"Tapi mereka masih mempersulit," katanya.
"Jadi mereka mempersulit lagi kami disuruh restu dulu dari Wali Kota. Mereka minta ditiadakan dulu ibadah selama dua kali minggu," Arif, menambahkan.
Arif menuturkan, ketika massa datang pagi tadi memang tidak ada jemaat di kapel. Pengurus kapel kemudian memutuskan tidak menggelar ibadah secara fisik pada Minggu (17/9/2023).
"Akhirnya kita ibadah streaming sampai kita mau ajukan ke Wali Kota," ujarnya lagi. [*]