian sehingga dampak kebakaran tidak meluas.
Gunung Sipandu sendiri sudah dibuka untuk pendakian.
Berbeda dengan gunung Jawa lainnya, gunung Sipandu di Dieng bisa didaki hanya sekitar 30-40 menit.
Gunung Sipandu berada di dekat Gunung Prau yang selama ini menjadi favorit pendakian.
Yang unik dari gunung Sipandu ini bukan hanya pada pemandangannya yang indah. Gunung itu ternyata punya situs purbakala.
Tahun 2020 lalu, pendaki menemukan benda purbakala berupa struktur batu memanjang di ketinggian sekitar 2000 mdpl gunung Sipandu.
Struktur batu itu diduga sebagai tangga yang dibuat manusia zaman dahulu. Tangga sendiri merupakan sarana untuk mempermudah warga mencapai ketinggian.
Baca Juga: Jadi Warga Dieng Berat, Mau Masak Tapi Minyak Goreng Membatu
Tangga kuno disebut juga dengan istilah Ondo Budho.
Sumber Belanda sendiri pernah menyebut ada Ondo Budho di sebelah utara Dieng.
Ini sepertinya relevan dengan penemuan situs diduga Ondo Budho di Gunung Sipandu yang berada di sisi utara Dieng.
Tangga kuno disebut terdiri dari dua jenis. Ada yang memiliki anak tangga yang diperuntukkan bagi pejalan kaki.
Namun ada juga Ondo Budho tanpa anak tangga yang dimungkinkan untuk lalu lintas gerobak atau angkutan barang.
Jalan melalui Gunung Sipandu menjadi jalur penghubung antara wilayah utara Dieng