Penuturan Penonton Selamat Atas Tragedi Kanjuruhan. Hingga Peluit Akhir Dibunyikan Arema Tidak Bisa Menambah Golnya... Disinilah Awal Mula Tragedi.

Selebtek

Minggu, 02 Oktober 2022 | 12:11 WIB
Penuturan Penonton Selamat Atas Tragedi Kanjuruhan. Hingga Peluit Akhir Dibunyikan Arema Tidak Bisa Menambah Golnya... Disinilah Awal Mula Tragedi.
Korban Kericuhan Kanjuruhan (instagram)

Selebtek.suara.com – Tragedi Kanjuruhan saat ini menjadi sorotan warga karena memakan ratusan korban jiwa, bukan hanya dari suporter namun juga dari aparat, wanita dan anak-anak. Saking rusuhnya, berita mengenai tragedi kanjuruhan ini juga sudah diberitakan oleh berita luar negri.

Menurut seorang penonton yang selamat dalam tragedi kerusuhan ini dalam akun twitternya @RezqiWahyu_05, suasana mulai tak terkendali ketika peluit yang mengakhiri pertandingan mulai dibunyikan. Padahal kondisi awal pertandingan terbilang cukup aman tanpa adanya kericuhan sedikitpun, hanya ada beberapa suporter Arema yang melontarkan psywar ke arah pemain Persebaya.

Pengakuan korban selamat dari kericuhan Kanjuruhan [https://twitter.com/RezqiWahyu_05/status/1576292343992397824]
Pengakuan korban selamat dari kericuhan Kanjuruhan (sumber: https://twitter.com/RezqiWahyu_05/status/1576292343992397824)

Ketika jeda istirahat di babak pertama, ada sekitar 2-3 kericuhan kecil di tribun 12-13, namun bisa segera diamankan oleh pihak berwenang. Pertandingan pun dilanjutkan di babak ke-2. Pada menit ke-51, Sho Yamamoto berhasil mencetak gol dan membawa Persebaya Surabaya unggul menjadi 3-2 atas Arema FC.

Pelatih Arema dan Manajer tim mencoba meminta maaf kepada suporter dengan  gesturnya di sekitar tribun timur. Sementara itu, dari tribun selatan, ada seorang suporter yang nekat masuk dan mendekati pemain Arema.

Penuturan suporter yang selamat dalam kericuhan kanjuruhan [https://twitter.com/RezqiWahyu_05/status/1576292343992397824]
Penuturan suporter yang selamat dalam kericuhan kanjuruhan (sumber: https://twitter.com/RezqiWahyu_05/status/1576292343992397824)

Beberapa oknum juga ikut masuk untuk meluapkan kekecewaan. Johan Alfarizi sebagai kapten Arema FC mencoba memberikan pengertian kepada para suporter, namun suasana semakin tidak terkendali karena jumlah suporter yang memasuki area semakin bertambah. Selain itu, ada pula yang melempar berbagai benda ke arah lapangan.


Akhirnya, pemain digiring masuk ke dalam ruang ganti. Ketika ini lah, suasana semakin tidak terkendali. Salah satu supporter ada yang dikeroyok oleh oknum aparat.


Suasana semakin tidak terkendali, hingga apparat menembakkan beberapa kali gas air mata ke arah lapangan dan tribun. Supporter juga ikut memberikan perlawanan.

Para suporter yang panik karena gas air mata, berlarian mencari pintu keluar, namun sayangnya pintu keluar sudah penuh sesak.


Banyak ibu-ibu, wanita, orang tua dan anak kecil yang tampak sesak dan mencoba keluar dari stadion.

baca juga


Tidak hanya di dalam stadion, kondisi di luar stadion juga sangat mencekam. Terdengar teriakan dan tangisan wanita. Beberapa suporter berlumuran darah, mobil-mobil hancur. Batu batako, besi dan bambu beterbangan.


Dalam cuitannya, @RezqiWahyu_05 juga berharap semoga kejadian ini menjadi kejadian terakhir di semua cabang olahraga dan hiburan, khususnya sepak bola.(*)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

YLBHI: Penggunaan Gas Air Mata Menyalahi Aturan FIFA, Negara Harus Tanggung Jawab!

YLBHI: Penggunaan Gas Air Mata Menyalahi Aturan FIFA, Negara Harus Tanggung Jawab!

News | Minggu, 02 Oktober 2022 | 11:05 WIB

Ratusan Orang Meninggal Tragedi Stadion Kanjuruhan, NU Dan Muhammadiyah Sampaikan Duka Mendalam

Ratusan Orang Meninggal Tragedi Stadion Kanjuruhan, NU Dan Muhammadiyah Sampaikan Duka Mendalam

Sumsel | Minggu, 02 Oktober 2022 | 10:58 WIB

Kapolri Didesak Copot Kapolres Malang Dan Perintahkan Kapolda Jatim Pidanakan Panitia Arema Vs Persebaya

Kapolri Didesak Copot Kapolres Malang Dan Perintahkan Kapolda Jatim Pidanakan Panitia Arema Vs Persebaya

News | Minggu, 02 Oktober 2022 | 10:57 WIB

Korban Tewas Tragedi Di Stadion Kanjuruhan Tambah Jadi 129 Orang, Komnas HAM Akan Turunkan Tim Ke Malang

Korban Tewas Tragedi Di Stadion Kanjuruhan Tambah Jadi 129 Orang, Komnas HAM Akan Turunkan Tim Ke Malang

News | Minggu, 02 Oktober 2022 | 10:34 WIB

Terkini

Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu

Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu

Bri | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:35 WIB

InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara

InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:27 WIB

InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia

InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:21 WIB

Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar

Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar

Riau | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:47 WIB

Transisi Energi Berwajah Hijau Jadi Modus Baru Perampasan Ruang Hidup

Transisi Energi Berwajah Hijau Jadi Modus Baru Perampasan Ruang Hidup

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:31 WIB

Korupsi Tak Cukup Dibalas Tangkap: Kejar Uang, Jaringan, dan Penikmatnya

Korupsi Tak Cukup Dibalas Tangkap: Kejar Uang, Jaringan, dan Penikmatnya

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:19 WIB

Senpi Dinas Diduga Dipakai Mantan Istri Bunuh Diri, Bripka Iman Harefa Resmi Masuk Patsus

Senpi Dinas Diduga Dipakai Mantan Istri Bunuh Diri, Bripka Iman Harefa Resmi Masuk Patsus

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:15 WIB

Dua Biodigester Bakal Dibangun di Jakarta Utara, Dapat Hasilkan Energi dan Pupuk Organik

Dua Biodigester Bakal Dibangun di Jakarta Utara, Dapat Hasilkan Energi dan Pupuk Organik

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:13 WIB

PTBA Perkuat Kemandirian Ekonomi Warga Lahat lewat Budidaya Ayam Petelur

PTBA Perkuat Kemandirian Ekonomi Warga Lahat lewat Budidaya Ayam Petelur

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:09 WIB

Tak Mau Berpolitik Tanpa Data, Megawati Sebut Riset dan Sains Vital bagi Pergerakan Partai

Tak Mau Berpolitik Tanpa Data, Megawati Sebut Riset dan Sains Vital bagi Pergerakan Partai

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:08 WIB

×