PURWOKERTO.SUARA.COM, PURBALINGGA - Demokrasi memang tak menjanjikan kekayaan. Namun demokrasi memberikan akses yang setara untuk meraih kesejahteraan.
Pada tataran yang lebih sederhana, praktik demokrasi memberi akses kepada warga untuk meraih haknya. Di sekolah misalnya, pelajar menggelar pemilihan ketua organisasi di sekolah.
Organisasi inilah yang nantinya menjadi alat bagi pelajar sebagai warga mayoritas di sebuah sekolah untuk memperjuangkan haknya. Baik pemenuhan hak terkait akademik maupun non akademik.
Inilah definisi sejahtera bagi pelajar, yaitu ketika layanan baik sarana dan prasarana maupun rasa aman terpenuhi. Yang kedua penting digarisbawahi karena kesejahteraan juga menyangkut aspek psikis.
SMK Muhammadiyah 3 Purbalingga memulai langkah menuju sejahtera lahir dan batin melalui pemilihan ketua Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) tingkat ranting. Ada 12 calon ketua yang bersaing ketat karena di sekolah ini tidak mengenal ambang batas minimal untuk menjadi ketua IPM.
Di sekolah ini pula, praktik demokrasi yang sehat dipentaskan. Tak ada politik uang, tidak juga mahar politik untuk maju menjadi ketua. Semua punya hak memilih dan dipilih.
"Inilah pembelajaran yang sesungguhnya mengenai sistem demokrasi. Sekolah mendukung penuh sebagai bagian dari Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5)," kata apt Nur Fitri Widianti SSi, Kepala SMK Muhammadiyah 3 Purbalingga.
Pada pemilihan Ketua ranting IPM SMK Muhammadiyah 3 Purbalingga ini, Sakha Asfandiar Aufa terpilih menjadi ketua. Ia didampingi Dina Mawa Novita Sari sebagai sekretaris dan Yabunaya Isna Maujud sebagai bendahara.
Sakha dalam pidato paparan visi misinya menjanjikan totalitas memajukan organisasi dan menjadi penyambung aspirasi pelajar yang memilihnya. Ini sebagai bentuk pertanggungjawaban atas tugas yang ia emban.
"Semua muaranya untuk memajukan SMK Muhammadiyah 3 Purbalingga," kata dia.***