Mahasiwa UI yang dibunuh seniornya, Muhammad Naufal Zidan dimakamkan di Lumajang, Jawa Timur pada Sabtu, (5/8/2023) lalu. pemakaman diiringi isak tangis, sang ibunda nampak mencoba ikhlas melepas kepergian anak kebanggaannya.
Sebelumnya ayah Zidan, Shobiri Arif sempat khawatir karena anaknya yang merantau untuk menempuh pendidikan tinggi di Universitas Indonesia mendadak tak ada kabar.
Pasalnya ia selalu rutin menanyakan kondisi anaknya setiap hari. Akhirnya ia meminta paman Zidan untuk mengecek kondisi anaknya di Indekos karena tak kunjung ada kabar selama 2 hari.
Betapa terkejutnya tenyata Zidan ditemukan sudah tak bernyawa terbungkus plastik di bawah kasur.
Tangis orangtua Zidan pecah meratapi kepergian anaknya untuk selama-lamanya. Sang ibunda, Elfira Rustina mencoba ikhlas dengan kematian anaknya.
"Pulanglah nak tidak apa-apa ibu ikhlas," kata Elfira sambil menangis dikutip pada Senin, (7/8/2023).
Keluarga dan ratusan pelayat nampak mengiringi jenazah Zidan untuk dikebumikan. Elfira pun tak kuat menahan tangis saat menaruh tanah pertama menguburkan anaknya.
Di sisi lain, ayah Zidan, Sohibi Arif berharap pelaku yang membunuh anaknya mendapatkan hukuman yang setimpal. Menurutnya hanya hukuman mati menjadi keputusan yang adil.
"Saya berharap pelakunya harus (dihukum) mati. Lantaran anak saya sudah tidak ada nyawanya, pelakunya juga harus tidak ada nyawanya. Itu baru adil," tegas Sohibi Arif.