Selebtek.suara.com - Pesulap Merah akhirnya mendapat sanksi adat dayak terkait pernyataannya soal dukun Dayak yang dinilai memicu kesalahpahaman.
Hal itu disampaikan oleh Sekretaris Umum Dewan Adat Dayak DKI Jakarta Lawadi Nusah. Menurut Lawadi, pesulap bernama asli Marcel Radhival ini dinilai melecehkan masyarakat Adat Dayak saat bicara tentang dukun orang Dayak.
Karenanya, Pesulap Merah diklarifikasi oleh Dewan Adat Dayak Jakarta pada Sabtu (15/4), seperti dikutip dari detikcom.
"Kata Dukun dalam masyarakat adat Dayak adalah orang yang berprofesi membantu warga dalam hal: melahirkan disebut dukun beranak, ahli patah tulang disebut dukun patah tulang, mengobati orang yang sakit karena semberono/lalai," kata Lawadi saat dimintai konfirmasi.
"Semua dukun orang Dayak pada dasarnya menolong tidak untuk cari keuntungan pribadi," imbuhnya.
Selain itu, Pesulap Merah juga diduga sengaja menantang suku etnis dari Dayak, yang dianggap ini merupakan kesalahan kedua.
Selanjutnya, setelah diklarifikasi Pesulap Merah mau menandatangani berita acara bersama perwakilan Dewan Adat Dayak Jakarta.
Poin-poin berita acara tersebut disampaikan tokoh masyarakat atau Timanggong Adat Dayak Kanayatan DAD Jakarta, Yopinus Jailim pada pertemuan tersebut.
"Satu, Marcel Radhival Pesulap Merah mengakui telah menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat adat Dayak pada khususnya dan atas informasi di medsos, yaitu YouTube dan TikTok tanggal 9 April 2023," kata Yopinus Jailim.
Terkait polemik yang ditimbulkan Pesulap Merah, masyarakat adat Dayak yang diwakili para tokohnya di Jakarta akan menyelesaikannya secara adat. Proses penyelesaian sanksi adat akan digelar pada 6 Mei 2023 di rumah adat Dayak atau betang di anjungan Provinsi Kalimantan Barat TMII Jakarta.
"Meminta dan memohon maaf, bersedia untuk diselesaikan secara adat dari masyarakat adat dayak DAD DKI Jakarta," ujar Yopinus.
Nantinya, dalam prosesi tersebut akan dibacakan rincian sanksi adat Dayak juga pemberian sanksinya. Dia juga meluruskan bahwa Pesulap Merah tak bermaksud melecehkan adat Dayak.
"Saudara Marcel kepada saudara-saudara saya orang Dayak di Pulau Kalimantan maupun di mana berada, bahwa tak ada niatan saudara Marcel untuk melecehkan atau merendahkan orang suku dayak secara umum," bebernya.
Lebih lanjut Yopunis mengatakan, kesalahpahaman terjadi lantaran banyak pihak yang tidak bertanggung jawab turut menyebarkan informasi tidak benar itu melalui media sosial.
"Kita di sini ingin membuat darah semuanya dingin, kita bersaudara, berharmoni dengan alam, menjaga jangan lagi ada hal gagal paham," pungkasnya.