Mendag Zulkifli Hasan: Harga Mi instan Tidak Akan Naik Tiga Kali Lipat

Ranah

Kamis, 11 Agustus 2022 | 10:24 WIB
Mendag Zulkifli Hasan: Harga Mi instan Tidak Akan Naik Tiga Kali Lipat
Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan. (Instagram @zul.hasan)

RanahSuara.id - Menanggapi kabar harga mi instan akan mengalami kenaikan tiga kali lipat, Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan memastikan hal itu tidak benar.

Kepastian harga mi instan tidak akan mengalami kenaikan tiga kali lipat disampaikan Zulkifi Hasan saat meninjau harga kebutuhan pangan di Pasar Wates, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis (11/8/2022).

"Mi instan tidak akan naik tiga kali karena gandum memang trennya naik, karena gagal panen di Australia yakni sekitar 67 juta ton gagal panen," ujarnya dikutip dari Suara.com, Kamis (11/8/2022).

Zulkifli Hasan menambahkan, bahwa kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) beberapa waktu lalu ke Rusia membawa dampak baik terhadap ketersediaan dan pasokan gandum di Indonesia.

"Presiden pergi ke Rusia dan ternyata berhasil, gandum bebas sekarang. Jadi pasar gandum akan dibanjiri oleh Ukraina. Kemudian Australia panennya berhasil, Kanada berhasil, Amerika berhasil," ucapnya

"Justru menurut saya, gandum pada September akan turun harganya, trennya akan turun. Jadi kalau tiga kali tidak lah, kalau ada kemarin naik sedikit iya. Sehingga, inflasi kita 4 persen, 5 persen jadi naiknya segitu, tapi cenderung September akan turun," bebernya.

Sebelumnya, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, kenaikan harga mi instan memang tak dapat dihindari akibat kenaikan harga gandum dan produk turunannya.

Termasuk tepung terigu yang menjadi bahan baku utama mi instan.

Saat ini harga gandum internasional melambung ke angka USD 12,77 per bushel. Di pasar domestik, harga tepung terigu berada di kisaran Rp13.000 per kg.

baca juga

Padahal sebelumnya harga produk tersebut berada di bawah Rp10.000. Kenaikan harga mie instan ini sudah dapat diprediksi.

Secara tidak langsung invasi yang dilancarkan Rusia pada Ukraina mempengaruhi pasokan gandum ke seluruh dunia yang merupakan bahan baku utama dalam membuat mie instan.

Untuk diketahui, sekitar 40 persen kebutuhan gandum dunia didatangkan dari kedua negara tersebut.

Dengan demikian, perang kedua negara menghambat hampir separuh pasokan kebutuhan gandum bagi warga seluruh dunia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Zulkifli Hasan Jelaskan soal Kabar Harga Mi Instan Bakal Naik 3 Kali Lipat

Zulkifli Hasan Jelaskan soal Kabar Harga Mi Instan Bakal Naik 3 Kali Lipat

Riau | Kamis, 11 Agustus 2022 | 10:09 WIB

Mendag Zulkifli Hasan Pastikan Harga Mi Instan Tak Bakal Naik 3 Lipat

Mendag Zulkifli Hasan Pastikan Harga Mi Instan Tak Bakal Naik 3 Lipat

Lampung | Kamis, 11 Agustus 2022 | 09:54 WIB

Bos Indofood Bantah Harga Mi Instan Akan Naik : Enggak Begitu Berdampak Lah

Bos Indofood Bantah Harga Mi Instan Akan Naik : Enggak Begitu Berdampak Lah

Bali | Kamis, 11 Agustus 2022 | 09:41 WIB

Terkini

TKD Anjlok 59 Persen, Jakarta Tak Bisa Lagi Bergantung pada APBD demi Kejar Status Kota Global

TKD Anjlok 59 Persen, Jakarta Tak Bisa Lagi Bergantung pada APBD demi Kejar Status Kota Global

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 21:20 WIB

Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu

Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu

Health | Selasa, 30 Juni 2026 | 21:10 WIB

Sempat Tertahan di Papua, Bobby Nasution Pastikan Kontingen Pesparawi Sumut Pulang Besok

Sempat Tertahan di Papua, Bobby Nasution Pastikan Kontingen Pesparawi Sumut Pulang Besok

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 21:09 WIB

PDIP Surati Nanik S Deyang Minta Data Nama-nama Kader yang Terlibat MBG

PDIP Surati Nanik S Deyang Minta Data Nama-nama Kader yang Terlibat MBG

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 21:06 WIB

Apa Sunblock yang Bagus? Ini 7 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga

Apa Sunblock yang Bagus? Ini 7 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga

Lifestyle | Selasa, 30 Juni 2026 | 21:05 WIB

BNN Catat 50 Orang Meninggal Tiap Hari Akibat Narkoba, Rehabilitasi Harus Jadi Prioritas

BNN Catat 50 Orang Meninggal Tiap Hari Akibat Narkoba, Rehabilitasi Harus Jadi Prioritas

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 21:01 WIB

KPK Buru Bupati Kuansing dan Sekda, Telusuri Kebocoran Info OTT

KPK Buru Bupati Kuansing dan Sekda, Telusuri Kebocoran Info OTT

Riau | Selasa, 30 Juni 2026 | 20:59 WIB

Dugaan Perselingkuhan yang Keliru, Kronologi Oknum Polres Tapsel Tabrak Honda HR-V di Medan

Dugaan Perselingkuhan yang Keliru, Kronologi Oknum Polres Tapsel Tabrak Honda HR-V di Medan

Sumut | Selasa, 30 Juni 2026 | 20:58 WIB

Trafik Media Turun hingga 70 Persen Akibat AI, Ini Kata Akademisi Monash University

Trafik Media Turun hingga 70 Persen Akibat AI, Ini Kata Akademisi Monash University

Banten | Selasa, 30 Juni 2026 | 20:51 WIB

Vonis Nadiem Makarim Jadi Sorotan Media Internasional: Investor Asing Semakin Tak Percaya

Vonis Nadiem Makarim Jadi Sorotan Media Internasional: Investor Asing Semakin Tak Percaya

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 20:46 WIB

×