Ranah.co.id - Pemerintah Indonesia berencana akan memangkas 32 bandara internasional yang ada saat ini menjadi 14-15 saja. Rencana itu juga sudah dibahas dalam rapat antara Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir dan Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi yang juga dihadiri langsung Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Dikutip dari suara.com, dalam rapat tersebut Jokowi yang meminta bandara internasional dirampingkan maksimal hanya 15 saja.
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan, bahwa pengurangan jumlah bandara internasional ini berkaitan dengan strategi meningkatkan pariwisata domestik.
Dikatakan Erick, seperti arahan presiden, tidak mau lebih banyak orang yang tertarik melancong ke luar negeri alih-alih melirik destinasi pariwisata di negeri sendiri.
"Kita kita tidak mau kan membuka airport sebesar-besarnya lebih banyak orang Indonesia yang ke luar negeri daripada yang di dalam negeri. Padahal kalau kita lihat pariwisata itu 70 persen lokal 30 persen asing. Kenapa pak Sandi juga sekarang mendorong percepatan pariwisata bisa mulai recover," ujarnya.
Meski demikian, belum jelas dipetakan bandara mana saja yang tetap dipertahankan sebagai bandara Internasional, serta bagaimana pengelolaan bandara yang tidak lagi berstatus bandara internasional. Erick juga belum memaparkan lebih jauh bagaimana penyesuaian rute penerbangan jika kebijakan ini benar-benar dijalankan.
Sementara itu, berdasarkan situs Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, diketahui bahwa saat ini Indonesia memiliki 32 bandara berstatus sebagai bandara internasional.
Berikut bandara-bandara yang dikelola oleh oleh PT Angkasa Pura I, PT Angkasa Pura II, TNI, Ditjen Hubda, hingga UPT Daerah/Pemda yang rencana bakal dirampingkan jadi 15:
1. Adi Sumarmo (SOC)
2. Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan (BPN)
3. Juanda (SUB)
4. El Tari (KOE)
5. Halim Perdanakusuma (HLP)
6. Frans Kaisiepo (BIK)
7. Husein Sastranegara (BDO)
8. Bali Baru ()
9. I Gusti Ngurah Rai (DPS)
10. Internasional Adisutjipto Airport (JOG)
11. Hang Nadim (BTH)
12. Jenderal Ahmad Yani (SRG)
13. Juwata (TRK)
14. Kertajati (KJT)
15. Sultan Hasanuddin (UPG)
16. Kualanamu (KNO)
17. Lombok Praya (LOP)
18. Selaparang (AMI)
19. Mopah (MKQ)
20. Raja Haji Fisabilillah (TNJ)
21. Sultan Syarif Kasim II (PKU)
22. Supadio (PNK)
23. Sam Ratulangi (MDC)
24. Pattimura (AMQ)
25. Sentani (DJJ)
26. Silangit (DTB)
27. Polonia (MES)
28. Soekarno Hatta (CGK)
29. Sultan Iskandar Muda (BTJ)
30. Sultan Mahmud Badaruddin II (PLM)
31. Syamsudin Noor (BDJ)
32. Minangkabau Internasional Airport (BIM)
Baca Juga: DPRD DKI Minta Pemprov Ambil Alih Wisma Atlet Jadi Rusun, Heru Budi: Masih Kita Bahas