selebtek

Alasan Kenapa Live Action One Piece Berbeda dengan Anime

Selebtek Suara.Com
Sabtu, 16 September 2023 | 00:08 WIB
Alasan Kenapa Live Action One Piece Berbeda dengan Anime
Live action One Piece berbeda dengan animenya

Selebtek.suara.com - Banyak penggemar One Piece bertanya-tanya tentang ketidaksesuaian adaptasi serial live action One Piece dengan sumber materinya. Menurut mereka adaptasi yang baik yakni dengan cerita yang sama persis. 

Padahal hal itu tidaklah benar. Membuat live action dari anime bukanlah hal mudah. Sehingga penyesuaian sangat dibutuhkan agar cerita yang dibuat tetap menarik, meskipun garis besarnya ada di sumber utama.

Selain itu perlu dipahami bahwa perubahan dalam adaptasi tidak selalu buruk. Kadang-kadang, adaptasi dapat menambahkan elemen baru yang memperkaya cerita dan karakter.

Misalnya dalam menciptakan karakter live action One Piece. Karena karakter-karakter dalam One Piece memiliki penampilan yang unik, solusi yang digunakan adalah membuat aktor memakai kostum yang sama dengan karakter aslinya. 

Perbedaan Karakter di Anime dan Live Action

Serial live-action One Piece menghadirkan perubahan dalam karakter-karakter utamanya. Sebagai contoh, karakter Monkey D Luffy dalam anime memiliki sifat kekanak-kanakan yang membuatnya terlihat ceria dan impulsif. 

Dalam versi live-action, Luffy diperankan dengan lebih tenang dan dewasa, sesuai dengan rentang usianya. Perubahan juga terlihat pada karakter seperti Roronoa Zoro, Nami, Usopp, Sanji, dan lainnya. 

Perubahan ini dibuat oleh setiap karakter untuk menghadirkan interpretasi yang segar dari karakter-karakter tersebut, sesuai dengan cerita yang mereka jalani dalam serial live-action.

Alasan Mengapa Berbeda

Baca Juga: Melaju ke Semifinal Hong Kong Open 2023, Gregoria Mariska Tunjung Tak Sangka Bisa Tampil Konsisten

Perbedaan yang signifikan antara live-action dan anime One Piece dapat dijelaskan oleh perbedaan dalam estetika dan logika antara keduanya. Anime memiliki kebebasan untuk mengambil pendekatan yang lebih eksentrik dan berlebihan, sementara live-action harus lebih realistis.

Penting untuk diingat bahwa adaptasi adalah tentang reinterpretasi, bukan replikasi. Sebuah adaptasi yang baik dapat mempertahankan esensi cerita sumbernya sambil memberikan sentuhan yang segar dan sesuai dengan medium yang digunakan. 

Meskipun akan selalu ada penggemar yang lebih memilih versi aslinya, adaptasi dapat menjadi cara yang menyenangkan untuk mengenali ulang kisah yang sudah kita cintai.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI