Selebtek.suara.com - Heboh isu penipuan yang menyeret penyanyi Ressa Herlambang makin santer beredar di media sosial. Kini muncul korban baru yang bernama Lutfi.
Tudingan penipuan itu awalnya dilontarkan oleh Kiki Kanoe. Melalui akun media sosialnya ia mengaku sebagai salah satu korban penipuan Ressa Herlambang dan telah menderita kerugian mencapai Rp1 miliar.
Setelah tudingan itu mencuat, korban-korban yang mengaku ditipu pelantun "Menyesal" itu mulai bermunculan, seperti eks manajer Ressa Herlambang, Astrid dan penyanyi Iva Dewi.
Kini, muncul pengakuan baru dari Lutfi yang mengaku sebagai korban penipuan Ressa Herlambang. Ia menyebut penipuan yang terjadi pada tahu 2010 itu membuatnya merugi cukup besar hingga efeknya ia derita sampai saat ini.
Lutfi mengatakan telah memberikan sejumlah dana yang besar untuk suatu proyek lagu, namun setelah ditagih Ressa selalu beralasan dan menghindar.
![Lutfi, salah satu yang mengaku sebagai korban penipuan Ressa Herlambang [YouTube Intens Investigasi]](https://media.suara.com/suara-partners/selebtek/thumbs/1200x675/2023/02/19/1-screenshot-2023-02-19-175056.png)
Bahkan Lutfi mengungkap ada seorang korban lainnya yang sempat ingin bunuh diri akibat kena tipu Ressa.
"Kerugian nominal sih cukup besar nilainya," ujar Lutfi, dikutip Selebtek.suara.com dari akun YouTube Intens Investigasi, Minggu (19/2/2023).
"Gua pengen masyarakat tahu bahwa ada seseorang yang hampir bunuh diri, setelah 2014-2015," lanjutnya.
Lutfi juga menyebut dari semua pihak yang mengaku sebagai korban Ressa Herlambang memiliki benang merah yang sama.
Baca Juga: Kronologi Penangkapan Bupati Mamberamo Buronan KPK, Sempat Kabur ke Luar Negeri
Semua korban telah memberikan sejumlah dana yang besar kepada Ressa Herlambang dengan suatu perjanjian kerja sama namun berujung sia-sia.
"Ada yang udah speak up dengan statement-statement tapi ada juga yang masih belum bicara karena mereka pikir 'ya udah lah percuma juga' gitu," ungkap Lutfi.
Di sisi lain Ressa Herlambang mengaku hingga kini ia masih berjuang untuk bangkit dari keterpurukan akibat keluarganya jatuh bangkrut.
"Keadaan waktu itu tuh emang bener-bener masa kritis kita, tahun 2010 sampai 2013. Sampai sekarang aku juga masih berjuang," ujar Ressa Herlambang.(*)