Kapolri Akui Penyidik Sempat Ketakutan Usut Kasus Ferdy Sambo

Selebtek

Jum'at, 09 September 2022 | 19:54 WIB
Kapolri Akui Penyidik Sempat Ketakutan Usut Kasus Ferdy Sambo
Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo: Penyidik Sempat Ketakutan Usut Kasus Ferdy Sambo, 'Nyanyian' Bharada E Awali Pengungkapan Misteri Kematian Brigadir J (Suara.com/Alfian Winanto)

Selebtek.suara.com - Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo mengaku bahwa penyidik sempat ketakutan untuk mengusut kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau  Brigadir J yang melibatkan Ferdy Sambo.

"Penyidik pun saat itu sempat takut, karena ada bahasa-bahasa bahwa mereka semua nanti akan berhadapan dengan yang bersangkutan (Ferdy Sambo)," ujar Sigit dalam program Satu Meja di Kompas TV, dikutip Selebtek, Jumat (9/9/2022). 

Sigit juga mengungkap bahwa pihaknya alami kesulitan dalam membongkar kasus dugaan pembunuhan Brigadir J. 

"Ada kesulitan dari timsus pada saat itu untuk bisa bekerja dengan baik," lanjut Sigit.

Setelah didalami Kapolri mendapatkan informasi bahwa ada upaya untuk menghalang-halangi, mengintimidasi bahkan membuat cerita-cerita diluar yang dilakukan untuk memperkuat skenario rekayasa Ferdy Sambo ke banyak pihak yang memiliki pengaruh di Polri.

Kondisi tersebut membuat Kapolri memutuskan untuk membentuk tim khusus (timsus) yang melibatkan para pejabat utama Polri seperti Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono, Irwasum Komjen Pol Agung Budi Maryoto dan Kabareskrim Komjen Agus Andrianto. 

"Kita libatkan para pejabat utama Polri, saya libatkan Pak Wakapolri, Pak Irwasum, Kabareskrim dan Kabid serta beberapa tim yang memiliki integritas," ujarnya. 

Setelah tim dibentuk, lanjut Sigit, langkah pertama yang dilakukan adalah menonaktifkan Ferdy Sambo dari jabatannya sebagai Kadiv Propam Polri untuk mempermudah proses pengusutan kasus yang terjadi di rumah dinasnya di Kompleks Duren Tiga. 

Tak hanya itu, Kapolri juga melakukan mutasi demosi terhadap 25 anggota Polri dari posisi masing-masing.  dan diganti dengan pejabat yang baru.

baca juga

 "Alhamdulillah begitu kita ganti, saat itu proses mulai berjalan lancar, mulai terbuka, kemudian kejanggalan-kejanggalan yang pada saat itu kita dapat itu mulai bisa terjawab," kata Sigit. 

Pengungkapan kasus diawali masalah temuan balistik di TKP yang berbeda dengan apa yang di sampaikan Ferdy sambo. Pengakuan Bharada E pun memperkuat penyidik untuk membuka misteri kemastian Brigadir J.

Bharada E mengaku Ferdy Sambo sempat menjanjikan 'perlindungan' untuknya jika bersedia mengikuti skenario buatan suami Putri Candrawathi itu dalam pembunuhan Brigadir J. 

Janji manis Ferdy Sambo awalnya membuat Bharada E mengatakan terjadi baku tembak antara dirinya dengan Brigadir J di Duren Tiga.

Namun setelah Kapolri mencopot beberapa oknum anggota Polri yang terlibat dalam kasus Brigadir J, Bharada E akhirnya 'bernyanyi' mengungkap fakta sebenarnya.

"Richard kemudian, merubah keterangannya. Richard saya panggil lagi di hadapan Timsus, dia menjelaskan bahwa dia mau mengubah keterangannya," terang Sigit.

Akhirnya Bharada E mengungkap bahwa Sambo sempat mengiming-imingi dirinya dengan 'keselamatan' dan memberikan perlindungan jika dia mau berperan sesuai skenario buatan Sambo yakni sebagai eksekutor Brigadir J dalam adu tembak.

"(Richard) dijanjikan oleh saudara FS (Ferdy Sambo) bahwa kalau Richard mau membantu menjelaskan perannya sesuai dengan skenario awal yang terjadi tembak menembak itu, dia akan dilindungi oleh FS," ungkap Sigit.

Bharada E blak-blakan menyebut bahwa dirinya menyaksikan Sambo membawa pistol maut yang merenggut nyawa Brigadir J dan langsung menyerahkan pistol tersebut ke Bharada E.

"Dia (Richard) membuka awal bahwa saat itu dia melihat FS memegang senjata dan menyerahkan ke dia," ucap Listyo.

Berkat 'nyanyian' Richard, tim penyidik mendapat fakta bahwa tak terjadi tembak-menembak seperti yang dikatakan Sambo.(*)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Aksi Sejoli Nekad Parodikan Rekonstruksi Ferdy Sambo dan Putri, Netizen: Rumah Aman Gak Tuh?

Aksi Sejoli Nekad Parodikan Rekonstruksi Ferdy Sambo dan Putri, Netizen: Rumah Aman Gak Tuh?

Kaltim | Jum'at, 09 September 2022 | 18:45 WIB

PBNU: Polri Juga Berat Masalahnya, Tapi Kita Tidak Mungkin Meninggalkan

PBNU: Polri Juga Berat Masalahnya, Tapi Kita Tidak Mungkin Meninggalkan

Denpasar | Jum'at, 09 September 2022 | 18:25 WIB

Polri Akan Buka Hasil Uji Kebohongan Ferdy Sambo dan Putri Chandrawati ke Publik, Namun Ada Syaratnya

Polri Akan Buka Hasil Uji Kebohongan Ferdy Sambo dan Putri Chandrawati ke Publik, Namun Ada Syaratnya

Selebtek | Jum'at, 09 September 2022 | 18:23 WIB

Ferdy Sambo Sempat Kasih Uang ke Bripka RR, Tapi Diminta Lagi

Ferdy Sambo Sempat Kasih Uang ke Bripka RR, Tapi Diminta Lagi

Selebtek | Jum'at, 09 September 2022 | 10:31 WIB

Terkini

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:12 WIB

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Bogor | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Banten | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:49 WIB

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:37 WIB

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

Bri | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:28 WIB

×