PURWOKERTO.SUARA.COM, BANJARNEGARA- Jika anda jalan-jalan ke Desa Kayuares Kecamatan Pagentan, Banjarnegara, dari kejauhan akan tampak bola berukuran besar di atas gedung tinggi.
Bola itu tampak melayang di atas perumahan warga.
Akan tetapi itu bukanlah bola sungguhan. Mana mungkin ada bola raksasa sungguhan yang besarnya melebihi ukuran pemain.
Itu hanyalah monumen. Monumen bola putih dengan motif bintang kuning dan garis hitam itu dibangun di atas rumah seorang warga.
Bangunan itu berada di lantai lima rumah seorang warga yang dikenal kaya di desa tersebut. Warga memanggil pemilik rumah itu Khodam yang juga pemimpin desa.
Monumen bola itu seperti jadi ikon desa itu. Bangunan itu menunjukkan yang membangunnya adalah maniak sepakbola.
Bukan lah milik desa atau klub ternama yang membangun monumen itu. Monumen itu dibangun oleh Khodam.
Rumah pribadinya tempat monumen bola berada tampak paling megah dari rumah-rumah penduduk di sekitarnya. Rumah dibangun bertingkat lantai lima. Di lantai paling atas itu lah monumen bola berada.
Kecintaan Khodam terhadap dunia sepakbola membuatnya termotivasi untuk membangun monumen itu di rumahnya.
Khodam sendiri memiliki SSB andalas yang membina para pemain sejak usia dini dari desa. Dia sendiri bertindak sebagai direktur atau pengasuhnya.
Di desanya juga ada lapangan rumput yang cukup bagus dan biasa untuk berlatih dan bertanding para pemain.
Lewat monumen itu, ia sepertinya ingin menanamkan rasa cinta sepakbola kepada generasi muda di desanya.
Bersama sejumlah pelatih, ia terus menggembleng anak mulai usia TK sampai sekolah menengah untuk menjadi pesepakbola profesional.