Mirip dengan Grebeg Gunungan, masyarakat Semarang, Jawa Tengah juga punya tradisi Apitan namanya.
Tradisi ini juga biasa dihelat menjelang hari Raya Idul Adha, tujuannya mewujudkan rasa syukur kepada Tuhan atas rezeki yang diberikan berupa hasil bumi.
Praktiknya, diawali baca doa bersama, lalu dilanjut mengarak macam-macam hasil panen ke seluruh penjuru kota.
Seusai arak-arakan, mereka pun menyantap nasi tumpeng juga hasil panen bareng-bareng.
4. Manten Sapi - Pasuruan
Lain lagi dengan tradisi menyambut Idul Adha di Pasuruan, Jawa Timur. Masyarakat di kota ini punya tradisi yang unik juga yang mereka beri nama "manten sapi".
Dalam manten sapi, semua hewan yang bakal dijadikan kurban dirias secantik mungkin seperti layaknya pengantin.
Semua hewan tersebut diberi aksesori yang mentereng, warna-warni: ada kalung bunga tujuh rupa.
Kemudian, dibalut pula dengan kafan, sorban, sajadah. Setelah itu hewan kurban tersebut diarak keliling kota.
Baca Juga: Niat Pesan Ojek Online, Penumpang ini Shock Dapat Pengemudi Beda Pulau
5. Mepe kasur - Banyuwangi
Tradisi ini bisa dibilang unik banget, menjemur kasur secara massal dan serentak buat menyambut Idul Adha.
Coba aja lihat bagaimana kasur-kasur yang dijemur tersebut berjajar di sepanjang jalan Desa Wisata Kemiren, Banyuwangi, Jawa Timur. Unik kan?
Mepe Kasur, buat masyarakat setempat, tentu bukan tanpa makna dong.
Selain sebagai penolak bala dan menjauhkan diri dari hal-hal buruk, tradisi unik ini juga menjadi pengingat buat masyarakat soal kebersihan kasur.
Bahwa kasur itu harus selalu bersih, bebas dari segala macam kotoran, juga penyakit.