Selebtek.suara.com - Ketua RT 05/RW 01 Seno Sukarto mengatakan kalau ia dan beberapa warga mendengar suara letusan seperti petasan dari rumah dinas Irjen Ferdy Sambo. Peristiwa itu bertepatan dengan persiapan Idul Adha 1443 H.
Eks Kapolda Sumatra Utara dan Kapolda Aceh dan warga lainnya pun tak menaruh curiga. Karena setiap perayaan Idul Adha suara petasan lazim terdengan di lingkungan komplek. Sehingga pasti banyak yang mengira suara itu sebagai petasan atau kembang api.
"Jadi semuanya pada saat itu menyadari bahwa mereka itu menganggap petasan, bukan tembakan. Sehingga tidak ada tindak lanjut setelah mendengar itu tidak ada tindak lanjut, biasa-biasa saja," kata Seno saat dijumpai di kediamannya, Rabu (13/7/2022).
Purnawirawan jenderal bintang dua itu melanjutkan, satpam yang berjaga melihat banyak anggota kepolisian datang ke rumah dinas Irjen Ferdy Sambo. Sang satpam, lanjut dia, sempat bertanya kepada anggota yang berdatangan tersebut.
"Kemudian, setelah nggak ada kejadian apa apa, satpam mulai bertanya-tanya kok yang datang itu makin lama makin banyak ke rumah itu. Ditanya lah sama satpam, ada apa? Enggak ada apa-apa," jelas Seno.
Seno pun baru mengetahui adanya baku tembak yang menewaskan Brigadir J atau Nofryansah Yosua Hutabarat setelah membaca berita. Ia mengaku sebagai ketua RT sama sekali tidak mendapatkan laporan atas kasus penembakan itu.
"Saya juga sesalkan, kenapa sebagai RT kok enggak dilaporin soal kejadian itu," kata Seno.
Sumber: Suara.com
Baca Juga: Cerita Mulan Jameela soal Kecepatan Petugas PLN Atasi Gangguan Listrik