Kontes kecantikan Miss Universe Indonesia baru-baru ini menuai polemik. Muncul dugaan pelecehan seksual hingga membuat lisensi Miss Universe Indonesia akhirnya dicabut.
Nasib Fabieenne sebagai pemenang pun dipertanyakan. Organisasi Miss Universe Global yang berlokasi di New York mengatakan Fabienne sebagai pemegang gelar akan tetap ikut ajang Miss Universe 2023.
Pasalnya Febienne sebagai pemenang pertama Miss Universe Indonesia lisensinya dipegang perusahaan Poppy.
"Kami akan mengatur agar pemegang gelar ( Miss Universe) Indonesia 2023 dapat berkompetisi di kontes Miss Universe tahun ini," tulis Organisasi Miss Universe dikutip Rumpita dari Kompas.com pada Senin, (14/8/2023).
"PT Capella Swastika Karya juga tidak akan memegang lisensi Miss Universe Malaysia 2023 dan tidak akan diperpanjang kontrak tambahan dari organisasi kami. Kami akan membatalkan Miss Universe Malaysia 2023," tulis mereka.
Sebelumnya lisensi Miss Universe Indonesia dipegang oleh Yayasan Puteri Indonesia, namun untuk tahun ini lisensi dipegang oleh PT Capella Swastika Karya yang merupakan milik Poppy Capella.
Sejak dipilih sebagai pemenang, sosok Fabienne tak lepas dari sorotan. Tak sedikit yang menyinggung soal tinggi badannya yang dianggap tak memenuhi persyaratan lantaran kurang dari 168 cm.
Alhasil aturan tinggi badan itu akhirnya dihapuskan beberapa hari sejak Fabienne diumumkan sebagai pemenang.
"Tidak adil untuk mendiskualifikasikan para pemenang berdasarkan kriteria yang dapat dianggap tidak penting," tulis Poppy dalam salah satu unggahannya.
Baca Juga: 5 Cara Mencegah Penyakit Mata akibat Paparan Polusi Udara, Yuk Terapkan!
"Saya telah memutuskan untuk menghapus persyaratan tinggi badan minimum," imbuhnya.
Pengakuan korban dugaan pelecehan seksual mengungkap dipaksa untuk telanjang saat body checking dalam satu ruangan dengan laki-laki. Tak hanya itu mereka juga difoto saat dalam keadaan telanjang dan malah diminta berpose.