Masyarakat Indonesia sudah ada yang melakukan perjalanan mudik untuk bisa merayakan Hari Raya Idul Fitri bersama keluarga di kampung halaman. Jumlah pemudik ini akan semakin ramai hingga hari H lebaran.
Banyak pilihan transportasi yang digunakan masyarakat saat mudik. Ada yang menggunakan transportasi udara berupa pesawat, darat seperti bus dan kendaraan pribadi maupun laut yaitu kapal.
Meski melakukan perjalanan mudik berjam-jam hingga berhari-hari berhari-hari, tentu sebagai seorang muslim dilarang meninggalkan salat lima waktu yang wajib dikerjakan sehari semalam.
Terus, bagaimana aturan dan hukum salat saat perjalanan mudik.
Aturan Salat di Perjalanan Mudik
Umat muslim diwajibkan untuk menunaikan ibadah salat lima waktu, namun ada beberapa kondisi baginya untuk mendapatkan keringanan dalam menjalankan ibadah salah satunya saat berada dalam perjalanan di atas kendaraan.
Para ulama memperbolehkan umat muslim untuk salat pada saat naik kendaraan. Hal ini sebagaimana mengacu dalam sebuah hadist yang diriwayatkan Jabir bin Abdillah r.a yang berbunyi, “Rasulullah SAW melaksanakan salat sunnah di atas kendaraan tanpa menghadap kiblat” (HR. Bukhari 1094).
Apabila pemudik dalam kondisi perjalanan jauh dan dalam kondisi tertentu yang mendesak, umat muslim dapat menjamak dan qashar salat 5 waktu.
Menurut pendapat ulama, orang yang dapat jamak dan qashar ketika perjalanan jauh minimal 84 kilometer.
Dilansir dari kanal YouTube Al-Bahjah TV diunggah pada 13 Juni 2018 yang berjudul “Bagi Yang Mudik, Ini Penjelasan Sholat Jamak & Qoshor”, Buya Yahya menjelaskan mengenai salat jamak dan qashar.
“Menjamak itu artinya mengumpulkan dua salat, dzuhur dengan ashar, maghrib dan isya. Kalo mengqashar itu salat yang empat jadi dua,” ujar Buya Yahya dikuti dari suara.com, Selasa (26/4/2022).
Banyak permasalahannya orang kesulitan untuk memahami dan mengerti bagaimana mengucapkan niat jamak dan qashar shalat. Hal ini sering kali membuat kesalahan muncul bagi para musafir.
“Adapun niatnya tidak usah susah-susah, dalam hati pakai boso Jowo, Allah paham,” tutur Buya Yahya.
“Kemudian kalau syarat menjamak, ulama mengatakan sama dengan salat mengqashar. Bepergian tujuannya untuk mencapai 84 kilometer meski perjalanannya belum sampai 84 kilometer,” lanjut Buya Yahya.
Salat Jamak
Salat jamak dibagi menjadi dua yakni salat jamak taqdim dan salat jamak takhir. Salat jamak taqdim merupakan salat yang dilakukan di awal waktu yakni meringkas atau mengerjakan dua salat wajib sekaligus di waktu salat yang pertama.
Hal ini seperti contoh salat dzuhur dan ashar dikerjakan di waktu dzuhur.
Sementara itu jamak takhir merupakan dua salat wajib yang dikerjakan di waktu salat yang terakhir. Sebagaimana contoh salat dzuhur dan ashar yang dikerjakan di waktu ashar.
Jika niat jamak tanpa mengqashar shalat, maka dikerjakan empat rakaat dzuhur dan empat rakaat ashar. Apabila memiliki niat menjamak dan qashar sekaligus, berarti shalat dzuhur memiliki 2 rakaat dan dilanjutkan 2 rakaat untuk salat ashar.
Sholat Qashar
Salat qashar merupakan salat wajib yang mengurangi atau meringkas jumlah rakaat salat yang bersangkutan. Adapun 3 salat yang boleh diqashar yakni dzuhur, ashar dan isya yang berjumlah 4 rakaat.
Demikian informasi terkait salat di perjalanan mudik. Semoga bermanfaat bagi masyarakat yang sedang melakukan perjalanan mudik ke kampung halaman untuk berlebaran.