Padepokan Ditutup Paksa oleh Warga, Gus Samsudin Tegaskan Pengobatan Masih Berjalan

Selebtek | Suara.com

Sabtu, 06 Agustus 2022 | 17:07 WIB
Padepokan Ditutup Paksa oleh Warga, Gus Samsudin Tegaskan Pengobatan Masih Berjalan
Suasana Padepokan Nur Dzat Sejati milik Gus Samsudin di Blitar. [Suara.com/Farian] (Suara.com/Farian)

Selebtek.suara.com - Padepokan milik Gus Samsudin, sosok pencetus ilmu Kulhugeni yang berlokasi di Blitar, Jawa Timur ditutup usai digeruduk warga pada Minggu (31/7/2022) lalu.

Massa yang merupakan warga Desa Rejowinangun, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar tersebut berkumpul memaksa penutupan padepokan. Hal itu diduga imbas dari ilmu Gus Samsudin dibongkar oleh sosok Pesulap Merah hingga viral.

Mengejutkannya, Gus Samsudin membantah bahwa padepokan miliknya resmi ditutup dan sudah tidak beroperasi. 

Ia menegaskan jika pengobatan miliknya itu masih berjalan.

"sekarang padepokan pengobatan tetap berjalan tetapi tidak di tempat (padepokan), karena adanya pihak-pihak yang melakukan kerusuhan," ujarnya seperti dikutip dari unggahan potongan video akun TikTok @andrisaputra.

Ia mengaku melakukan hal tersebut karena menaati hukum yang kini sedang berjalan.

"Sehingga saya tidak melakukan pengobatan di padepokan ini karena saya taat hukum. Saya menghormati apa yang disampaikan oleh kepolisian sehingga saya tidak melakukan pengobatan di padepokan," kata dia.

"Tetapi pihak kepolisian menyampaikan ke saya silahkan melakukan pengobatan tapi di luar dari padepokan," lanjutnya.

Sekali lagi, ia menegaskan bahwa saat ini ia tetap melakukan pengobatan.

"Sampai saat ini saya tetap melakukan pengobatan tapi di luar dari padepokan," tegasnya.

Akun tersebut juga mengunggah video saat Gus Samsudin menunjukkan surat izin membuka praktek di padepokan tersebut.

Ia pun mengeluhkan ketika ia harus membuka praktek di luar, padahal padepokannya memiliki izin.

"saya mengobati pengobatan ada izinnya, tempatnya ada izinnya, terus saya disuruh di luar terus gimana. Yang menutup nanti yang akan bertanggung jawab," ujarnya.

Sebelumnya, padepokan Nur Dzat Sejati milik Gus Samsudin terekspos publik usai ditantang sosok Pesulap Merah atau Marcel Radhival.

Warga kemudian melakukan demo untuk memaksa padepokan segera ditutup.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Mantan Dukun Ngobrol dengan Denny Sumargo, Ungkap 3 Kriteria Orang yang Sulit Kena Santet

Mantan Dukun Ngobrol dengan Denny Sumargo, Ungkap 3 Kriteria Orang yang Sulit Kena Santet

Lifestyle | Sabtu, 06 Agustus 2022 | 15:44 WIB

Tak Hanya Bongkar Trik Dukun Palsu, Pesulap Merah Blak-blakan Anti Riba, Kisah Dibaliknya Bikin Mewek

Tak Hanya Bongkar Trik Dukun Palsu, Pesulap Merah Blak-blakan Anti Riba, Kisah Dibaliknya Bikin Mewek

Bogor | Sabtu, 06 Agustus 2022 | 15:06 WIB

Bongkar Pengobatan Gus Samsudin, Pesulap Merah Ternyata Anti Riba, Kisah Dibaliknya Bikin Haru

Bongkar Pengobatan Gus Samsudin, Pesulap Merah Ternyata Anti Riba, Kisah Dibaliknya Bikin Haru

Banten | Sabtu, 06 Agustus 2022 | 14:50 WIB

Terkini

Kronologi Warga OKU Diserang Beruang saat Sadap Karet, Sempat Duel hingga Luka Parah

Kronologi Warga OKU Diserang Beruang saat Sadap Karet, Sempat Duel hingga Luka Parah

Sumsel | Jum'at, 17 April 2026 | 00:03 WIB

Gencarkan Sport Diplomacy, Erick Thohir dianugerahi KWP Awards 2026

Gencarkan Sport Diplomacy, Erick Thohir dianugerahi KWP Awards 2026

Sport | Jum'at, 17 April 2026 | 00:00 WIB

Malaysia Bungkam Timnas Indonesia U-17, Shukor Adan Puji Kedewasaan Lini Belakang

Malaysia Bungkam Timnas Indonesia U-17, Shukor Adan Puji Kedewasaan Lini Belakang

Bola | Kamis, 16 April 2026 | 23:55 WIB

Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan

Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan

Bola | Kamis, 16 April 2026 | 23:48 WIB

6 Penumpang Helikopter PK-CFX Ditemukan Tewas di Hutan Sekadau

6 Penumpang Helikopter PK-CFX Ditemukan Tewas di Hutan Sekadau

Kalbar | Kamis, 16 April 2026 | 23:46 WIB

Kejati Banten Geledah Kantor BUMD PT ABM, Koper Berisi Dokumen Penting Disita

Kejati Banten Geledah Kantor BUMD PT ABM, Koper Berisi Dokumen Penting Disita

Banten | Kamis, 16 April 2026 | 23:37 WIB

Revolusi Pertanian dari Desa, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal Sabet KWP Awards 2026

Revolusi Pertanian dari Desa, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal Sabet KWP Awards 2026

Lampung | Kamis, 16 April 2026 | 23:36 WIB

5 Fakta Mengejutkan Skandal Dugaan Pelecehan Seksual di Grup Chat Mahasiswa IPB

5 Fakta Mengejutkan Skandal Dugaan Pelecehan Seksual di Grup Chat Mahasiswa IPB

Bogor | Kamis, 16 April 2026 | 23:30 WIB

Lebih dari 10 Pelaku Diburu! Polisi Ungkap Perkembangan Kasus Kades Lumajang Diserang

Lebih dari 10 Pelaku Diburu! Polisi Ungkap Perkembangan Kasus Kades Lumajang Diserang

Jatim | Kamis, 16 April 2026 | 23:26 WIB

Sekda Banten 'Angkat Tangan' Hadapi Aturan UU HKPD: Tolong Bantu Kami Cari Solusi

Sekda Banten 'Angkat Tangan' Hadapi Aturan UU HKPD: Tolong Bantu Kami Cari Solusi

Banten | Kamis, 16 April 2026 | 23:04 WIB