Selebtek.suara.com - Kaesang Pangarep bakal jadi calon terkuat di pemilihan kepala daerah atau pilkada Depok, Jawa Barat, jika andai saja putra Presiden Joko Widodo itu benar-benar bertarung di 2024 nanti.
Kami memantau tanggapan netizen soal isu pencalonan Kaesang ini rata-rata positif. Netizen ingin Depok benar-benar dibenahi setelah 20 tahun dikuasai Partai Keadilan Sejahtera (PKS) namun pembangunan masih terkonsentrasi di kawasan Jalan Margonda Raya saja.
PKS pun mencoba melakukan perlawasan dengan isu Kaesang akan dijadikan calon walikota Depok. Salah satu counter attack yang dimunculkan adalah dengan mempermasalahkan Kaesang sebagai tokoh impor alias bukan orang asli Depok.
Pernyataan itu pun mendapat sorotan dari Efriza, pengamat politik Citra Institute.
Menurut Efriza, PKS seharusnya tidak mempermasalahkan latar belakang tokoh yang akan diusung jadi pemimpin di suatu daerah.
Alasan Efriza, latar belakang tokoh tidak bisa menjamin kesuksesan dalam memimpin.
Dia pun mencontohkan Walikota Depok M Idris merupakan orang asli Depok. Namun, kata dia, selama ini justru bikin kebijakan yang tambah sulit warganya sendiri.
"M Idris adalah orang Kota Depok, malah menyusahkan warga Depok," tutur Efriza melalui sambungan telepon, seperti dilansir dari Kompas.com.
Tak cuma itu, Efriza memberikan contoh lain ketika M Idris membuat kebijakan sistem satu arah atau one way di jalan menuju kediamannya.
Baca Juga: Mbak Rara Terawang Nasib Kaesang Pangarep di Pilkada Kota Depok, Hasilnya Benar-benar Diluar Nalar!
M Idris yang merasa jalan menuju kediamannya selalu mengalami kemacetan, macet. Selain itu, sempat santer SD Pondok Cina 1 di Jalan Margonda Raya akan digusur untuk digantikan dengan masjid.