Hukum Rujuk Usai Cerai Menurut Islam Seperti Dilakukan Dodhy Kangen Band, Memangnya Boleh?

M. Reza Sulaiman

Jum'at, 11 Oktober 2024 | 10:29 WIB
Hukum Rujuk Usai Cerai Menurut Islam Seperti Dilakukan Dodhy Kangen Band, Memangnya Boleh?
Hukum Rujuk Usai Cerai (freepik)

Suara.com - Rujuk merupakan proses kembalinya hubungan pernikahan antara suami dan istri setelah mereka mengalami perceraian atau talak. Lantas, bagaimana hukum rujuk usai cerai menurut Islam?

Pembahasan terkait rujuk ini mencuat usai Dodhy Kangen Band memutuskan untuk rujuk dengan Ayu Rizki Yani setelah resmi bercerai selama enam bulan. Keduanya menyelamatkan pernikahan mereka yang telah berlangsung selama 19 tahun.

Dodhy dan Ayu resmi bercerai pada 23 April 2024, dan pernikahan kedua ini diadakan pada Sabtu (5/10/2024). Acara tersebut dihadiri oleh Andika Mahesa atau Andika Kangen Band dan beberapa kerabat Dodhy.

Menurut pandangan Islam, perceraian bukanlah hasil yang diharapkan dalam sebuah pernikahan. Namun, jika perceraian terjadi, pilihan untuk rujuk selalu ada bagi pasangan tersebut. Untuk kembali bersama, ada syarat-syarat rujuk dalam Islam yang perlu dipenuhi agar proses rujuk tersebut sah dan dilaksanakan dengan benar.

Pengertian Rujuk Menurut Islam

Rujuk dalam Islam adalah proses mengembalikan suami dan istri yang telah bercerai agar dapat hidup bersama kembali sebagai pasangan suami-istri. Rujuk diatur dalam Al-Quran dan Sunnah sebagai salah satu cara untuk memperbaiki hubungan antara suami dan istri yang telah berpisah.

Dalam hukum Islam, rujuk hanya dapat dilakukan selama masa iddah, yaitu periode tunggu selama tiga bulan setelah perceraian atau setelah berakhirnya masa nifas bagi wanita yang baru melahirkan. Selain itu, rujuk harus dilakukan secara sukarela oleh kedua belah pihak tanpa ada paksaan dari pihak mana pun.

Jika ada ketentuan mengenai harta atau nafkah selama masa perceraian, suami wajib memenuhinya. Apabila ada niat untuk rujuk, suami dan istri harus membuat perjanjian baru untuk hidup bersama, termasuk persetujuan atas kondisi dan syarat yang telah disepakati.

Dalam Islam, rujuk dianjurkan sebagai langkah terakhir untuk memperbaiki hubungan suami-istri yang telah bercerai, dengan tujuan menjaga keutuhan keluarga. Namun, rujuk tidak dianjurkan jika telah terjadi kekerasan atau penyimpangan yang merugikan salah satu pihak.

baca juga

Penting untuk dicatat bahwa rujuk bukanlah pilihan dalam kasus di mana terjadi kekerasan, pelecehan, atau bentuk kerugian lainnya terhadap salah satu pasangan. Dalam situasi seperti ini, perceraian mungkin menjadi satu-satunya pilihan untuk melindungi keselamatan dan kesejahteraan korban.

Bagaimana Hukum Rujuk Usai Cerai?

Mengutip dari laman resmi Kemenag, salah satu ketentuan rujuk adalah istri yang ingin dirujuk harus berada dalam masa iddah talak raj'i, yaitu talak satu atau talak dua, dan bukan dari talak ba'in, baik itu bain sugra maupun bain kubra.

Oleh karena itu, rujuk setelah masa iddah selesai, seperti dalam kasus bain sugra, dianggap tidak sah.

Apabila suami ingin kembali bersama dengan istrinya, ia harus melakukan akad nikah yang baru. Akad nikah ini sama seperti yang dilakukan dalam prosesi pernikahan pada umumnya. Hal ini telah dijelaskan oleh para ulama.

وإذا طلق امرأته واحدة أو اثنتين فله مراجعتها ما لم تنقض عدتها فإن انقضت عدتها حل له نكاحها بعقد جديد

Artinya: Jika seorang suami menalak istrinya dengan talak satu atau talak dua, maka ia berhak rujuk kepadanya selama masa iddahnya belum habis. Jika masa iddah telah habis, maka sang suami boleh menikahinya dengan akad yang baru. (Lihat: Abu Syuja, al-Ghayah wa al-Taqrib, Alamul-Kutub, tt., hal. 33).

Jika talak yang diberikan adalah talak tiga, meskipun masa iddah belum berakhir, suami tidak bisa melakukan rujuk atau menikah kembali dengan istrinya kecuali setelah memenuhi lima syarat tertentu sebagai berikut.

فإن طلقها ثلاثا لم تحل له إلا بعد وجود خمس شرائط انقضاء عدتها منه وتزويجها بغيره ودخوله بها وإصابتها وبينونتها منه وانقضاء عدتها منه

Artinya: Jika sang suami telah menalaknya dengan talak tiga, maka tidak boleh baginya (rujuk/nikah) kecuali setelah ada lima syarat: (1) sang istri sudah habis masa iddahnya darinya, (2) sang istri harus dinikahi lebih dulu oleh laki-laki lain (muhallil), (3) si istri pernah bersenggama dan muhallil benar-benar penetrasi kepadanya, (4) si istri sudah berstatus talak ba'in dari muhallil, (5) masa iddah si istri dari muhallil telah habis. (Lihat: Abu Syuja, al-Ghayah wa al-Taqrib, Alamul-Kutub, tanpa tahun, hal. 33).

Hal yang sama berlaku bagi istri yang ditalak dengan talak fasakh, khulu', atau talak ba'in, di mana mereka tidak dapat dirujuk. Jika ingin rujuk, pihak laki-laki harus melakukan akad nikah yang baru.

Situasi serupa berlaku untuk istri yang ditalak tetapi belum pernah dicampuri, karena dalam kasus ini, ia tidak memiliki masa iddah yang harus dijalani.

Ketentuan lain yang perlu diperhatikan adalah ungkapan yang digunakan untuk rujuk dapat berupa ungkapan yang jelas dan tegas (sharih) atau ungkapan sindiran (kinayah) yang disertai dengan niat.

Contoh ungkapan yang jelas dan tegas adalah, "Aku rujuk kepadamu", "Engkau sudah dirujuk", atau "Aku mengembalikanmu kepada pernikahanku". Sementara itu, contoh ungkapan sindiran (kinayah) termasuk "Aku kawin lagi denganmu" atau "Aku menikahimu lagi."

Selanjutnya, Syekh Ibrahim juga menegaskan bahwa ungkapan rujuk tidak boleh diikuti oleh ketentuan tambahan seperti ta'liq (syarat) atau batas waktu tertentu, misalnya "Aku rujuk kepadamu selama satu bulan."

Rujuk juga tidak bisa hanya dilakukan dengan niat yang ada dalam hati tanpa diucapkan. Tidak cukup pula hanya dengan tindakan fisik semata, seperti hubungan intim antara suami dan istri. Rujuk harus dinyatakan dengan kata-kata, bahkan disarankan untuk dilakukan di hadapan dua saksi.

Demikianlah penjelasan terkait hukum rujuk usai cerai menurut pandangan Islam. Semoga bermanfaat.

Kontributor : Dini Sukmaningtyas

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Baim Wong Diminta Belajar dari Mantan, Marshanda Ungkap Cara Cerai yang Elegan: Jangan Jelek-jelekin...

Baim Wong Diminta Belajar dari Mantan, Marshanda Ungkap Cara Cerai yang Elegan: Jangan Jelek-jelekin...

Lifestyle | Jum'at, 11 Oktober 2024 | 09:57 WIB

Nostalgia Hadiah Mewah Baim Wong untuk Paula Verhoeven, Pajaknya Setara 4 Kali Lipat UMR Jakarta

Nostalgia Hadiah Mewah Baim Wong untuk Paula Verhoeven, Pajaknya Setara 4 Kali Lipat UMR Jakarta

Lifestyle | Kamis, 10 Oktober 2024 | 19:21 WIB

Baim Wong dan Paula Verhoeven Cerai, Warganet Singgung Mitos Ini: Pertanda Tidak Baik

Baim Wong dan Paula Verhoeven Cerai, Warganet Singgung Mitos Ini: Pertanda Tidak Baik

Lifestyle | Kamis, 10 Oktober 2024 | 14:53 WIB

Terkini

Nyai Hj. Hindun Susilowati, Sosok Pengasuh Ponpes Al Muayyad Solo Wafat

Nyai Hj. Hindun Susilowati, Sosok Pengasuh Ponpes Al Muayyad Solo Wafat

Religi | Kamis, 05 Maret 2026 | 07:52 WIB

Update Besaran Zakat Fitrah 2026, Nominal Uang dan Beras

Update Besaran Zakat Fitrah 2026, Nominal Uang dan Beras

Religi | Minggu, 01 Maret 2026 | 08:28 WIB

Doa Spesifik Hari Kelima Ramadan: Peningkatan Istighfar dan Kesalehan

Doa Spesifik Hari Kelima Ramadan: Peningkatan Istighfar dan Kesalehan

Religi | Minggu, 22 Februari 2026 | 12:35 WIB

Kapan Ramadan 2026 Muhammadiyah dan Pemerintah, Cek Ketentuan Terbarunya

Kapan Ramadan 2026 Muhammadiyah dan Pemerintah, Cek Ketentuan Terbarunya

Religi | Senin, 02 Februari 2026 | 16:48 WIB

Amalan dan Anjuran Bulan Sya'ban Menurut Ustaz Adi Hidayat

Amalan dan Anjuran Bulan Sya'ban Menurut Ustaz Adi Hidayat

Religi | Minggu, 01 Februari 2026 | 16:17 WIB

Tanggal Berapa Puasa Ramadan 2026 Dimulai: Ini Versi Pemerintah dan Muhammadiyah

Tanggal Berapa Puasa Ramadan 2026 Dimulai: Ini Versi Pemerintah dan Muhammadiyah

Religi | Kamis, 22 Januari 2026 | 07:06 WIB

Doa Malam 27 Rajab, Mustajab Memohon Cita-cita

Doa Malam 27 Rajab, Mustajab Memohon Cita-cita

Religi | Kamis, 15 Januari 2026 | 18:41 WIB

Amalan-amalan Bulan Syaban Menurut Anjuran Rasulullah dan Ulama

Amalan-amalan Bulan Syaban Menurut Anjuran Rasulullah dan Ulama

Religi | Selasa, 13 Januari 2026 | 05:00 WIB

Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Tahun 2026, Lengkap Niat, dan Amalan Sunah

Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Tahun 2026, Lengkap Niat, dan Amalan Sunah

Religi | Kamis, 01 Januari 2026 | 21:50 WIB

Amalan Bulan Rajab Menurut Ustaz Adi Hidayat, Evaluasi Total Kualitas Hidup

Amalan Bulan Rajab Menurut Ustaz Adi Hidayat, Evaluasi Total Kualitas Hidup

Religi | Senin, 22 Desember 2025 | 07:58 WIB