Viral Gara-Gara Dilarang Bersihkan Pantai Loji, Ini Profil Pandawara Group

Selebtek

Senin, 02 Oktober 2023 | 23:09 WIB
Viral Gara-Gara Dilarang Bersihkan Pantai Loji, Ini Profil Pandawara Group
Pandawara Group di Pantai Teluk Labuan sebelum dibersihkan (Instagram/@pandawaragroup)

Selebtek.suara.com - Nama Pandawara Group kembali viral setelah niatnya ingin membersihkan Pantai Loji, Sukabumi dilarang oleh Kades Sangrawayang, Muhtar. Menurut kades, aksi Pandawara Group seakan tidak melibatkan pemerintah setempat.

"Kalau dari saya, kalau transparan terbuka dari pemerintah itu silahkan. Kalau seperti yang kemarin dimusyawarahkan di desa itu, saya enggak mengizinkan saya mah," ujar Muhtar seperti dilansir Suara.com, Senin (2/10/2023).

Pelarangan itu pun membuat mantan Menteri Kelautan dan Perikanan (KP), Susi Pudjiastuti geram. Melalui akun X pribadinya, ia mengaku bingung seorang perangkat pemerintah bisa menghalangi niat baik seseorang yang ingin membersikan pantai dari sampah.

"Kok ada kegilaan atau kebodohan seperti ini???? Pemdes lagi," ujar Susi melalui akun X pribadinya @susipudjiastuti pada Minggu (1/10/2023), sambil menyematkan emoticon marah.

Sebenarnya siapa sih Pandawara Grup? berikut profilnya.

Pandawara Group sendiri diinisiasi oleh lima orang pemuda bernama Rafly Pasya (22), Agung Permana (22), Rifki Sa'dulah (22), Muchamad Ikhsan (21), dan Gilang Rahma (22).

Setiap aksi mereka saat membersikan lokasi yang penuh sampah selalu viral di media sosial. Bahkan Pandawara Group ini sempat menjadi sorotan oleh salah satu Youtuber Internasional MrBeast.

Dalam wawancara bersama Denny Sumargo, Gilang mengatakan mereka pada awalnya adalah korban dari masalah sampah. Tempat tinggal mereka di Bandung Selatan selalu mendapat bencana banjir.

Hingga akhirnya mereka meniatkan diri untuk membersihkan sampah di lingkungan perumahan mereka. Sayangnya, usaha mereka tidak membuahkan hasil. Perumahan mereka tetap dilanda banjir.

baca juga

"Sebanyak apapun sampah yang kita bersihkan mungkin dalam waktu dekat enggak akan pernah beres kalau kesadaran dari masyarakat tetap kurang," kata Gilang.

Meski mengaku gagal, mereka tidak menyerah. Hingga akhirnya aksi Pandawara Group memutuskan untuk membersihkan sampah di luar wilayah mereka.

Dalam setiap aksinya, Pandawara Group ada banyak pengalaman yang kurang menyenangkan. Salah satunya sempat diminta pungli oleh petugas tempat pembuangan sampah (TPS) ketika ia ingin membuang sampah usai membersihkan sungai.

Soal dana, mereka mengaku patungan. Biayanya dipakai untuk membeli trash bag, minum hingga sewa pickup untuk mengangkut sampah. (*)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Awalnya Ngelarang, Kini Kades Sangrawayang Klarifikasi Soal Bersih-bersih Pantai Loji

Awalnya Ngelarang, Kini Kades Sangrawayang Klarifikasi Soal Bersih-bersih Pantai Loji

Selebtek | Senin, 02 Oktober 2023 | 21:50 WIB

Susi Pudjiastuti Ngamuk ke Pemdes Sangrawayang yang Tolak Aksi Pandawara Bersihkan Pantai Loji Sukabumi: Kok Ada Kegilaan Seperti Ini

Susi Pudjiastuti Ngamuk ke Pemdes Sangrawayang yang Tolak Aksi Pandawara Bersihkan Pantai Loji Sukabumi: Kok Ada Kegilaan Seperti Ini

Selebtek | Senin, 02 Oktober 2023 | 19:18 WIB

Viral Pelaku Pelecehan Kena Karma Instan, Terjatuh dari Motor Usai Dikejar Ibu-ibu

Viral Pelaku Pelecehan Kena Karma Instan, Terjatuh dari Motor Usai Dikejar Ibu-ibu

Bali | Senin, 02 Oktober 2023 | 17:41 WIB

Terkini

Relung yang Patah: Ketika Melepaskan Menjadi Cara Terakhir untuk Bertahan

Relung yang Patah: Ketika Melepaskan Menjadi Cara Terakhir untuk Bertahan

Your Say | Minggu, 30 Agustus 2026 | 15:00 WIB

Purbaya Bingung Kenapa Masyarakat Masih Demo Meski Pertumbuhan Ekonomi Naik

Purbaya Bingung Kenapa Masyarakat Masih Demo Meski Pertumbuhan Ekonomi Naik

Bisnis | Minggu, 30 Agustus 2026 | 14:59 WIB

261 Warga China Hilang di Banjir Bandang Nepal, Total 2.400 Orang Belum Ketemu

261 Warga China Hilang di Banjir Bandang Nepal, Total 2.400 Orang Belum Ketemu

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 14:46 WIB

Wacana Percepatan Pemilu Bikin Panas, GCP Bakal Polisikan Budi Arie

Wacana Percepatan Pemilu Bikin Panas, GCP Bakal Polisikan Budi Arie

Jabar | Minggu, 30 Agustus 2026 | 14:44 WIB

Titik Api Masih Muncul di Tol Palindra, Seberapa Cepat Karhutla Bisa Dikendalikan?

Titik Api Masih Muncul di Tol Palindra, Seberapa Cepat Karhutla Bisa Dikendalikan?

Sumsel | Minggu, 30 Agustus 2026 | 14:40 WIB

Purbaya Klaim Keuntungan Danantara Akan Disetor ke Pemerintah Tahun Ini, Negara Kantongi Rp 120 T

Purbaya Klaim Keuntungan Danantara Akan Disetor ke Pemerintah Tahun Ini, Negara Kantongi Rp 120 T

Bisnis | Minggu, 30 Agustus 2026 | 14:38 WIB

Mencari Warna di Balik Gelapnya Duka dalam Novel French Pink

Mencari Warna di Balik Gelapnya Duka dalam Novel French Pink

Your Say | Minggu, 30 Agustus 2026 | 14:30 WIB

Perusahaan AS Jadikan RI Pusat Produksi Global, Ekspor Sampai Kanada hingga Inggris

Perusahaan AS Jadikan RI Pusat Produksi Global, Ekspor Sampai Kanada hingga Inggris

Bisnis | Minggu, 30 Agustus 2026 | 14:22 WIB

Maling Motor di Warkop Medan Ditembak Polisi, Pelaku Beraksi hingga ke Aceh

Maling Motor di Warkop Medan Ditembak Polisi, Pelaku Beraksi hingga ke Aceh

Sumut | Minggu, 30 Agustus 2026 | 14:22 WIB

30 Tahun Berlalu, Komnas HAM Kembali Selidiki Peristiwa 27 Juli 1996

30 Tahun Berlalu, Komnas HAM Kembali Selidiki Peristiwa 27 Juli 1996

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 14:21 WIB

×