Selebtek.suara.com - Polusi udara di wilayah DKI dan sekitarnya belakangan ini menjadi sorotan tajam dan isu serius karena sangat menggangu kesehatan.
Mengutip dari berbagai sumber, kualitas udara di Jakarta dan sekitarnya semakin memburuk salah satunya disebabkan oleh keberadaan industri dan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berbasis batu bara yang ada di sekitar ibu kota.
Menurut Kepala Divisi Pengendali Lingkungan Indonesian Center for Environmental Law (ICEL), Fajri Fadhillah, kualitas udara di suatu daerah itu selain dipengaruhi oleh jumlah sumber pencemar udara, juga dipengaruhi oleh kondisi meteorologis dan geografis.
"Apalagi sumber pencemar tidak bergerak, seperti industri dan pembangkit listrik yang biasanya menggunakan cerobong tinggi untuk buang emisi," ujar Fajri.
Diketahui, setidaknya ada 16 PLTU batu bara yang beroperasi dan berlokasi di sekitar ibu kota, yaitu di Provinsi Banten dan Jawa Barat.
PLTU itu di antaranya adalah PLTU Banten Suralaya, PLTU Cemindo Gemilang, PLTU Pelabuhan Ratu, PLTU Merak, PLTU Cilegon PTIp, PLTU Jawa-7, PLTU Banten Labuan, dan PLTU DSS Serang.
Lalu, ada PLTU Banten Lontar, PLTU Cikarang Babelan, PLTU Fajar, PLTU Pindo-Deli-II, PLTU Indo Bharat Rayon, PLTU Purwakarta Indorama, PLTU Banten Serang, dan PLTU Banten Indosuntec.
PLTU batu bara yang dinilai menjadi salah satu penyebab buruknya kualitas udara turut menjadi sorotan istri Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sekaligus Ketua Srikandi Demokrat, Annisa Pohan.
Dalam unggahannya di akun Instagram @annisayudhoyono, Annisa menampilkan tangkapan layar berita dari sebuah media online berjudul "Polusi udara Jakarta: PLTU berbasis batu bara di sekitar ibu kota 'berkontribusi besar' mengotori udara - Mengapa pemerintah dinilai 'tidak berani perketat aturan'?".
Baca Juga: Bukan Ahmad Dhani Penemu Bakat Vokal Once Mekel di Dewa 19, Bebi Romeo: Gue yang Audisi Vokalis!
Ia menggarisbawahi tulisan artikel tersebut yang mengatakan pemerintah pusat, Pemprov DKI Jakarta, dan sejumlah pemda di sekitar ibu kota dinilai nyaris tak pernah menyentuh persoalan pencemaran udara dari sektor industri energi dan manufaktur.
"Saya hanya dalam kebingungan dan ingin bantu mengangkat berita, bukan mengkritisi, tapi berharap yang pembuat kebijakan dapat mencari solusi yang signifikan," tulis Annisa.
Ihwal kritik yang disampaikan Annisa Pohan, seorang netizen langsung memberikan komentar menohok kepada istri AHY itu.
Akun bernama @ebass_ menyebut salah satu PLTU, yaitu PLTU Banten Lontar, dulunya diresmikan oleh ayah mertua Annisa, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), saat masih menjabat sebagai Presiden RI.
"Coba googling Mbak, PLTU Lontar itu yang meresmikan mertua sampean, Bapaknya AHY, Pak SBY," tulis @ebass_.
Rupanya SBY meresmikan Unit 1 PLTU Lontar pada Desember 2011 silam. Hingga saat ini, PLTU Lontar memiliki sampai Unit 4 dengan kapasitas 945 MW.