Sejarah Singkat Ditetapkannya Tanggal 10 November sebagai Hari Pahlawan Nasional

Selebtek

Kamis, 10 November 2022 | 09:24 WIB
Sejarah Singkat Ditetapkannya Tanggal 10 November sebagai Hari Pahlawan Nasional
Ilustrasi peringatan Hari Pahlawan (Freepik)

Selebtek.suara.com - Tanggal 10 November tercatat sebagai tanggal penting dalam sejarah Republik Indonesia. Ditanggal itulah terjadi Pertempuran Surabaya yang merupakan pertempuran besar pasca kemerdekaan sekaligus ditetapkan sebagai Hari Pahlawan Nasional berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 316 Tahun 1959 tentang Hari-Hari Nasional yang Bukan Hari Libur.

Salah satu isi Keppres tersebut, yaitu menetapkan 10 November sebagai Hari Pahlawan Nasional. Berikut sejarah singkat terjadinya Pertempuran di Surabaya hingga ditetapkan sebagai hari pahlawan: 

Pada pertengahan September, tentara Inggris yang tergabung dalam AFNEI (Allied Forces Netherlands East Indies) datang bersama dengan tentara NICA (Netherlands Indies Civil Administration) mendarat di Jakarta dan mereka berada di Surabaya pada 25 September 1945. Tugas mereka adalah melucuti tentara Jepang dan memulangkan mereka ke negaranya, membebaskan tawanan perang yang ditahan oleh Jepang, sekaligus mengembalikan Indonesia kepada pemerintahan Belanda sebagai negara jajahan.

Kemudian terjadi gejolak antara tentara dan milisi pro kemerdekaan Indonesia dengan pihak Belanda yang dimulai pada 19 September 1945. Ternyata malam sebelumnya, sekelompok orang Belanda di bawah pimpinan W.V.Ch. Ploegman mengibarkan bendera Belanda di sebelah utara di Hotel Yamato, Jalan Tunjungan Nomor 65, Surabaya, tanpa persetujuan Pemerintah RI Daerah Surabaya. Di hotel ini pula terjadinya perobekan bendera Belanda yang semula berwarna merah-putih-biru menjadi merah putih.

Karena diam-diam Belanda ingin mengembalikan kekuasaan di Indonesia, hal tersebut juga memicu kemarahan warga Surabaya. Mereka menganggap Belanda menghina kemerdekaan Indonesia dan melecehkan bendera Merah Putih. Dan bertentangan dengan maklumat pemerintah yang menetapkan mulai 1 September 1945 bendera nasional Sang Saka Merah Putih dikibarkan di seluruh wilayah Indonesia. Gerakan pengibaran bendera tersebut sudah meluas ke seluruh daerah-daerah, salah satunya di Surabaya.

Pada 27 Oktober 1945, perwakilan Indonesia mengadakan perundingan dengan Belanda. Namun, justru menimbulkan kericuhan. Sampai akhirnya baik Indonesia dan Inggris sama-sama sepakat melakukan gencatan senjata mulai 29 Oktober 1945. Gencatan senjata semakin menjadi setelah Pimpinan Tentara Inggris untuk Jawa Timur Brigadir Jenderal Mallaby tertembak dan tewas pada 30 Oktober 1945.

Inggris yang marah kemudian menunjuk Mayor Jenderal Eric Carden Robert Mansergh menjadi pengganti Mallaby. Eric Carden kemudian mengeluarkan Ultimatum 10 November 1945 atau dikenal juga sebagai Surat Perintah 10 November 1945.

Ultimatum tersebut menyebutkan bahwa semua pimpinan dan orang Indonesia bersenjata harus melapor dan meletakkan senjatanya di tempat yang ditentukan dan menyerahkan diri dengan mengangkat tangan di atas. Batas ultimatum pada pukul 06.00, 10 November 1945.

Jika tidak, Inggris akan menggempur Surabaya dari darat, laut, dan udara. Namun, ultimatum itu tidak diikuti dan membuat warga Surabaya marah. Inggris pun melancarkan serangan ke pasukan Indonesia di Surabaya sehingga meletus pertempuran 10 November. 

baca juga

Pemimpin Barisan Pemberontakan Rakyat Indonesia (BPRI) pada masa Revolusi Nasional Indonesia Sutomo atau lebih dikenal sebagai Bung Tomo yang terkenal dengan slogannya 'Merdeka atau Mati' terus meneriakkan orasi pembakar semangat. 

Tokoh perjuangan yang menggerakkan rakyat Surabaya selain Sutomo ada K.H. Hasyim Asyari, Gubernur Suryo, Mayjen Sungkono, dan HR Mohammad Mangoendiprodjo

Akibat pertempuran tersebut, Surabaya sempat dijuluki sebagai neraka karena pertempuran menimbulkan korban tewas yang sangat banyak. Tercatat, ada 20 ribu rakyat Surabaya yang menjadi korban. Sebagian besar merupakan warga sipil.

Sekitar 150 ribu orang pun terpaksa mengungsi dari Surabaya kala itu. Sementara tentara Inggris yang tewas mencapai 1.600 orang. Namun pada akhirnya, Indonesia berhasil memukul mundur Inggris dan mempertahankan kemerdekaan.***

Dari berbagai sumber.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Sebut New Hero, Ganjar Ajak Subari Naik Mimbar Upacara Hari Pahlawan

Sebut New Hero, Ganjar Ajak Subari Naik Mimbar Upacara Hari Pahlawan

Jawa Tengah | Kamis, 10 November 2022 | 08:45 WIB

Selamat Hari Pahlawan, Ini 30 Twibbon Hari Pahlawan Terbaru Dan Menarik

Selamat Hari Pahlawan, Ini 30 Twibbon Hari Pahlawan Terbaru Dan Menarik

Sumsel | Kamis, 10 November 2022 | 08:17 WIB

Terkini

Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal

Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:11 WIB

Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering

Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:02 WIB

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Bola | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:55 WIB

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:42 WIB

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:26 WIB

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:53 WIB

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:52 WIB

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:46 WIB

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:42 WIB

×