Selebtek.suara.com - Pahlawan tanpa tanda jasa adalah sebutan yang pantas diberikan kepada para guru. Mereka dengan sabar mengajarkan muridnya walaupun tidak ada jaminan pengabdiannya akan diingat.
Kesuksesan setiap orang pastinya tidak lepas dari ajaran dan didikan yang diberikan secara tulus oleh guru di masa lalu. Melihat pengorbanan yang diberikan para guru, sudah sepatutnya mereka mendapat imbalan yang sepadan.
Namun berbeda bagi guru honorer. Walaupun pengabdian yang diberikan sama, tetapi mereka mendapat pendapatan yang berbeda. Seperti kisah guru honorer satu ini.
Mengutip dari akun instagram @serbainfo_id, seorang guru honorer sudah puluhan tahun mengabdi. Saat ini guru honorer tersebut sudah pensiun namun tidak pernah mendapat dana pensiun. Tidak hanya mengabdi saja, sang guru yang tak disebutkan namanya itu juga sudah membuat berbagai lagu daerah.
" Segudang karya lagu daerah tapi ternyata pengabdiannya 30 tahun hanya tetap menjadi guru honorer tanpa pensiun apapun, kini menjerit ekonominya ketahuan ngamen sama muridnya di pasar" tulisnya.
Sebelum memutuskan mengamen, sang guru pernah ditawari kembali mengajar di SMP dengan bayaran Rp150 ribu. Saya dibayar Rp 150 ribu, tapi sekolah itu sekarnag dijual jadi perumahan, ujar guru tersebut dengan mata berkaca-kaca.
"Kalau orang ngomong saya sudah tua, emang tua tapi talenta itu sampai kapanpun tetap saya mencipta lagu dan menyanyi, saya sumber pendapatan tak ada lagi paling kalau ada yang minta main orgen tunggal" imbuhnya.