Selebtek.suara.com - Sejumlah musisi lintas generasi dan lintas genre musik mempersembahkan sebuah karya epik yang bertajuk KOLAGEN.
Nama dari album KOLAGEN merupakan frasa dari Kolaborasi Antar Generasi. Tidak dipungkiri bahwa kolaborasi memang menjadi mahkota kreatifitas dan pendongkrak popularitas di industri musik dunia. Begitu juga dengan KOLAGEN yang berisi 9 nomor lagu ini merupakan cerminan kolaborasi antara generasi musisi tersebut.
Di album ini sejumlah hits karya Fariz RM, Chrisye, Dian Pramana Poetra dikemas ulang dengan sentuhan musik kekinian.
Ada beberapa nama kondang di kalangan millenials, seperti Payung Teduh, Pusakata, Teza Sumendra, Danilla hingga Barsena Bestandhi dan Rando Sembiring yang terlibat mengisi album hasil karya produksi Selatan Musik, sebuah label rekaman milik Seno M. Hardjo.
Menurut Seno M. Hardjo dirinya sudah nyaris sewindu ‘bertapa’ hingga akhirnya muncul kembali dengan album KOLAGEN.
“Benar, sudah menjadi tradisi saya untuk berdiam diri dulu. Menyimak, mengamati dan menghayati tren musik apa yang sedang terjadi di Musik Indonesia. Sembari terus menabung beberapa karya dalam bilangan tahun belakangan. Ketika ada kode kuat dari Once Mekel untuk merilis album di KFC, saya bergerak lagi,” ungkap produser musik yang sudah belasan tahun aktif di AMI AWARDS ini saat peluncuran album KOLAGEN di Solo Bracerries & Lounge, Sahid Jaya Hotel, Jakarta Pusat, Senin (24/9/2023).
Sebagai informasi, Once Mekel merupakan salah satu eksekutif produser di JMSI (Jagonya Musik & Sport Indonesia). Sebuah tatanan perseroan yang menjembatani rilisan karya musik ke gerai KFC seluruh Indonesia. Lantas genre music album ini?
“Karena terbiasa kerja one man show, akhirnya saya menyadari, bahwa ada kendala yang menghadang. Saya harus berpikir keras, karena jaman sudah berubah. Cara memproduksi dan mempromosikan karya pun harus updated,” ungkap Seno M. Hardjo.
Untuk fase produksi, memang tak ada kendala lagi, karena ‘jam terbang’. Tapi untuk mempromosikannya, sudah wajib menyerahkan kepada yang lebih muda. Karena bukan sekadar memperkenalkan Lagu ke Facebook, Radio, Media dan TV. Tapi juga sudah harus meyakini dan merambah ke media sosial seperti Youtube, Twiter, Instagram, Snack Video hingga Tik Tok.
“Dan masing masing area medsos itu harus ada pakar pawangnya,” ujar Seno M. Hardjo.
Untuk itulah Selatan Musik membutuhkan dukungan dari semua pihak dan kerja tim.
“Kita memang sudah harus running secara teamwork,” ujar Adelansyah Adnan, direktur Selatan Musik.
Untuk hal inilah, Selatan Musik mengaget professional muda di bidangnya.
“Termasuk Publicist, kami sudah berjumpa dengan Igun Sudarmono Hasan dan Alana Beilby dari Pandora Corporation untuk menyebarkan berbagai hal terkait promosi album ini,” kata Adelansyah lagi.
Menurutnya untuk Tik Tok dan Instagram, Selatan Musik bahkan begitu serius menyerahkan ke lembaga professional, yaitu Spreadz yang dikomandani Victor Rindanaung. Dengan berbagai langkah pembaruan tersebut, Selatan Musik akan terus bergerak mencapai kesuksesan.
Album ini memiliki visi bahwasanya akan selalu bergaung, untuk menjembatani musisi legenda dengan generasi musisi belia setelahnya.
Berikut sejarah dan kisah dibalik lagu demi lagu di album KOLAGEN:
1. JUWITA. Megahits Chrisye almarhum, terasa punya nyawa baru, ketika dikemas dalam genre EDM (Electronic Dance Music) oleh KEVAZ Jones. Apalagi dihempaskan oleh Sara Fajira, Nania dan Lucky Octavian. Dengan peran serta Sound Engineer muda Satrio Utomo dalam proses mixing. Satrio Pratomo adalah pengajar di SAE Music Pejaten, Jakarta.
2. COME CLOSER. Sedangkan DJ kondang Andezzz hadir dengan hits chill out “Come Closer” yang dinyanyikan nyaris sempurna oleh male singer dengan timbre ajaib Teza Sumendra.
3. DI ANTARA KATA. Megahits “Diantara Kata” dilantunkan sendiri oleh Composernya, Fariz Rustam Munaf. Living Legend ini adalah perintis genre dance music dan city pop di negeri ini. Sengaja dikemas lagi dengan berbagai eksperimen sound design by Imran Illyas Sutan Sati.
4. MASA KECILKU. Adalah nomor Folk yang bertenaga yang pernah hits di bibir Elfa’s Singers. Kali ini dimainkan begitu elegan oleh Payung Teduh, Pusakata dan alm Dian Pramana Poetra.
5. KAU TULANG RUSUKKU. Sedangkan Barsena Bestandhi beruntung benar melantunkan “Kau Tulang Rusukku” dengan balutan orchestra karya Andi Rianto. Lagu ini adalah versi edited dan remastered tahun 2023.
6. LOVE YOU. New Comer Elke Ngantung Wenno menyanyikan ballada “Love You” karya Ika Ratih Poespa dan Danilla Riyadi.
7. INIKAH CINTA. Dan Hedda Paryontrina menyanyikan kembali hits ME “Inikah Cinta” dengan Arranger yang sedang on fire Rishanda Singgih.
8. SINGGAH DI HATI. Kolaborasi ‘keluarga musikal’ terjadi antara maestro Dian Pramana Poetra dengan sang keponakan Danilla Riyadi.
9. SELAMANYA MILIKKU adalah kerjasama yang dramatis antara arranger Ifa Fachir, dan dua vokalis muda Barsena Bestandhi dan Rando Sembiring yang menjadi 9 Finalis Tiktok Give Me The Mic, SCTV. [*]