Lebih jauh heni menjelaskan, kampanye model tersebut selain mengusik warga juga sudah tidak efektif lagi di era informasi yang terbuka semacam sekarang.
"Sekarang warga lebih suka melihat rekam jejak politisi di media sosial dan dunia maya, terlebih lagi sebagian pemilih nanti adalah millenial,” lanjutnya.
Heni menjelaskan, pemilih millenial sudah punya pilihan sendiri dan tidak terpengaruh dengan media semacam baliho atau poster di jalanan.
“Mereka lebih tertarik dengan isu yang membumi bagi mereka melalui poster sederhana namkun kaya makna,” pungkasnya.**Alw