Selebtek.suara.com - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menegaskan tragedi Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, bukan bentrok antara suporter Persebaya dan Arema FC.
Mahfud MD Menjelaskan pada pertadingan Arema FC vs Persebaya tersebut karena supporter Persebaya berada dalam masa hukuman tidak boleh ikut menonton klubnya berlaga.
"Perlu saya tegaskan bahwa tragedi Kanjuruhan itu bukan bentrok antara suporter Persebaya dengan Arema. Sebab pada pertandingan itu suporter Persebaya tidak boleh ikut menonton," kata Mahfud dikutip dari ANTARA Minggu (2/10/2022).
Menurut Mahfud, para korban itu umumnya meninggal karena desak-desakan, saling himpit, dan terinjak-injak, serta sesak nafas.
"Tak ada korban pemukulan atau penganiayaan antarsuporter," kata Mahfud.
Tragedi Kanjuruhan yang terjadi pada Sabtu (1/10/20220 menyebabkan 127 orang meninggal dunia. 34 orang meninggal di stadion Kanjuruhan sementara sisanya meninggal saat mendapatkan pertolongan di sejumlah rumah sakit setempat.
Selain korban meninggal dunia, tercatat sebanyak 13 unit kendaraan alami kerusakan, 10 diantaranya adalah kendaraan milik Polri.(*)
Sumber: Suara.com
Baca Juga: Ratusan Penonton Tewas, Tragedi Laga Arema FC vs Persebaya Viral di China