Di sana berjejer warung-warung kecil yang didirikan warga sekitar. Ada sebuah tanah lapang yang menjadi spot utama destinasi tersebut untuk memarkir kendaraan dan bersantai di situ.
Dari tempat itu, Gunung Slamet terlihat gagah, dengan gunung- gunung kecil yang seakan mengawal.
Pemandangan perbukitan nan hijau di sekitar tempat itu menambah segar pikiran. Rasa penat hilang seketika.
Sembari duduk santai dan menghirup udara segar, lebih nikmat menyeruput kopi panas dan makanan yang dijajakan penduduk setempat.
Pengunjung akan betah berlama-lama di tempat yang jauh dari ingar bingar perkotaan. Segala kesemrawutan pikiran juga akan terurai oleh hawa segar pegunungan.
Ini menjadi amunisi baru untuk melanjutkan rutinitas hidup dengan lebih semangat dan optimis.
Dari pusat alun-alun Banjarnegara, wisata gratis ini bisa ditempuh sejauh sekitar 20 kilometer atau 40 menit perjalanan darat.
Meski berada di wilayah terpencil, jalan akses menuju tempat itu terbilang bagus. Hanya sebaiknya tidak ke sana waktu malam hari karena suasana yang sepi.
Pengunjung juga harus berhati-hati saat menikmati tempat itu karena belum ada pagar pembatas dengan jurang yang curam di bawah bukit.
Baca Juga: Masuk Jaringan Sindikat Peredaran Narkoba dari Dalam Lapas, Pemuda di Kebumen Ditangkap
Selamat menjelajah!
![Pemandangan Gunung Slamet dari Angkruk Ranis [Istimewa]](https://media.suara.com/suara-partners/purwokerto/thumbs/1200x675/2023/10/19/1-img-20231019-113144.jpg)