Semen Padang FC Layangkan Surat ke PSSI, Protes Soal Jadwal Pertandingan Liga 2

Ranah

Selasa, 23 Agustus 2022 | 09:26 WIB
Semen Padang FC Layangkan Surat ke PSSI, Protes Soal Jadwal Pertandingan Liga 2
Para pemain Semen Padang FC menjalani latihan. (Instagram @semenpadangfcid)

RanahSuara.id - Jelang dimulainya kompetisi Liga 2 pada 28 Agustus 2022, Semen Padang FC melayangkan surat protes ke Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI).

Surat protes Semen Padang FC tersebut terkait penyusunan jadwal pertandingan di Liga 2 2022.

Ada dua alasan yang membuat tim berjuluk Kabau Sirah ini mengirimkan surat protes ke PSSI

Pelatih Kepala Semen Padang FC Delfiadri mengatakan, alasan pertama pihaknya mengirimkan surat protes karena soal jam bermain di malam hari.

Delfiadri mengungkapkan, bahwa pihaknya mempertanyakan kenapa jadwal pertandingan di Padang disamakan dengan jadwal di Pulau Jawa.

"Pada draf jadwal itu kita jadwalnya ada bermain malam, tetapi kok jam bermainnya sama dengan yang di Pulau Jawa yaitu pukul 18.15 WIB," ujarnya, Senin (22/8/2022).

Ia menjelaskan bahwa pada pukul 18.15 WIB itu merupakan waktu setelah salat magrib kalau di wilayah Pulau Jawa.

Sedangkan di Padang terang Delfiadri, jam itu belum masuk waktu salat magrib. Seharusnya kata Delfiadri, waktu bermain itu pukul 19.00 WIB atau setelah magrib.

"Harusnya jam tujuh bermain, orang jam tujuh bermain kalau di luar Pulau Jawa, tetapi mengapa kita pukul 18.15 WIB," bebernya.

baca juga

Kemudian kata Delfiadri, alasan kedua pihaknya mengajukan protes karena pada dua pertandingan pertama Semen Padang FC bermain di away atau tandang.

Namun terangnya, saat dua pertandingan terakhir kompetisi malah kembali bertanding away. Ini tentu sangat merugikan sekali.

"Ini kan membunuh Semen Padang FC, kita harapkan kalau pertama di away tidak apa-apa tetapi main terakhirnya di Padang atau home, atau sebaliknya tidak apa apa juga yaitu pertama di home dan terakhir di away," tuturnya.

Menurut Delfiadri, alasan jadwal ini dinilai merugikan karena tingginya potensi ada pihak yang bermain saat itu karena pertandingan terakhir sangat krusial.

Apalagi seperti dari Sumatra Utara ada tiga klub yang bersaing ketat untuk lolos ke babak berikutnya.

"Kita bukan suuzon, tetapi bisa saja ada yang bermain di situ karena pertandingan-pertandingan terakhir itu sangat menentukan. Kita takutkan ada yang bermain sehingga kita layangkan surat," ucapnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Dinilai Tak Adil Pimpin Pertandingan Liga 1 2022/2023, Sejumlah Wasit Mendapat Sanksi dari PSSI

Dinilai Tak Adil Pimpin Pertandingan Liga 1 2022/2023, Sejumlah Wasit Mendapat Sanksi dari PSSI

Jawa Tengah | Selasa, 23 Agustus 2022 | 08:37 WIB

Deretan Wasit Berlisensi FIFA yang Dijatuhi Hukuman oleh PSSI

Deretan Wasit Berlisensi FIFA yang Dijatuhi Hukuman oleh PSSI

Bola | Senin, 22 Agustus 2022 | 20:59 WIB

Arema FC Diganjar Sanksi Denda Rp100 Juta Akibat Ulah Suporternya di Bali

Arema FC Diganjar Sanksi Denda Rp100 Juta Akibat Ulah Suporternya di Bali

Malang | Senin, 22 Agustus 2022 | 20:46 WIB

Terkini

Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris

Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris

Lifestyle | Kamis, 20 Agustus 2026 | 00:03 WIB

Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026

Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026

Bogor | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:57 WIB

Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI

Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI

Jakarta | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:36 WIB

Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI

Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI

Lifestyle | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:30 WIB

Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere

Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere

Bali | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:30 WIB

Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las

Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las

Sumsel | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:09 WIB

Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026

Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026

Bri | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:59 WIB

5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran

5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran

Sumsel | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:52 WIB

Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo

Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo

Bri | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:41 WIB

Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan

Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:40 WIB

×