Tradisi Perburuan Hewan Langka di Lamalera Disayangkan Beberapa Pihak, Pecinta Hewan Minta Pemerintah Carikan Solusi

Selebtek Suara.Com
Senin, 19 Desember 2022 | 15:10 WIB
Tradisi Perburuan Hewan Langka di Lamalera Disayangkan Beberapa Pihak, Pecinta Hewan Minta Pemerintah Carikan Solusi
Perburuan paus di Lamalera (Pinterest, instagram)

Selebtek.suara.com – Indonesia kental dengan tradisi turun temurun yang telah diwariskan oleh para nenek moyang terdahulu. Namun ada beberapa tradisi yang saat ini diminta untuk diberhentikan oleh sebagian masyarakat 

Adalah perburuan paus di Lamalera.

Seperti yang kita ketahui, populasi paus saat ini kian berkurang. Bahkan menurut beberapa sumber bahwa semua jenis paus kini sudah masuk ke dalam satwa langka yang harus dilindungi dan tidak diizinkan untuk diburu.

Namun tradisi perburuan hewan langka ini masih terus terjadi di Lamalera, Nusa Tenggara Timur. Paus yang sering dijadikan objek perburuan yaitu Paus Sperma atau dikenal juga dengan koteklema.

Bukan tanpa alasan, masyarakat Lamalera melakukan perburuan satwa ini karena menjalankan tradisi turun temurun yang telah dilakukan sejak ratusan tahun silam.

Dikabarkan setiap tahunnya, masyarakat Lamalera bisa menangkap 20 ekor paus.

Paus hasil perburuan ini ditangkap lalu dibagikan kepada warga sebagai persedian pangan. Pembagian hasil buruan ini memang dilakukan agar masyarakat Lamalera yang berada di salah satu provinsi dengan penduduk miskin tertinggi di Indonesia dapat tetap bertahan hidup.

Selain paus sperma, masyarakat Lamalera juga melakukan perburuan terhadap beberapa jenis hewan laut lainnya seperti lumba-lumba spinner, lumba-lumba hidung botol, paus pembunuh dan beberapa spesies blackfish.

Sebagai tambahan, paus sperma kini sudah masuk daftar satwa berstatus rentan menurut Daftar Merah IUCN 2018. Artinya, populasi paus sperma di alam kian menurun.

Baca Juga: Jelang Liburan, Inilah Syarat Naik Pesawat Libur Nataru yang Wajib Dipahami

Dengan terus dilakukannya tradisi perburuan paus ini, para aktivis dan pecinta hewan meminta pemerintah untuk mencarikan solusi.

Diperkirakan, dengan mengangkat tradisi ini dari sektor pariwisata atau membuka lapangan pekerjaan bisa mengatasi perburuan dari hewan-hewan langka ini.(*)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Cek Motor Impian Paling Pas dengan Gaya Hidup, Apakah Sudah Sesuai Isi Dompetmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Transformasi Geometri dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI