Selebtek.suara.com - Dalam kehidupan modern, merayakan ulang tahun telah menjadi suatu tradisi umum di banyak masyarakat.
Namun, bagaimana pandangan agama Islam terkait perayaan ini?
Ustadz Khalid Basalamah memberikan penjelasan mengenai hukum merayakan ulang tahun dalam Islam.
Dalam tanggapannya, Ustadz Khalid menyatakan bahwa dalam Islam, tidak diperbolehkan merayakan ulang tahun.
"Setahu saya tidak boleh, setahu saya dan tidak usah sibuk dengan ulang tahun ini," ujar Ustadz bernama lengkap Khalid Zeed Abdullah Basalamah dikutip Selebtek.suara.com, Rabu (16/8/2023).
Khalid Basalamah menjelaskan bahwa perayaan ulang tahun merupakan kebiasaan orang-orang kafir.
Ia menegaskan bahwa Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya tidak pernah merayakan hari kelahiran mereka.
Ia menjelaskan bahwa merayakan ulang tahun dengan acara seperti meniup lilin dan nyanyian tidak memiliki dasar dalam Islam.
Ustaz Khalid Basalamah menjelaskan bahwa Islam tidak memberikan perintah atau contoh mengenai merayakan ulang tahun.
Baca Juga: Di Luar Nurul! Suku Ini Wajibkan Wanita Berhubungan Seks dengan 20 Pria Berbeda Sebelum Menikah!
Ia menegaskan bahwa mengikuti kebiasaan orang lain, terutama yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Islam, tidak dianjurkan dalam agama.
"Itu kan hanya ikutin orang-orang kafir, ulang tahun itu acaranya orang kafir bawa kue tiup lilin, nyanyi-nyanyi, disuruh minta apa dan kaya gitu nggak ada dalam Islam," lanjutnya.
Menurut da'i asal Makasar ini, tidak merayakan ulang tahun kustru lebih baik ketimbang merayakannya.
"Malah itu bagus (tidak merayakan), karena sudah menjalankan sesuatu yang tidak dicontohkan dalam agama jadi saran saya enggak usah lakukan itu," pungkasnya.(*)