Kualitas udara kualitas udara Jakarta dikabarkan terus memburuk ditambah tertutup polusi. Hal itu membuat Chef Renata Moelek mengeluh karena penyakit pernapasannya kambuh.
Juri MasterChef Indonesia itu memperlihatkan indeks kualitas udara (AQI) di Jakarta yang sangat tinggi mencapai 202. Bahkan tertera pula keterangan bahwa kualitas udara sangat tidak sehat.
"Saya yang sinus dan allergic rhinitis paket lengkap cukup rasakan sendiri dan sudah tahu tanpa cek data. Tiap ada gejala-gejala, saya cek, dan benar," cuitnya dikutip pada Kamis, (10/8/2023).
Chef Renatta pun membandingkan cara Indonesia dan negara lain menyikapi kualitas udara yang terus memburuk.
"Polusi Jakarta yang bertahun-tahun punya AQI rata-rata di atas 170 dan berstatus 'berbahaya untuk kesehatan" tapi tetap tidak ada yang bahas atau gerak," ujarnya.
Pasalnya di negara lain saat kualitas udara sudah menunjukkan angka 150 pasti akan diberikan peringatan untuk tidak keluar rumah dan menutup jendela agar polusi udara tak mencemari dalam rumah.
"Di beberapa negara, capai AQI 150 itu sudah jadi headline berita dengan warning heboh jangan keluar rumah, tutup jendela, pakai masker dan pasang purifier," lanjutnya heran.
Akibat kualitas udara yang memburuk, penyakit chef Renatta kambuh karena langsung batuk-batuk.
"Saya pun sudah mulai batuk-batuk dan badan agak kurang enak. Awalnya mengira karena kecapean, tapi ini tidak biasanya karena sudah tidak pernah batuk lagi selama beberapa bulan belakangan. Benarlah jika ada pengaruh dari eksternal seperti polusi ini," ujar @muldi***.
Baca Juga: Momen Doddy Sudrajat Akhirnya Ketemu Ibu Virgoun Jadi Sorotan: Cocok, Semoga Jodoh
"Asli chef emang udara Jakarta dan sekitarnya itu sangat-sangat ngga bagus, dulu 2018 aku pernah kerja ngambil sampel debu pm 2.5 dan filternya itu pekat banget warnanya," imbuh @bungkusan***.
"Punya rhinitis dan sinus itu kayak punya detektor cuaca yang lengkap beserta dampaknya langsung (gatal, meler, bersin-bersin, wajah bengkak)," ungkap @raidah***.